Cinta yang benar adalah cinta yang tidak menyakitkan


Hari kelima belas ramadhan..

Kemarin mendapat kisah yang sangat inspiratif dari kakak sepupu. Menghabiskan waktu untuk sharing tentang permasalah yang kita hadapi masing-masing. Selama 2 jam kami membicarakannya, dan akhirnya terpaksa diakhiri karena sudah larut malam.

Berbicara masalah cinta memang tidak ada habisnya. Kenapa manusia diciptakan berpasangan? Salah seorang teman bertanya kepadaku melewati sms. Sejenak langsung kuteringat akan undangan pernikahan yang didalamnya sering kutemukan ayat yang mendasari kenapa manusia itu diciptakan berpasangan. Kemudian kucari dalam Al Qur’an terjemah dan kujawab dengan mengutipkan salah satu surat dari Al Qur’an.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”(Qs Ar Rum)

Yah tidak bisa dipungkiri bahwa kita semua akan merasakan ketertarikan lawan jenis, layaknya kutub yang saling berlawanan positif negatif maka kutub itu akan tarik menarik. Itu adalah hal yang fitrah. Pembahasan yang hampir sama dengan pembahasan-pembahasan sebelumnya tentang masalah hati. Memang butuh kehati-hatian dalam menjaga hati. Oleh karena itu untuk membuat rasa ini tersalurkan dan menjadikannya halal, islam meberikan solusi untuk menikah bagi yang sudah mampu.

Sedikit kisah yang inspiratif yang akan saya ulas. Yaitu tentang kisah dari seorang santri dan santriwati. Ada seorang santriwati yang nyantri di suatu pondok di suatu daerah, saya pun juga tidak tahu pondok apa. Santriwati tersebut menyukai seorang santri yang juga mondok disitu. Entah proses ketemunya seperti apa, apakah sama dengan kisah dari “pesantren rock en roll” saya tidak menanyakan dan tidak tertarik untuk mengetahui lebih lanjutnya.
Ternyata sang santri tersebut juga mempunyai perasaan yang sama. Layaknya dayung yang bersambut, mereka saling tahu kalau mereka saling menyukai. Dilihat secara sikap, mimik wajah saat mereka bertemu bisa juga menjadi tanda bahwa mereka saling menyukai.

Akhirnya mereka lulus dari pondok dan kembali meneruskan kehidupan masing-masing. Dan akhirnya di saat itu adalah waktu yang tepat untuk menikah dilihat dari kesiapan, umur dan lain-lain. Santriwati tersebut dilamar oleh seseorang kemudian dengan alasan tertentu beliau menolaknya. Untuk beberapa kali terjadi seperti itu. Maklum, beliau dikarunia wajah yang cantik dan yang terpenting hatinya pun tak kalah cantik. Siapa yang tidak tertarik dengan kecantiakan luar dalam beliau.

Akhirnya pada suatu kali datang seorang lelaki yang datang untuk melamar beliau, lelaki tersebut bukan orang yang disukainya waktu nyantri dulu. Dan jawaban dari santriwati tersebut adalah “Yes I Do”. Dari segi penampilan lelaki itu tidak terlalu tampan, tapi dalam hati yang paling dalam santriwati tersebut mantab untuk menerima pinangannya.

Rentan waktu antara khitbah dan akad tidak terlalu lama pun tidak terlalu sempit. Sampailah berita pernikahan itu ke santri yang disukai santriwati tersebut. Orang tua santri tersebut menelpon untuk memastikan apakah benar santriwati itu akan menikah, tak tanggung-tanggung bahkan orang tua si santri menawarkan anaknya pada santriwati tersebut agar mau dinikahi oleh anaknya. Bisa dibayangkan rasa sakitnya seperti apa?

Orang yang dulu pernah saling menyukai kemudian dengan satu langkah saja meraka akan bersatu, yaitu memutuskan khitbah dari lelaki yang sudah datang untuk melamarnya kemudian menerima pinangan dari lelaki yang sama-sama ada rasa. Tapi apakah itu yang sudah diajarkan islam? Bahwasanya haram hukumnya melamar wanita yang sedang ada pinangan seorang lelaki lain?. Sakit rasanya mendengar cerita itu, apalagi merasakannya. Dan ku memahaminya.

Subhanalloh santri itu dengan tegasnya mengatakan tidak untuk berbuat demikian. Walaupun dengan rasa sakit yang dirasakannya beliau berani menanggung resiko seumur hidupnya, tidak menikah dengan orang yang disukainya. Tidak dengan hanya itu godaan yang beliau alami, santri yang disukai santriwati tersebut memaksa bertemu sebelum akad. Tetapi ditolaknya oleh pihak wanita karena beliau takut akan merancukan arah panah yang seharusnya sudah terarah tersebut. Beliau ingin menjaga hatinya yang sudah mendekati labuhannya.

Singkat cerita akhirnya wanita itu menikah dengan lelaki yang telah meminangnya lebih dulu. Bukan masalah cinta yang timbul sebelumnya, tapi karena kemantaban hati yang Alloh berikan bahwa ia adalah jodohnya. Seiring berjalannya waktu si wanita mulai mencintai suaminya dan memang seharusnya seperti itu. Karena cinta itu harus diupayakan. Sedangkan kisah cintanya yang dulu, itu tetaplah menjadi kenangan dia, dan wanita itu telah menemukan cinta sejatinya melebihi cintanya dulu pada seorang lelaki yang ternyata bukan jodohnya..

Menikah itu tentang menjaga hati. Bagaimana memantabkan hati diri ini untuk meniatkan menikah hanya untuk mencari RidhoNya saja. Karena Allah lebih tau apa yang dibutuhkan dibanding kita sendiri. Mungkin diawal hati ini akan sakit sekali karena kenyataan yang berkata lain, tapi sesuatu yang lebih indah dibalik semua ini. Dan cinta yang benar adalah cinta yang tidak menyakitkan..

Menikah itu adalah tentang mencari Ridho Allah jika itu berurusan dengan Allah. Dan menikah itu adalah tentang menjaga hati jika itu berurusan dengan manusia. Menjaga hati atas panah yang seharusnya diarahkan ke hati yang semestinya diarahkan. Dan semua itu akan indah di masanya.

Solo, 15 Agustus 2011

4 thoughts on “Cinta yang benar adalah cinta yang tidak menyakitkan

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s