Tepe-Tepe?? Ngati-ati


Hikmah sebuh film romansa yang islami sangat luar biasa efeknya pada khalayak ramai. Bukan hanya yang alim-alim saja yang menikmati film tersebut, bahkan beberapa yang bisa dikatakan tidak gaul dengan islam pun menikmatinya. Tentang istilah “bukan muhrim” yang sering disebutkan. Ya alhamdulillah syiar untuk menunjukkan ini lho islam itu, yang mengatur tentang muamalah dengan manusia, tentang pergaulan lawan jenis.

Tapi ada satu hikmah yang bisa kusimpulkan dari sebuah film yang digambarkan seorang laki-laki yang so perfect, digambarkan begitu serba bisa nan tiada cacat. Kalau kita pernah mendengar nama “ fahri” yang dalam film tersebut dia jadi tokoh utamanya. Ya, benar.. f“Ayat-ayat cinta” yang begitu fenomenal. Yang begitu ngefek ke semua penjuru.

Buanyak sekali hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian yang ditampilkan dalam adegan tersebut. Tapi saya akan mengambil sudut pandang saja tentang menjaga diri.

Dalam kondisi fahri yang sedang galau tentang targetan menikah, ya siapa juga yang tidak mau untuk menikah? Semua orang pasti menginginkannya. Kemudian ada yang menawarkan untuk ‘taaruf’ dengan seorang wanita. Singkat cerita mereka pun akhirnya menikah.
Setelah menikah cobaan yang semakin besar itu pun muncul. Banyak wanita-wanita yang dulunya pernah ‘dekat’ dengannya menawarkan diri untuk menikahinya. Ada yang sampai sakit dan akhirnya meninggal.

Beberapa wanita itu nurul, nouroh, dan maria. Beuuu, banyak sekali pilihan ya.. kalau saya jadi fahri, pastinya saya dalam kebimbangan yang nyata asli (hayyah lebay, hihi).

Tak ada semut kalau tak ada gulanya. Pasti ada sebab kenapa mereka bisa sampai jatuh hati pada fahri sampai berfikir fahri adalah yang terbaik buatnya. Fahri yang sering berduaan dengan maria, saling memberi hadiah berupa makanan dll, fahri yang sering diskusi dengan nurul dengan kedok ‘teman belajar’, dan sikap peduli fahri pada nouroh yang disalah artikan. Ya, pada akhirnya tanpa sengaja fahri menebar jaringnya. Dan sikap wanita yang jatuh hati pada fahri itu menurut saya kok terlalu ngoyo dan terlalu mendramatisir keadaan hanya untuk mendapatkan seseorang. Suatu hal yang disadari oleh maria di akhir hidupnya, bahwa antara mencintai seseorang dan keinginan untuk memiliki itu rasanya sangat berbeda.

Satu hal yang bisa kujadikan pelajaran buat kita semua. Bahwa memang pentingnya menjaga hati. Teruntuk yang wanita, jikalau kau adalah orang yang lemah lembut dan gemulai (emang dah dari sononya ni) so, ketika berhadapan pada orang yang sekiranya bisa membuat tegangan listrik itu berpacu, ya jangan terlalu ditonjolkan dan ditingkatkan (haduu, gimana ya bahasanya?? Agak bingung sendiri ). Ya, saya cukup memahami, pada dasarnya wanita itu memang diciptakan dengan kelembutannya, tapi harus tau tempat juga ya, dimana kita harus bersikap lemah gemulai dan dimana kita harus bersikap tegas tanpa dibut-buat. Bisa-bisa menjadi wanita garang yang ditakuti para laki-laki (wuii, melebihi preman kali ya?hihi). Mending terkena cap wanita yang “sadis” karena menurut sumber sih sering menyindir-nyindir. (ups, curcol ^_^). Bagiku, ah ngapain bersikap lemah lembut pada yang bukan kewajiban kite. Asal kita berbuat baik aje sama mereka dan ndak menyakiti perasaan.. Nah kalau bersikap lemah lembut pada seseorang yang sudah menjadi kewajiban kite ntu sudah cemepak, so wajib malah. hahay

Menurut sumber juga sih (banyak buku tentang psikolog kalau mau cari sumbernya) bahwa laki-laki itu lemah dalam banyak hal. Melalui pandangan, makanya ada perintah untuk menjaga pandangan alias Godul Basor (bener kagak ya tulisannya, ngapunten mewani salah), melalui telinga, dengan mendengar suara, ya suara yang lemah lembut pada wanita bisa juga menjadi alasan para pria jatuh hati dengan wanita. So, hati-hati sist kalau bersuara. Jangan pernah terdengar manja, ihhh yang mendengar saja gimanaa gitu. Hehe, dan sepertinya masih banyak lagi. Laki-laki lebih faham yang mereka rasakan

Nah yang ini ntuk para kaum adam nih. Ya, saya tau beberapa karakter laki-laki yang menebar jaring kemana-mana, siapa yang tersangkut dalam jaring tersebut mereka akan bilang alhamdulillah (hehe, sorry bro nek gak semuanya kayak gini). Menurut cerita dari beberapa teman-teman saya yang ku menyebutnya sebagai ‘playboycapkadaljengking’ hihi (sorry lagi bro, hehe). Beuuu, kadang geli sendiri dengan tingkah laku mereka, pokoknya marai gregetan aje.

Hey bro, kau tau tak, kalau wanita itu lebih lemah dalam hal pendengaran, mendengar perkataan yang katenye sih ye membuat para wanita ni klepek-klepek dengan rayuan gombil mereka. Wanita-wanita itu merasa ihhh, begitu perhatian sekali padaku, pasti ada apa-apa nya deh. Dan hati-hati sist, dengan sikap perhatian mereka. Kalau ada yang bersikap seperti ntu tantang aje, sudah siap nikah belon? Kalo udah jangan hanya maen aer ke kubangan aje jika sudeh bise renang kedalam.

Fiuhhh, teman-teman yang seperti ini alhamdulillah ada yang sudah tobat dengan kelakuan mereka dan jaring yang ditebar tidak begitu luas, hanya beberapa saja. Tapi tetep, lho?? Ndak kok, alhamdulillah sudah ada yang sudah mulai berfikir dewasa tentang hal ntu (hehe).

Yasudah, sekiranya itu pesan yang saya sampaikan. Sekedar menuangkan pikiran tentang kekhawatiran pada saudara-saudara saja untuk tetap berhati-hati dalam menjaga hati dan bisa saja terkena jaring asmara itu. Just becarefule sist. Dan pesan buat semuanye aje baik ntu ikhwan (ikhwan flamboyan nan genit), baik itu akhwat (yang LemahGemulaiDanAlusBanget), maupun buat temen2 aye semuanye aje deh. Jangan pada TePe-Te Pe ye.. sudah banyak yang terbukti bahwa jika yang melakukan hal ntu akan berefek kalau sudah serius untuk ke jenjang yang lebih sakral lagi.

Cukuplah satu yang terkena jaringmu dan kau seriusi, kalau ditolak yasudahlah, banyak yang mau dengan kau bro. Dan buat saudariku, biarlah hanya satu saja yang tertarik pada keindahan bunga yang sedang mekar itu sist, jangan memamerkan keindahan bungamu itu pada siapa saja. Kagak baik ntu, asli deh..
Don’t try this at home. Kalau ndak percaya, coba saja. Dan nikmati cobaan itu. Hihi ^_^

Klaten,01 September 20011

4 thoughts on “Tepe-Tepe?? Ngati-ati

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s