
-7.717604
110.584094
M.E.N.I.K.A.H siapa yang tidak ingin menuju jenjang seperti itu? Tetapi bukan itu topic permasalahan yang akan saya bahas disini. Sebuah cita-cita yang entahlah, apakah itu sebuah cita-cita yang impossible ataukah possible. Entahlah saya begitu tergiur sekali dengan Negara-negara yang menghasilkan orang-orang besar yang berotak encer.
Dulu sekali saya mengira saya adalah orang yang sering berfikir dengan otak kanan dengan berbagai kreasi yang saya geluti, meronce, nggambar coret, corel, nulis dan terakhir fotografi. Perasaan kegirangan ketika pelajaran menggambar itu tiba, tetapi sedih sekali ketika pelajaran yang ada drama itu dimulai. Heuu
Setelah di observasi oleh kakak sepupu, ternyata saya lebih sering menggunakan otak kiri, tetapi pada kenyataannya saya pun bisa mengasah kemampuan otak kananku. Ya jujur sih, ketika berhadapan dengan pelajaran kimia dan matematika saya suka mengulak-alik sampai ketemu runtutannya, kalau tidak ketemu pasti dirumah pusing sekali. Kepala jadi cenat-cenut galau ndak karuan.
Continue reading
Reblogged from Diary Kehidupan:
Tahun 2009 di bulan agustus. Teringat akan sebuah peristiwa yang sangat luar biasa. Dipertemukan dengan orang-orang hebat. Setidaknya 100 profesor lulusan luar negri dengan spesifik ilmu masing-masing hadir pada saat itu. Acara yang diselenggarakan oleh MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia). Sebelum menaruh curiga atas berbagai pertanyaan, kok bisa saya terperosok dalam hal yang sangat keren sekali??
Singkat cerita hanya ada sekitar 10 mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut dan saya bersama mbak Sri Rahayu mendapat kesempatan untuk mengambil hadiah atas kemenangan proposal “Pengabdian masyarakat” yang alhamdulilah menang.
Karya: Putra-Putri Luthfi Hasan Ishaaq di Semarang dalam Milad PKS April 2013
masih teringat jelas
berat suara nafasmu
perlahan…
tertahan..
beradu dengan langkah sayupmu
kala kau pulang pukul 03.47
kemudian disusul dengan suara asing dari channel TV kesukaanmu
atau suara bisikan bibirmu mengucap, kala kau membaca buku…
atau tawa lepasmu yang menyusul tepat beberapa menit setelah suara telfonmu mendayu.. Continue reading
Bermimpikan senja
Senja yang berjalan beriringan dengan rintiknya hujan
Ah, mesra sekali
Kau dengar bunyi rintiknya?
Merdu bukan?
Kau yang disana dengan senja yang menabur kerinduan
Pun disini ku juga menanti kemesraan itu
Senja yang bermesra dengan rintik hujan
Tak dinyana yang dinanti kita tak sama
Mimpiku untuk bermesraan dengan senja dan rintik hujan agaknya tinggal sepi,
ditelan bunyi desiran angin malam
Merebutnya secepat itu
Penikmat senja yang tak beruntung Continue reading
Seperti rajutan yg kembali terurai. Memulai dari nol. Kembali tertatih. Ah ini hanya tamparan ringan. Ku hanya memerlukan belaianNya saja seraya memohon ampun kepadaNya..
Astaghfirullohal’adzim, Ampuni hamba Ya Alloh…
Agaknya butuh waktu untuk menerima kenyataan. Waktu. Memang sungguh vital sekali. Ia yang mempersilahkan luka, tapi ia juga yang memberi kesempatan untuk mengobati.
Aku hanya ingin memiliki milikku saja, bukan merebut miliknya. Tapi sayang, aku pun tak tau yang mana milikku, dimana dia, dan seperti apa. Untuk saat ini sungguh ingin terlabuhkan. Dan selanjutnya akan aku warnai kanvas ini dengannya..
Alloh,peluk aku…