Semua Karena Wanita dan Perjuangan Laki-laki


Hemmm, sekarang banyak hal yang tidak masuk akal di dunia pertelevisian. Banyak Iklan tak bermutu dan  tayangan tidak mendidik. Semuanya berbau kalau tidak percintaan ya tentang wanita.

Dunia periklanan saja sudah amburadul, bagi yang amburadul, tapi Alhamdulillah masih ada yang bermutu. Exploitasi wanita dimana-mana. Tujuan dari iklan sendiri adalah sebagai bahan promosi, agar produk yang diiklankan laku, menghipnotis para penonton setia televisi agar termakan iklan tersebut. Tapi anehnya yang tidak ada hubungannya dengan wanita selalu saja dikait-kaitkan.

Coba liat, apa hubungannya iklan motor dengan wanita sexy? Beuuu, entah bagaimana cara berpikir mereka. Itu baru satu kasus, banyak kasus lain yang tak masuk akal. Sudah tau wanita yang berpakain seperti itu membuat reaksi para kaum adam, malah dijadikan senjata untuk mengiklankan produk-produknya.

Ya jangan disalahkan kalau banyak pelaku-pelaku maksiat yang bertebaran di muka bumi ini. Hlawong sajian tiap harinya saja kayak gitu. Kata banyak orang si, Indonesia itu banyak yang mengaku Islam. Kalau di sensus pasti yang ber KTP islam ituh bejibun, tapi Wallahu’alam dengan hatinya.

Mungkin tulisan serupa juga pernah dituliskan oleh PETA PEMIKIRAN dalam tulisannya Wanita dan Naluri Monster Pria, tapi intinya akan berbeda karena kesimpulan yang saya dapat dari tulisannya saya tidak sepakat. “Lonely is bad” itu si saya sepakat “Two is Better” dan ini saya setuju, tapi kalau “More than two is exelent”?? no no no, saya tidak sepatu kalau yang inih..heheeee :D Piss.

Laki-laki dan wanita itu memang diciptakan dengan banyak perbedaan. Laki-laki cenderung cepat bereaksi terhadap apa yang diliat dibanding wanita. Jadi hati-hati terhadap dunia luar yang banyak godaanya. Ya itu sih terserah masing-masing individu, toh yang nanggung juga masing-masing. Tidak ada sifat gotong royong dalam hal kek gini. Tidak ada dosa yang dipikul orang lain atas perbuatannya sendiri. Ya kembali lagi dunia itu penuh pilihan temans. Salah memilih bisa kepanasan.

Jadi teringat percakapan seseorang. “Kalo istriku nanti hotpenan gimana ya?”, trus dijawab “Ya kalo pake ituh di depanmu saja kagak kenape-nape, kalo pake itu dimane-mane kok ‘sodaqoh’ mu kenceng amat?”. Kalo sodaqoh uang malah dianjurkan dan dapat poin plus dari si Bos (Alloh), tapi kalo sodaqoh dosa?? Hiiiii, mengerikan..

Memang solusinya ada dua dengan godaan yang seperti itu, yaitu menikah atau puasa. Saya salut pada teman-teman yang berani bertanggung jawab pada anak orang diusia dini alias nikah muda (umur diatas 20). Disaat teman yang lain baru tahap berfikir atau bahkan tak berani memikirkan??, dia sudah bertindak, langsung cap cus. (hal ini terinspirasi dari teman SMP saya yang sudah cap cus duluan, padahal putra. Huaaaa) Heheee, aman terkendali.

Ada juga pendapat dari teman seangkatan saya yang tidak menyegerakannya padahal sudah bekerja. Yah, kalo memang dicari nyaman bekerja di kontraktor memang sulit, banyak peperangan batin katanya. “Kalo saya mau beli rumah dulu ukh” . Luar biasa sekali saudara saya yang satu itu. Tapi kenapa saya kurang sependapat ya? Kenapa seakan menikah itu harus menunggu mempunyai rumah dulu, mempunyai mobil, baru mencari penghuninya??

Ada juga gurauan dari teman saya

Modal cari istri sekarang :

  1. Mobil : Rp 150 juta
  2. Rumah : Rp 350 juta (Rumah sederhana)
  3. Resepsi : Rp 100 juta

Total : Ro 600 juta

Missal gaji 3 juta / bulan = Rp 600.000.000,- / 3.000.000

                                                 = 200 bulan (16 tahun)

16 tahun lagi baru bisa married (Gaji utuh tanpa makan, tanpa jajan)

Hahaaa, lucu sekali memang mereka-mereka. Banyak orang banyak pendapat, dan aneh-aneh pula. Hemmm, seakan-akan istri itu mahal sekali jika diuangkan dan terkesan materialistis. Padahal tidak semua wanita menghendaki seperti itu. Apa gunyanya House yang jika dinilaikan dengan uang itu bisa bernilai jutak-jutakan tetapi tidak memiliki Home?? .Padahal seperti yang pernah ditulis pak Abu Fahry dalam tulisannya Mudahkan Nikah Sederhanakan Mahar.

Bukankah dengan menikah itu akan dibukakan rezeki dari Alloh? Karena dua rezeki itu bergabung menjadi satu. Yang biasanya mendapatkan 1 gelas, ketika menikah menjadi 1 ember. Heheee, saya tidak akan menerangkan enaknya pacaran setelah menikah, karena memang tidak enak, tapi enak beud (Katanya lho ya) :D. Jadi ini bukan perkara punya seberapa banyak, tapi seberapa besar meyakinkan diri sendiri bahwa saya mampu bertanggung jawab. Bukan bekerja mapan, tetapi tetap bekerja (kata ustad) :D

Pendapat seorang temans juga “Seorang suami itu mendambakan istri yang tetap disampingnya ketika ia jatuh. Sedangkan seorang istri mendamba seorang suami yang tetap disampingnya ketika ia sukses”.

Selamat merenungkan kembali tentang godaan itu bruder, syetan selalu berada disamping kita, so Take it or Leave it. Dua solusi itu, jika tidak berani menikah maka, selamat berpuasaaaa :D

About these ads

27 thoughts on “Semua Karena Wanita dan Perjuangan Laki-laki

  1. He he he, Bersegeralah dalam kebaikan, nikah adalah salah satunya, ikut nimbrung pak Uztad diatas, any way karena yang laku di dunia periklanan ya emang yg seperti itu, coba kalau ilklan itu seperti kosmetik wardhah, yg menampilkan wanita yang sholehah,,…. , atau sinetron seperti Para Pencari Tuhan, pasti anak2 akan lebih baik lagi dalam segala hal, ngak seperti gini ini, mumet aku!

    • tapi kalo wanita muslimah yang ditampilkan kok ya jadi gimanaa gitu yah?? yang harusnya dinikmati untuk seorang saja jadi untuk umum. heheeee :D

      Emmm, bersegeralah dalam kebaikan setuju untuk itu. Kalo jawaban dari saya di saat yang tepat sajalah.. :D :D

  2. dan yang harus ditekankan adalah niat untuk menikah karena ibadah kepada Allah dan harus sudah sama-sama sepakat/saling memahami, walaupun tanpa diawali dengan pacaran, karena menikah dengan perjodohan yang dipaksakan (menuruti kehendak orang tua yang tanpa melalui musyawarah dengan anak) juga tidak membuat keluarga menjadi barokah……. :) :) :D

  3. kalau saya dulu sebelum menikah punya keraguan.. banyak pertimbangan yang membuat ragu.

    tapi setelah menikah malah menyesal,, menyesal kenapa tidak dari dulu saya menikah hehe

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s