Lets Talk About Love



Jatuh cinta?

Teruntuk muslimah yang sedang merasa resah, gelisah untuk sebuah masa depan. Juga untuk pengingatan bagi diriku sendiri.

Siapa yang pernah merasakannya? Kurasa hampir semua orang pernah merasakannya. Hal itu adalah fitrah, ketertarikan lawan jenis, entah itu pada seorang teman yang karena sering berinteraksi dengannya menimbulkan rasa itu, ataukah karena hanya melihatnya dari kejauhan dengan kiprahnya yang luar biasa merasa tertarik sehingga jadilah dia sebagai “secret admire”, ataukah hanya dengan mendengar kisahnya saja bisa membuat hati seseorang berkata “aku ngefans” walau hanya sekedar dalam hati dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri dan Alloh . Dan masih banyak faktor lagi kenapa orang bisa jatuh cinta.

Seseorang yang berdiri atas nama hati itu diibaratkan sebagai seorang nahkoda, jika nahkoda itu mengemudikannya dengan seenaknya tanpa mengetahui medan bisa kacau beliau. So, kita harus tahu medan mana yang harus dilewati dan medan mana yang harus dihindari sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak menabrak karang, gunung es dan lain2 yang bisa menjadi rintangan untuk menuju sebuah tujuan perjalanan.

Hukum cinta bisa menjadi haram jika jalan yang ditempuh melalui hal yang haram juga, pun sebaliknya akan bernilai pahala jika ditempuh di jalan yang halal, alias menikah. Bagaimana jika belum siap menikah? Maka berpuasalah, karena puasa akan mengurangi nafsu syahwat. Trus bagaimana jika sudah siap menikah tetapi belum kunjung datang juga sang belahan jiwa? Maka bersabarlah karena pasti akan dipertemukan di waktu yang tepat. Bukan segera, tapi di waktu yang tepat.

Alloh Maha membolak-balikkan hati seseorang. Bisa saja orang yang kau sukai dengan sangat, suatu saat nanti kau akan membencinya. Pun sebaliknya, jika membencinya dengan sangat maka bisa jadi Alloh akan mendekatkannya padamu. Orang jawa sering bilang, “Gething nyanding”. Ya, Alloh lebih tau yang kita butuhkan dibanding kita sendiri. Tentunya dengan parameter kebutuhan Alloh, bukan parameter kebutuhan kita. Hati-hati dengan segala sesuatu yang berlebihan.

Jika jatuh cinta di saat yang belum waktunya memang repot. Sudah mengikrarkan hati bahwa, aku hanya cinta dia, tidak yang lain. Sehingga ketika ada seseorang yang masuk, tidak ada lagi tempat bagi orang lain itu untuk masuk di hati, karena sudah tertambat dengan seseorang. Yah itulah efek dari jatuh cinta yang belum waktunya, yang ada hanya menyiksa diri saja. Bergelut dengan imajinasi, jikalau, seandainya, dan temen-temennya “perandaian”. Ya, kalau cinta kita bersambut dengan tepukan, kalau bertepuk sebelah tangan? Menyita pikiran, menyita energi dan menyita waktu untuk seorang yang tidak ada kewajiban sama sekali untuk menyatakan cinta. Ya, kalau yang ditunggu adalah jodoh kita, kalau ternyata itu adalah jodoh orang lain?? Bukankah itu sebuah bentuk kesia-sianan belaka? Sungguh jodoh adalah sebuah misteri. Dan bisa-bisa setan pun ikut andil dalam menjerumuskan ke dalam hal yang tidak-tidak. Aku berlindung dari godaan Syetan yang terkutuk..

Ketika cinta itu datang, jangan menghindar, tapi hadapi. Bukan meladeni sehingga bisa termasuk syahwat yang bisa merusak hati. Mengelola cinta sehingga kita tidak diperbudak oleh cinta itu sendiri . Cinta itu akan terlihat lebih indah, karena kita sudah berdamai dengan hati yang mencintai karena Alloh Sang Maha Kasih dan Sayang…

Ketika rasa itu muncul, maka berikhtiarlah untuk menikah. Kalau ada wasilah pergunakan sebagaimana mestinya, pun ketika tidak ada minta tolong seorang perantara untuk memenuhi hajat tersebut. jika sudah ada yang menerima keadaan kita maka diistikarohkan, apakah dia bener2 yang terbaik buat kita? Libatkan Alloh dalam hal apapun. Jika ternyata yang datang pada kita adalah orang yang kebetulan kita juga suka, itulah bonus. Dan jika sebelumnya kita belum mengenalnya dan kita tidak ada alasan untuk menolaknya, maka cinta bisa diupayakan.. toh Alloh yang menggenggam rasa cinta itu, maka mintalah cinta hanya padaNya tidak pada yang lain. Cinta karena Alloh, kau mencintai Alloh dan dia mencintai Alloh dan kalian menikah karena sama-sama mencintai Alloh…

Yang jelas, siapapun dia nantinya, tidak harus dia seorang yang kau sukai, tapi dia pasti yang terbaik untukmu.

^_^

12 thoughts on “Lets Talk About Love

  1. aq sudah trlanjur mengikat hati dan trikat oleh sbuah hati, dan kami brniat utk menikah, gk tau knp aq tkt skali khilangan ny, dana utk brtmu blum jg trkumpul krna kami berada pada jarak tmpt yg sangat jauh, kpn kah dia akn siap mengkhitbahku, smentara bknlah materi yg mjd tjuan utamaku, jujur. . trkadang aq takut dgn rasa dhatiku, smoga Allah sgera memantapkan hatinya, dan memenuhi target yg ia inginkan, smoga aq dpt trus brsbr. . karna aq lelah dlm harap akn cinta yg tak kunjung halal. . do’akn aq ya sobat smua. .

  2. Tidak ada yang dikhawatirkan, tulang rusuk sudah tercatat, rezeki dan umur. Tinggal kita bagaimana menghadapinya. Salam kenal Chan😀 Jalan2 ke blogku yah teman

  3. Yakinlah, tak kan tertukar tulang rusuk itu. Sebesar apapun usaha untuk mendapatkan seseorang, ketika bukan jodohnya maka tak akan dipertemukan. Jadilah wanita yang paling bahagia, yaitu selalu ikhlas. serasa tak ada beban. Dan kau berhak membuat peta kehidupan bahteramu kelak tanpa menggambarkan dahulu nahkodanya. Dan ketika nahkoda itu sudah tergambar jelas, maka segeralah berlayar.. ^_^

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s