Menjaga Hati


Menjaga hati?

Menjaga hati diri sendiri agar tidak tersilaukan dengan godaan dunia di tikungan ketiga yang tajam ini, dan menjaga hati orang lain atas tingkahku. Haaaaaaaaaaahhhhhhh, terlalu ruwet untuk dituliskan dan terlalu mendramatisir keadaan saja. Mending menghafalkan target hafalan di bulan ramadhan ini.

Yang jelas aku membutuhkan banyak waktu, karena dengan kasus yang sama aku akan merasa biasa bin enjoy dengannya membutuhkan waktu 3 tahun. Cukup lama kan?

Aku hanya ingin menjaga hati, apakah sikapku salah? Ya mungkin sikap mendengarkan curhat yang kebanyakan mereka cerita padaku itu adalah sumber permasalahan terbesar. Terutama pada seorang putra. Aku bukan orang yang perhatian, tapi hanya seorang pendengar yang baik. Dan mungkin lebih asyik aja untuk asyik2kan ngobrol.

Tapi itu dulu, aku sudah ingin menjadi lebih baik lagi, aku hanya ingin bunga ini mekar disaat yang indah dan hanya satu saja yang tertarik untuk mengambil serbuk sarinya. Ya hanya satu saja. Aku tidak membutuhkan banyak orang yang melirik dan terlalu banyak orang mengagumi keindahan bunga saat mekar itu. Makanya aku membatasi pergaulan dengan ikhwan terutama. Interaksi dengan ikhwan. Aku orang yang mudah suka pada orang sebenernya, tapi dalam artian tidak semua orang aku bisa suka. Aku paling gak bisa suka sama temanku sendiri, karena sudah kuanggap “sedulur” sendiri. Dan orang yang kuanggep sedulur adalah teman-teman yang sering kumintai tolong. Nah diluar itu, masih bisa ada kesempatan untuk membuatku suka, dan alhamdulillah aku tidak pernah kontak secara intens dengan orang2 diluar “sedulur” itu..

Ingin menjaga hati dia dengan tidak sering interaksi dan kontak setelah ada something wrong, apakah aku salah?? Heyyy, suka suka gue donk, itu salah satu caraku untuk mengatasi masalahku.. hanya memerlukan waktu yang cukup bagiku hingga semua berjalan seperti biasanya.. 3 tahun tak kontak secara intens atau sampai aku menikah nanti. Itu sudah cukup bagiku untuk bersikap seperti biasa. Tapi ketika ku menikah nanti, karena aku sudah ada yang punya, maka aku adalah tanggungan suamiku kelak dan aku gak berhak untuk mendengarkan keluh kesahmu lagi teman. Ya, aku tidak menyalahkanmu pun tidak membenci, dan kau tidak perlu merasa bersalah padaku sedikitpun. Tapi ku hanya butuh waktu saja. Ingat, butuh waktu saja..

Kata Mario teguh, semua orang mempunyai masa lalu yang suram, tapi masa depan orang yang masa lalunya suram itu sesungguhnya masih suci. Ya masa laluku yang suram atas pergaulanku di pramuka. Aku tidak menyalahkan pramuka, karena aku mendapat banyak saudara disana. Komunitas di kuliah pun juga tak kalah mengerikan, karena sebagian besar adalah putra. Putri adalah komunitas kecil dari kelasku. Tapi InsyaAlloh silaturahmi kami masih terjaga sebagai sedulur yang saling membantu. Aku suka paseduluran, aku suka ukhuwah itu. Mereka mengajarku banyak hal yang belum kutemui di zona nyamanku. Zona tak nyaman dari kehidupanku itu membuatku merasa diterima. Walaupun aku tidak mempunyai banyak pengaruh disana, tapi setidaknya aku mengenalkan kepada mereka ini lho islam yang indah itu, dan meraka menerimaku. Terimakasih teman teman.. ^_^

Sebuah cita-cita untuk menjadi wanita sholihah, menjaga hatiku atas perilakuku sendiri dan menjaga hatiku sendiri agar tidak tersilaukan dengan sesuatu yang menyilaukan. Karena aku hanya ingin suamiku kelak adalah orang yang menjaga hatinya. Aku nggak mengharapkan ikhwan yang keren luar biasa dalam kiprahnya di dalam dakwah, karena kiprahku dalam dakwah ini pun tak seberapa. Aku gak mengharapkan suamiku kelak adalah seorang ikhwan militan dengan ilmu agama yang mumpuni bak seorang ustad, tetapi dia adalah seorang pembelajar yang baik, karena aku pun belum mempunyai ilmu agama yang mumpuni bak ustadzah, tapi aku mau belajar untuk itu. Tapi kalau Alloh memberiku yang lebih dari itu ya itu bonus buatku. Alhamdulillah ^_^

Dan untuk menjaga hati ini intinya adalah perbanyak dzikir pada Alloh..

Ku hanya ingin menjaga hati ini, itu saja…

Solo, 10 Agustus 2011

16 thoughts on “Menjaga Hati

  1. Assalamu’alaykum..kunjungan pertama nih mbak. ^^ bagus2 yaah tulisannya..
    hmm.. susah mbak mnjaga hati.. -_- cerita mbak itu mgkin trjadi pdaku saat ini..

      • Pantesan, pengalamane wes okeh. Ketoke perlu belajar banyak ki tentang menjaga hati *eh😀

      • sini sini tak ajariin. Hahaaaa
        ssssstt….. ingat pesanmu “Jagalah hatimu”
        Tanggapi cintamu dengan bijak!!!😛

      • ndang dibuat “tikungan cinta” hihihiiiiiiii
        Makane, ojo Tepe tepe jugak…:mrgreen:

        hangat-hangat kuku terkait beritamu terkini ituuuh😀

      • Hahahaha. . aku bukan tepe2 mbak, itu hanya sekedar gambaran kreatifitas sahaja, gak lebih.😀

      • iye iyeeee..
        ternyata sudah 1 tahun lebih yaks sejak di solo tulisan ini terbit “Solo, 10 Agustus 2011”..

        Kerennyaaa..
        ciyuus deh:mrgreen:

      • buaten yaks??
        tar diakhir kata tertulis..
        “dedicated 4 me & special thax 4 me” atas harga diri yang selalu remux. hahaaaaa

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s