Uleh-uleh dari Salatiga


Pengalaman adalah guru yang  sangat efektif. Begitulah kira-kira kalimat yang tepat buat saya. Perjalanan ke salatiga yang sebelumnya ku berangkat dengan enggan. Jadi teringat dengan salah satu bunyi ayat yang sering kali digunakan dalam kegiatan kampus. Dan berangkatlah kamu dalam keadaan senang maupun sulit.

Saya diantara orang-orang hebat dari rombongan solo menuju Salatiga untuk memenuhi acara yang diadakan oelh suatu partai padi emas se jawa tengah. Ketika itu adalah hari sabtu-minggu.

 

Rombongan sari solo ada 7 termasuk saya sendiri. Saya termasuk yang paling kecil, yang paling tak tahu menahu dengan yang dibicarakan di mobil yang dikendalikan oleh ketum partai padi emas itu sendiri. Bagaimana saya bisa tahu dengan apa yang dibicarakan, saya belum berkecimpung dalam ranah tersebut. akhirnya saya memilih diam saja, dan berbicara kalau ditanya. Sekaligus mengamati sifat dan karakter dari umahat-umahat yang beberapa baru saya kenal. Tentunya sambil senyum-senyum sendiri mengamati hal-hal yang berada didalam mobil itu.

Sebelumnya kita mengisi amunisi dahulu di daerah boyolali, di suatu rumah makan yang sangat ramai dan terkenal dengan sotonya,  karena belum sempat sarapan sejak berangkat tadi. Dan disana bertemu dengan rombongan di sukoharjo.

 

Sesampainya di salatiga, kita langsung chek in (hayyyah,agak elit bahasanya, walo[un nyatanya ndak seelit bahasanya. Hehe)  di kamar sesuai dengan daerah masing, masing dan sebagian langsung diberangkatkan ke semarang dengan acara yang berbeda.

 

Pembukaan dimulai dengan urutan yang seperti biasanya, diikuti dengan tasmi ayat pendek dari anak SD IT dari salatiga. Subhanalloh ternyata yang datang dari ujung sampai pangkal jawa tengah, dan sebagian besar adalah para umahat. Tak sedikit yang membawa anak masing-masing demi mengikuti acara tersebut. bahkan ada yang masih berumur 2 bulan. Subhanalloh, mungkin hanya dari partai ini yang begitu berani mengambil resiko sebesar itu. Dan hal ini dilakukan bukan karena rasa cuek atau bahkan mengambil keputusan gegabah dengan mengajak anak ke dalam suatu acara. Ya, para umahat itu mempunyai misi jangka panjang dan balasannya mungkin tidak disini. Allahu’alam bishawab..

 

Acara demi acara saya ikuti diawal dengan rasa mlongo asli, karena saya ndak mudeng babar blas, tapi saya ikuti dengan santai. Toh untuk belajar kita bisa mengambil dari berbagai aspek untuk diterapkan di aspek yang lain. Jika cerdas maka ilmu apapun bisa diterapkan dengan kasus yang mungkin sama sekali berbeda.

 

Dari berbagai materi yang saya sukai adalah terkait dengan kewirausahaan. Kesimpulan yang bisa saya ambil dari materi yang disampaikan oleh bapak2 yang subhanalloh sangat luar biasa sekali adalah, kaya itu wajib bagi kita orang muslim. Untuk beribadah adalah hal yang mustahil kalau kita tidak melibatkan uang. Sekecil apapun. Semakin besar masukan yang kita peroleh dari hasil keringat kita maka yang diharapkan adalah sedekah, infak kita juga semakin banyak. Semakin banyak juga kontribusi kita terhadap dakwah. Karena islam tidak mengajarkan kita untuk menumpuk harta . Tidak hanya berinvestasi di dunia tetapi hal yang paling penting adalah investasi akhirat. Nah kalau kita berinvestasi besar didunia saja dan mengesampingkan investasi akhirat, maka harta apa yang bisa kita gunakan ketika kita mati nantinya? Toh harta itu tidak dibawa mati. Jadi hanya orang yang cerdassaja yang berlomba-lomba untuk investasi di akhirat.

 

Walaupun bentuk investasi di akhirat itu tidak hanya berbentuk uang saja, bisa tenaga, pikiran, ucapan, tulisan dan lain-lain. Tapi yang sungguh baik adalah kalau investasi dengan harta. “dan berjihadlah kamu dengan harta dan jiwa” jadi kenapa kata harta itu yang paling utama untuk berinvestasi. Tentunya hal ini tidak mengesampingkan hal selain itu untuk berinvestasi dengan yang selain harta. Karena yang terpenting adalah sebesar apa sih kontribusi kita untuk islam ini, untuk dakwah ini. Sebagaimana yang sering dikatakan oleh banyak ustad, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya.

 

Salah satu hal kenapa kita tidak kaya adalah karena mind set kita untuk menjadi kaya adalah salah!, banyak orang tua yang menghendaki anaknya untuk menjadi “PNS” karena untuk mencari zona aman yaitu mendapatkan pensiunan. Paling puoll gaji dari seorang PNS golongan 4E itu tidak kurang dari 10 juta. Dalam catatan jika orang tersebut jujur, dan yang tidak jujur itu tidak akan saya bahas disini.  Dan ketika menjadi wirausaha bisa lebih dari itu. Dikisahkan oleh seorang wirausahawan. Ketika ditanya berapa omsetmu tiap bulannya? Kemudian dijawabnya dengan santai, “maaf saya tidak bisa menghitungnya”. Kalau begitu berapa asetmu sekarang? “Waduh saya juga tidak bisa menghitungnya”. (hemmm, mulai mencurigakan sekali punya usaha tapi tidak bisa menghitungnya padahal hal itu sangat urgen sekali dalam dunia bisnis) tetapi ketika beliau melanjutkan ucapannya “kalau laba bersihnya saya tau pak, untuk sebulan saya bisa mendapat laba bersih setengah milyar”.

 

Busyeeeet, banyak banget dah.. jelas saja beliau adalah usahawan yang memiliki 4 apotek dan 16 klinik dan masih banyak lagi cabang usaha yang dimilikinya. Subhanalloh…

 

Ada empat kuadran posisi orang dalam bekerja itu. Employe yaitu  hanya mengandalkan sebagai karyawan saja, baik karyawan swasta maupun negri. Self employee yaitu pekerja lepas, pendapatan yang dia dapatkan itu tergantung dari seberapa keras dia bekerja dan berusaha, dan seberapa banyak peluang yang dia ambil, for example (penulis, designer, dll). Bussines, yaitu usaha yang dikelola baik dikelola sendiri ataupun dikelola orang lain. Dan yang terakhir adalah Investasi. Persamaan antara investasi dan bussines adalah sama-sama mengelola suatu usaha, yang membedakan adalah bussines itu tidak jalan tanpa ownernya, jadi perlu pamantauan tiap hari. Sedang investasi, bussines itu akan tetap berjalan walau ditinggal owner” dalam catatan pemantauan itu tetap dilakukan dalam intensitas yang tidak terlalu dekat.

 

Bagaimana untuk memulai, mmebangun kehidupan finansial:

Yang pertama adalah perbaiki ide tentang uang.

Mulailah bermimpi, mimpi besar untuk menjadi orang kaya. Kata giring nidji “Mimpi adalah kunci”. Karena langkah kita akan lebih besar ketka kita kaya. Tentu saja tetap memperhatikan kode etik untuk menjadi orang kaya, tidak menumpuk harta.ya salah satu alas an kenapa kita tidak kaya-kaya adalah siroh yang didapatkan hanya sekitar, zuhud, kesedrhanaan dan lain-lain. Dan jarang mendapatkan siroh tentang sahabat nabi yang kaya raya. Hehe  (itu kata bapaknya lho).semua sirih itu baik tentunya, tapi jangan jadikan alasan kenapa kita tidak bisa kaya2.hehe. banyak sekali dahabat nabi yang kaya. Tak jarang kalau banyak yang menghibahkan onta untuk kepentingan perang. Dan ontanya itu adalah onta kualitas terbaik, onta merah dan tidak satu, tapi ratusan.. hemm, subhanalloh sekali kan?

 

Yang kedua “siapkan untuk menjadi orang kaya”

Sebelum anda menjadi orang kaya, latihlah terlebih dahulu menjadi kaya. Coba mulai membayangkan ketika kita adalah seorang penari dan harus tampil satu bulan kedepan di suatu acara, maka yang kita laukukan adalah “Latihan” banyak orang yang tidak siap menjadi orang kaya, karena dia tidak melatihnya. Ketika mendapat harta yang tiba-tiba dan banyak, tentu saja dengan ndadak itu tidak ada persiapan yang ada sebelumnya, alhasil waktu yang bertahan hanya sebentar saja, bertahan dalam waktu, bulanan, mingguan bahkan harian saja.

 

Hal ini dicontohkan pada suatu pengalaman seseorang. Ketika seseorang itu mendapatkan kesempatan untuk menginap di hotel bintang 5 di suatu kota. Sudah chek in, dan dari resepsionis hanya memberikan kartu yang mirip dengan ATM. Ketika memasuki lift, beliau bebarengan dengan orang jepang yang ketika itu sedang bercakap-cakap lewat telepon seluler. “Haik . . . .” bapak itu masuk lift kemudian memencet tombol. Ditunggu beberapa detik kok belum mulai naik-naik.. diulangi sekali lagi memencet tombol “ nit nit nit nit . . .” nihil.. (pucet, jangan-jangan lift ini rusak) karena beliau adalah rang yang tidak mudah menyerah maka dicobanya sekali lagi. Behhhh, masih sama. Akhirnya orang jepang yang sudah selesai bercakap-cakap lewat teleponnya tadi menggesekkan kartu tersebut dan Alkhirnya bisa naik.. Alhamdulillah kata beliau. Beberapa detik kemuadian beliau malu sendiri. Tapi segera ditepisnya dalam hati, kalau tdak begini saya tidak tau caranya dan tidak belajar. Itu artinya tidak mempersiapkan mejadi orang kaya walaupun kejadiannya memalukan seperti ini.(hihihi)

 

Bersambung . . .

One thought on “Uleh-uleh dari Salatiga

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s