Indahnya Ukhuwah


Aku mengenalmu lewat jiwa,

Bukan lewat mata.

Oleh Karena itu ketika kau berusaha untuk membuat bahagia orang tuamu dengan sikap sholeh atau sholehah- mu itu hanya karena Allah, hatiku selalu bersyukur atas nikmat iman yang masih Allah percayakan kepadamu. Pun sebaliknya, ketika kau sedikit saja mengecewakan sang Khalik, dengan sikapmu yang tak seharusnya kau lakukan, maka hatiku pun tak rela walaupun kau nantinya akan membayar sendiri atas apa yang kau lakukan.

Aku menjadikanmu saudara lewat hati,

Yang kulantunkan dalam doaku untuk saudara seimanku, Wahai sang pemilik jiwa, Engkaulah yang Maha membolak-balikkan hati hambaMu, Engkaulah yang memegang hati setiap insan, selayaknya seorang hamba yang tidak mempunyai kuasa apapun atas hati diri ini maupun hati saudara seiman, maka jadikan hati diri ini dan hati saudara seiman ini selalu berada di jalanMu sampai pada waktunya malaikat izroil menarik nafas untuk Mu karena masa untuk mencari ridho-Mu sudah berakhir. Ya Robbul ‘izzati, jika diri ini sedikit saja melenceng dari jalan yang Kau ridhoi, maka peringatkanlah. Pun ketika diri ini masih dipercaya untuk mengingatkan saudara seiman yang mungkin ketika itu sedang lupa akan nikmat-Mu, maka perkenankanlah diri ini untuk mengembalikan laju ini sesuai jalur yang Kau Ridhoi.

Ku tak tahu seperti apa aku dalam pandanganmu,

Selayak apa aku dalam ukhuwahmu

Ya, ketika diri ini lebih banyak berbicara tanpa action yang nyata, belum menjadi Khudwah yang baik seperti doa kedua orang tuaku yang memberiku nama ‘Uswatun Hasanah’ dibelakang nama Ulfah, dan tidak mengindahkan apa yang telah Engkau peringatkan dalam Surat Cintamu kepada orang-orang yang beriman

Sangatlah dibenci di sisi Alloh jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (Qs. As Shaff : 03)

Dan ketika diri ini yang mungkin tanpa ada kesengajaan membuat kesan bahwa diri ini adalah yang benar, bukannya membuatnya menjadi benar atas nasihat-nasihat yang telah terucap di kejadian yang lalu.

Tetapi satu yang aku tahu Meski dengan keterbatasanku

Berbalut dengan kekuranganku

Aku menulis namamu dihatiku

Sejak awal

Dan

akkan pernah terganti,

Apalagi terhapus sebagai

Saudara”

Kemarin, hari ini, ataupun nanti

insyaAllohh

Seperti kata Tere liye dalam bukunya “Rembulan tenggelam diwajahmu”

“Kalian akan tetap menjadi saudara dimanapun berada. Tidak ada yang pergi dari hati. Tidak ada yang hilang dari kenangan. Sungguh kalian akan tetap menjadi saudara.”

Terimakasih dan syukron jazakmulloh khairon katsir atas semuanya saudaraku.. ^_^

Syukur ku pada Alloh yang telah mempertemukanku pada mu. Memberi warna nan indah dalam ukhuwah ini. Semoga kita dikumpulkan di Surganya kelak. Dan tetap menjadi saudara sampai ke Surga.

5 thoughts on “Indahnya Ukhuwah

  1. blog mu uda bagus pah. pilihan warnanya juga bagus. emang apalagi yang mau diubah?
    oya, buat blogroll dunk. blogroll fungsinya buat listing teman2 bloger lainnya biar blog mu+mereka rame dan saling mengisi….🙂

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s