Rumah Pohon



Gadis kecil ittu kira-kira berumur 6 tahun, kelas 1 SD. Suasana rumah itu tidak terlalu rindang oleh pepohonan. Hanya 2 pohon mangga besar yang membatasi rumahnya dengan jalan. Pohon mangga manalagi di sebelah timur dan pohon mangga arum manis di sebelah barat.

Diantara dua pohon itu tersambung sebuah kolam ikan yang berukuran 4 x 2.5 meter. Lumayan besar, dan ketika sudah waktunya tiba untuk dibersihkan banyak anak-anak desa setempat menggunakannya untuk berenang disitu. Ditepi kolam sebagai pembatas antara teras dan kolam, ada kursi terbuat dari beton sepanjang kolam tersebut.

Amoy sebutan gadis kecil itu. Wajahnya lumayan bersih dari anak lainnya, kuning langsat dengan rambut lurus pendek tergerai sebahu. Tingkahnya lumayan lincah, tetapi agak malu-malu.

Rumah pohon, ya dia mengidam idamkannya sejak dulu. Dengan dimensi 2 x 2 x 2 sudah cukup besar baginya untk bermain dengan anak-anak seusianya. Atapnya terbuat dari daun kelapa yang mengering dengan sudut 45 derajat dari tepi dinding rumah yang terbuat dari papan kayu kira-kira setebal 0.5-0.75 cm. lantai rumah yang terbuat dari kayu dengan ketebalan yang lumayan tebal, mungkin 4cm cukup untuk menanggung beban beberapa anak didalamnya.

Rumah itu menggantung di pohon mahoni yang diameternya setengah meter, dan untuk memasuki rumah itu haruslah melewati tangga yang dibuatnya simple. Dan ada juga seutas tali bagi yang tidak mau turun lewat tangga karena dianggapnya terlalu lama.

Ya, rumah pohon itu yang ada di benaknya dengan dimensinya yang terperinci. Sebuah alasan kenapa gadis kecil itu menginginkannya. Ya, karena gadis kecil itu ingin mandiri.orang yang mandiri ketika besar nanti. Dengan rumah pohonnya itu dia bisa mengundang teman-temannya untuk bermain bersama, layaknya sang pemilik rumah sesungguhnya yang disitu dia menjamu teman-temannya walaupun makanan itu diambilnya dari rumahnya yang berada disampingnya.

Rumah pohon itu membuatnya senang, karena dengan adanya itu dia bisa belajar bagaimana menjamu tamu dengan baik, dengannya dia bisa memanage rumah itu, bertanggung jawab atas kebersihan rumah kecilnya itu. Tidak terlalu dipikirkan perabotan apa saja yang akan diisi, tetapi dia lebih mementingkan apakah dia bisa memuaskan tamu-tamunya tersebut.

Satu bekal tentang persiapan untuk menjadi seorang istri kelak, setidaknya dia sudah belajar untuk menjadi orang yang bertanggung jawab. Yang jika dicari kesamaan antara peran gadis kecil itu dengan peran seorang istri adalah tentang hal manage. Mengatur apa saja yang harus digunakan, bukan hanya untuk kepuasan sendiri, tetapi untuk kepuasan sang tamu.

. . . . . . .

One thought on “Rumah Pohon

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s