Daun berguguran di pohon rindang, Tergolek diatas tanah. Masih tergerak-gerak oleh permainan angin. Tepat di pojok jalanan yang dikelilingi rumput hijau segar. Yah bisa dikatakan itu adalah taman kecil di pojok kota.
Sang daun tetap tergerak riang dibawah, dia tidak menganggap bahwa si pohon itu dengan sengaja membuat dia jatuh ke tanah dan terbuang tak berguna. Ah, bahkan nantinya sang daun itu ikut andil dalam kesuburan tanah disekitarnya. Kau pun tau, daun-daun yang jatuh itu akan diuraikan menjadi humus-humus yang menjadi penyebab utama kesuburan tanah itu. Tidakkah bahagia menjadi daun yang jatuh itu? Ataukah tetap mau merutuki sang pohon?
Aku masih duduk dikursi kayu panjang dibawah pohon itu. Menikmati pemandangan hidup yang mati dan pemandangan mati yang hidup.
Ada gadis yang cantik jelita diseberang jalan tempat aku duduk. Nampaknya dia sangat bahagia sekali. Cantik dengan senyuman yang tersungging dibalik hijab coklat yang ia kenakan. Ah, andai kau tau senyumnya kau akan semakin bersemangat menjalani kehidupanmu sekarang ini, dan tak mengeluh lagi. Ya, ia divonis oleh dokter. Kakinya diamputasi karena tersengat aliran listrik tanpa pelindung kaki. Ya, kau masih beruntung dengan kaki yang membuatmu gagah berdidi diatasnya.
Disatu sisi mungkin ia bisa memaki si dokter yang mengamputasi kakinya. Hal itu akan dilakukan jika ia tidak tau akibat jika kakinya dibiarkan tetap menempel, mungkin akan menjalar ke bagian tubuh lainnya. Ia pun bertanya tentang beberapa pilihan yang diberikan kepadanya. Dan ia memilih untuk berdamai dengan perasaan itu. Berdamai dengan dokter itu dengan berkata “Ya, saya siap untuk berjalan dengan kaki palsu”. Ah, sungguh cantik!
Di satu sudut taman itu nampaknya ada seorang photographer disana yang sedang mendelosor di tanah. Entah apa yang dilakukannya. Objek yang diambil saja diam kalem, kenapa dia malah yang bergaya ya?
. Rupanya objek yang sedang diambil adalah bunga melati. Diambilnya dari atas sehingga keseluruhan bunga itu terlihat bulat sempurna. Kemudian diambilnya dari samping sehingga Nampak hanya potongan samping yang mungkin berbentuk seperti piring. Dari jarak yang jauh sehingga Nampak beserta daun dan gerombolan melati lainnya. Itu tentang satu objek, yaitu melati. Tapi hasilnya? Amazing!! Jika ia adalah seorang photographer professional, maka ia bisa menyajikannya dalam berbagai gambar dan berbagai karakter hanya karena ia mengambil di berbagai sudut!
Sebenarnya ini adalah luapan emosi saya melihat berbagai kejadian unik disekitar saya. Ada yang merasa sakit hati, ada yang merasa merana, dan ada yang bahagia dengan keterbatasannya. Heeyyy… apa yang sedang kita pikirkan itu mempengaruhi kebahagian kita.
Satu kalimat, akan salah tangkap oleh pambaca karena kesalahan membaca tanda baca. Bahkan kesamaan tanda baca yang dikatakan dengan nada yang berbeda saja itu sudah bisa menimbulkan berbagai persepsi yang bebeda. Kenapa harus memandang nilai hidup ini negatif kalau itu hanya membuatmu semakin sengsara?
Hey, hal ini akan kukatakan kepada diriku sendiri ketika aku sedang merasa seperti ini “Mengeluh, bersuudhon dan berfikiran negatif itu tidak membuat saya tambah cakep!” itu saja.
Ditulis dengan hati yang merasa dirinya keren karena hidupnya memang keren
Klaten, Jum’at mubarok 11 Januari 2013
*Postingan ternarsis sepanjang hidup

Hihihihi. Mantabh Mba Ulfa. Dengan bersyukur dan melihat dari sisi positif kita memang keren ya. *ikut-ikutan…
hehe.. iya pak, semoga kita dipermudah untuk prakteknya aamiin
cakep ya..hehehe
hahahah
seperti efek setelah nonton bareng dengan mbak mia tempo hari
ohhh photonya yak? hihihii. iyaa.. tu photo tak dunlut. Yang punya file mila da… eh ralat, bukan mbak mia, tapi mila..
ooh iyya mbak mila.. lupa, maklum saya sudah tua
iya percaya kok uda.. *sambil manggut-manggut
ckckckck
*) sambilgelenggelengkepala
wekekekek… *sambilgoyanggayung
Setiap makhluk adalag special
heheh…
dan unik..
keyen banget mbak …
wkwkwk.. apanya yang keyen pak
kekurangan orang lain itu kadang lebih mudah di jumpai..
*yo raa?
iyoooo
Bingung mau komentar apa, karena memang sudah keren.
wkwkwk. tinggal meneruskan dan mengamalkan ‘keren’ nya
Ah sukaa sekali postingannya
apa yang ada di hati dan pikiran kita akan terpancar di luar ya.. ibarat cerminan..
iya setuju kenpa harus menilai segala sesuatu dengan negatif, malah ntar bikin penyakit hati ya hehe
hehe.. hanya luapan yang terdeskripsikan dengan kata-kata mbak ne
daripada ngeluh…. mending ngopi yuk….
(eh, gak nyambung ya).
Tapi emang benar kok. Setuja sekali…
hehee
saya gak penikmat kopi mbak wik. Minum susu coklat sajah
mantap Fah….
semoga tetap keren dan terus keren….
heheee
semangat keren pak yan
siphlah hehe
cakep opone mbak…??? wkwkwkwkwk
cakep uwonge laaah. nak nesu2 terus malah ketok tuwo
haha… keriput kuwi mbak….
Wuishhh mantep mbak ul “Mengeluh, bersuudhon dan berfikiran negatif itu tidak membuat saya tambah cakep!”
, padahal abis ngomel2
kalo kita nggak marah2 pasti cakep yaaa
Haha… sabar jeng.. jangan ngomel2 mulu. Ini juga tentang cara memandang masalah.. Dengan memandang dari berbagai sudut