Setetes embun di hari nan terik. “Aah sejuk sekali”
Sebagian lainnya mengatakan “Haaah? Hanya setetes?? Mana bisa menghilangkan dahagaku?”
Sebagian yang lain mengumpat. Merasa kurang.
Namun sebagian lain sudah merasa tersejukkan dengan tetesan yang sama. Bersyukur
Aaah, lagi lagi ini tentang parameter kita memandang kehidupan. Allah itu Maha Kaya, maka mintalah hanya pada-Nya tentang rizki yang barokah. Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang, maka mintalah rasa kasih sayang itu pada-Nya.
Lisan yang selalu bertutur kurang dan hati yang kufur nikmat. Padahal tak henti-hentinya nikmat itu mengucur kedalam hidup kita. Bahkan tak terhitung jumlahnya.
Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki sekarang ini.
Bersyukurlah dengan apa yang kita rasa sekarang ini.
Bersyukurlah dengan orang-orang yang menyayangi kita sekarang ini.
Karena Allah Maha Tau apa-apa yang terbaik untuk kita. Memandang hari ke hari dengan semakin indahnya. Hati yang bersyukur. Sejuk.
La in syakartum la azidannakum walainkafartum inna azabi lasyadiid
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)
Maka, ketika kau berjalan menuju tempatmu berteduh menjelang petang nanti, dari mencari rahmat-Nya seharian, kau akan tersenyum dan bersyukur ketika melihat ada seorang yang tak seberuntung kita dengan tunggangan yang kita miliki sekarang ini. Bersyukur dengan baju yang kita kenakan, bersyukur dengan nikmat sehat ini, dan bersyukur atas wajah tampan/cantik ini, dan aaahhh, banyak sekali yang harus kita syukuri. Dan persembahkan senyuman yang memukau untuk orang-orang yang disekitar kita sekarang ini, karena kita bahagia dengan hadirnya mereka untuk mengisi hidup kita. Ayah, ibu, kakak, adik, saudara se-kost, saudara seperjuangan, dan semuanya saja.
ijin share ya mba’
monggo-monggo
lagi belajar selalu mensyukri apa yang Tuhan berikan…
iya pak yaaan. sama
yisha ngga bisaaaaaaaaaa………….
bisaaa yakin mbak yishaaa
Bersyukur itu sebenernya jadi kunci kebahagiaan kita. Tiap orang punya masalah yang sama mungkin, tapi yang menjadi perbedaan, hanya kualitas syukurnya.
Hemmmmmmmmmmmmmmmmm….
Memang kalo yang komen itu berpengalaman banyak berasa bedaaa
Coleris binti sanguin *eh
yo nek kuwi mah aku wes gak diragukan lagi. hahah
ahahaaaa, jumawamu…
syukuuuuur diriku, masih terselamatkan oleh gamis *eh
wahhhhhh, lah kok iki gamis tekan komen ngene. Wkwkwk
itu termasuk hati yang bersyukuuuur..
Karena terselamatkan. hihiiiiiiiiiiiiii
Dont try this at home
mantapppppppp.
Kuwi antara hancur dan gak kuwi.
-syukurtingkatnasional yak? Hahaha
ahahaaaa, sujud syukur daaah pokmen. Allah masih menyelamatkan muka saya yang sliming swiit. ahahaaaa
Sedikit hamba-Nya yang bersyukur.. semoga kita termasuk dalam golongan mereka yang sedikit itu.. aamiin,,
tetap semangat berbagi Mbak..
salam kenal dari Malang-Banyuwangi
aamiin…
InsyaAllah tetap berkarya..
salam kenal. Trimakasih kunjungannya
“Maka, nikmat manakah yang kamu dustakan?”
semoga hati saya juga selalu bersyukur
**
Ijin sahre ke Twitter ya mbayu
aamiin…
untuk pengingatan saya juga ini.
Monggo monggo
Muhun
mani kuhara nyah
apa itu artinya?
muhun =terimakasih? hihihiiii
iya

mani kuhara = bagus banget (bisa diartikan demikian)
yah seperti kata-kata lebay
btw itu bukan bahasa sunda ya?
Bahasa sunda
tapi emang itu daerah sunda 
Banten kasar sih
Silahkan gabung disini http://facebook.com/Pages.Kamus.Bahasa.Sunda
#eehh ko promosi yah