Teruntuk dia nantinya


Satu pertanyaan yang ingin ku ketahui darimu
Maukah kau menerimaku dengan kelebihan dan keunikanku?
Ya, ku menyebutnya keunikan karena Alloh tidak menciptakan seseorang tanpa guna sedikitpun
Dan kuyakin pasti berguna, bahkan sebuah kekurangan yang dimiliki oleh seseorang, yaitu kekuranganku.
Ku tak menyebutnya kekurangan, tapi aku lebih suka menyebutnya sebuah keunikan..

Ketika sebuah ikatan yang suci itu terucap olehmu dengan sepenuh hatimu, ntah bagaimana perasannku, haru bercampur bahagia mungkin,
Ahh, sulit terlukiskan pastinya.
Sebuah akad ijab qabul yang disaksikan oleh saudara-saudara terdekat kita
Dan ketika kau mengatakan kalimat yang sangat sakral itu,
Maka tanggung jawab yang berat atas tanggungan seorang manusia asing
Yang sebelumnya tak kau kenal sebelumnya terlimpah kepadamu

Tanggung jawab yang sebelumnya dipikul oleh bapakku
Dan akhirnya disaat itu tanggung jawab itu beralih kepundakmu
Ya, aku tahu, kau mempersiapkan tanggung jawab yang berat itu jauh-jauh hari
Bukan, bukan hitungan hari, bahkan tahunan kau mempersiapkannya.

Kemudian kita bersama-sama menyusun puzzle itu,
Tentang masa depan kita,
Tentang kemanakah kapal ini akan berlayar,
Tentang bagaimana kita mencapai tujuan akhir kita,
yaitu tempat peristirahatan kekal kita, syurga..
Tentang sebuah keyakinan dari dirimu bahwa kau mampu untuk menjadi pemimpin bagi keluarga baru kita,
Bahkan tak cukup menjadi pemimpin bagi keluarga kita, tapi sebagai seorang qawwam bagi masyarakat sekitar kita, dan bahkan lebih luas lagi..

Tentang berapa jundi prajurit kita yang akan kita cetak kelak
Jundi kecil yang kita didik sedemikian rupa
Yang tidak hanya mengenalmu sebagai ayah yang bertanggung jawab atas nafkah
Tapi juga sebagai sahabat yang selalu dekat dengannya
Yang selalu mendengar tentang impian mereka
Hemmm, memang impian mereka kadang terlalu konyol untuk direalisasikan
Tapi bukankah mereka akan menjadi hebat dengan pemikiran mereka yang tanpa batas??

Bukanlah robot yang kita cetak untuk jundi kecil kita kelak
Tapi seorang pemimpin yang bersikap dengan hati nurani
Bukan tumbuh karena nilai pamrih yang menyesatkan
Membuat mereka merasa tertipu karena didikan material.
Bukan nilai sebuah materi yang kita tanamkan untuk cita-cita mereka
Tapi cita-cita yang mulia tentang hikmah sejarah rosul, sebuah shiroh,
yang karenanya mereka tumbuh dengan cinta, dan kasih sayang terhadap saudaranya

Sebelum kita dipertemukan
Bukankah kita akan menjadi lebih baik di penantian kita masing-masing?
Aku tidak mengetahui betul tentang kau
Tapi yang kutahu, kau nantinya adalah yang terbaik yang Allah pilihkan untukku,

Mungkin banyak sekali kejutan-kejutan yang kan kau dapatkan setelah mengenalku lebih jauh tentang keunikan-keunikanku yang kau temui nantinya
Bukan karena aku menutupinya diawal ketika kita disatukan, tapi ku mencoba untuk beradaptasi dengan orang baru yang menemaniku setiap harinya.
Mempelajari sifatmu, mengamati apa yang kau suka dan tidak kau suka…
Bukan berarti aku tidak mau mengubah kebiasaan burukku, tapi ku akan belajar, menyesuaikan dengan iringan langkahmu, bukan menyamakan langkah..

Pun halnya dengan dirimu
Tentang bagaimana sikapmu jika kau sedang marah kepadaku nantinya
Tentang Bagaimana nada suaramu ketika kau tidak menyukai masakan yang kubuat
Tentang keridhoanmu ketika menemaniku untuk berobat ke dokter ketika ku sakit.
Dan tentang sikap dinginmu ketika kau merasakan kekurangan yang ku punya

Aku bukanlah orang yang sempurna dan kau pun bukanlah orang yang sempurna
Tak perlu lah masing-masing kita mempermasalahkan seberapa besar kelebihan kita
Tak perlulah masing-masing kita mempermasalahkan seberapa besar kekurangan kita
Biarlah sifat itu melebur menjadi lebih baik karena sifat pembelajaran kita untuk menjadi lebih baik.

Dan akhirnya kita sama-sama ridho untuk bersepakat bahwa kita bersatu karena Aku mencintai Nya, kau pun mencintai Nya dan kita disatukan karena sama-sama mencintai Nya

Dan ketika Alloh memilihkannya untukku,
Maka tidak ada kekuatan dan tidak ada kuasa ku untuk berkata tidak
Dan ku mantab mengatakan “Yes, I do” InsyaAlloh, hanya karena Nya..

Solo, 19 Agustus 2011
19 Ramadhan, edited 25 Ramadhan

13 thoughts on “Teruntuk dia nantinya

  1. Wiiih…. kereeen tulisane rek. Top markotop, joss sarojoss…..

    Apalagi kalimat dibawah ini :

    Dan ketika Alloh memilihkannya untukku,
    Maka tidak ada kekuatan dan tidak ada kuasa ku untuk berkata tidak
    Dan ku mantab mengatakan “Yes, I do” InsyaAlloh, hanya karena Nya..

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s