Peristiwa terjadinya ‘malam hari’ yang luar biasa


Peristiwa  terjadinya ‘malam hari’ yang luar biasa

Saat matahari tenggelam, hari mulai gelap, itu pertanda didirikannya sholat magrib panggilan itupun berkumandang di seluruh pelosok hamparan bumi ini. Waktu  yang sangat-sangat ditunggu oleh orang yang berpuasa untuk menyegerakan berbuka, tak lupau untuk tidak melewatkan momen yang sangat ijabah dalam meminta ampunan, dan meminta hajat pada Sang Khalik.

Kemudian hari semakin petang waktunya didirikannya sholat isya. Semakin jarum jam naik sampai jarum menunjukkan keatas persis, menyatukan dua jarum panjang dan kecil kearah atas, seakan menunjuk ke langit, meminta izin untuk menurunkan kembali kedua jarum ini menuju kebawah. Pukul 00.00 malam semakin gelap dan dingin yang menusuk. Kadang angin bertiup kecil-kecil, tapi sesekali agak besar sehingga pohon yang dilewatinya terayun cukup keras. Suara daun yang bergesekan membuat irama alam yang menambah rasa syukur akan nikmat iman akan keyakinan pada Sang pembuat malam dan siang, yang memutar rotasi bumi ini tetap pada porosnya tanpa bertabrakan dengan planet lain maupun benda langit lainnya.

Kemudian jarum jam turun kembali, pukul 01.00 dini hari, malam sudah sedikit lebih terang, setidaknya lebih terang dari pukul 00.00. semakin jarum jam turun maka semakin ada cahaya di ujungsana, jam 03.00, dimana manusia lelap-lelapnya dalam tidur dan udara yang menusuk membuat mereka memilih untuk menaikkan selimut mereka. Dingin..

Ey, tapi ada beberapa yang bangun, mereka meuju tempat dimana ada air disana dan mengguyurkannya di anggota tubuh mereka.Adayang merasa dingin, tapi ada juga yang menikmati sensasi dingin tersebut. Hemm, ternyata mereka mau bertemu dengan Sang pembuat malam dan siang dalam keadaan suci mereka. Dan sajadah mereka tergelar, dilantai, hening.

Diakhir sujudnya ada yang sesenggukan, ada semacam cairan yang mengalir dari mata mereka. Subhanalloh terasa nikmat sekali mereka memanfaatkan waktu yang ijabah ini dalam meminta apapun dari sang pencipta..

Malam agak semakin terang diiringi dengan suara jago yang saling bersahutan, semakin lama semakin banyak kawanan mereka dalam menyambut fajar. Bahkan hewan yang tidak dimiliki cara berfikir yang special dari manusia tak mau melewatkan fajar ini. Tapi kebanyakan masih sibuk dengan mimpi dan selimut mereka.

Fajar tiba, kemudian terdengar suara adzan yang saling bersahutan, semakin lama semakin serempak dan riang sekali. Panggilan untuk sholat subuh telah sampai pada kita, manusia di bumi, bahkan panggilan ini adak istimewa dibanding keempat panggilan yang lainnya, karena ada kalimat “Assholatu khoiru minannaum” sholat itu lebih baik dari pada tidur. Ya, Yang membuat sholat shubuh berjama’ah terasa istimewa itu karena sholat ini disaksikan langsung oleh malaikat. Subhanalloh sekali bagi penikmat sholat shubuh tepat waktu dan berjamaah ini.

Sekali lagi Subhanalloh, peristiwa terjadinya malam hari sungguh bisa dijadikan pelajaran yang penting buatku saat ini,membuat hati ini sedikit lebih tentram setelah adanya ikhtiar. Semakin banyak masalah yang datang, semakin lama semakin berat dan serasa tak kuat diri ini menahannya. Air mata sudah cukup banyak untuk tertumpah meminta belas kasihan dari sang pencipta meminta untuk menguatkan diri ini dalam menahannya, bukan untuk mengurangi bebannya.

Menyadari bahwa setelah malam yang pekat itu semakin gelap, maka itu pertanda fajar mulai hadir. Jika permasalahan semakin banyak maka yakinlah bahwa permasalahan ini akan segera ada penyelesaiannya. Berharap semoga badan ini tetap tegak tanpa meminta penangguhan beban.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata :

“Ketika kesempitan sudah sampai pada puncaknya, maka saat itulah datang kelapangan. Dan ketika musibah itu menyempitkan tenggorokan, maka saat itu datanglah kemudahan”

Dan sudah tertulis pula dalamsuratcinta yang dikirimkan untuk kita manusia dalamsuratke 94, Qs Al Insyirah : 5-6.

“ Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”

Kalimat yang diulang dua kali untuk meyakinkan kita. Dan semua itu tergantung prasangka kita terhadap Alloh.

Aku tidak tahu apakah ini anugrah ataukah musibah, tapi ku hanya berusaha untuk berhusnudzon pada Alloh saja..

Semoga berujung dengan Happy Ending, dan full Barokah..

Amin..

Allahumma amitna fii husnil khatimah..

 

Solo, 04 Oktober 2011

Saat siangnya terjadi fenomena halo matahari yang sangat besar..

Subhanalloh, Allahu Akbar…

Finishing satu hari kemudian..

 

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s