Pandanglah dengan kedua mata kita


Suatu pelajaran yang sangat berharga yang kudapat dari seorang saudara yang sangat dekat sekali denganku. Kami selisih 3 tahun, aku lebih muda darinya. Seseorang dengan pandangan positif thinking yang luar biasa terhadap saudara ku yang lain. Low profile dan santai. Ketika memakan makanan yang mau ditelannya, harus melalui kunyahan di gigi sebanyak 23 kunyahan, tidak kurang, bahkan mungkin lebih. Seseorang yang sering mengajakku untuk menjaga kebugaran dan menjaga bentuk tubuh (wkwkwk) dengan jogging tiap pagi di kampus teknik, dan ketika dia pergi kucoba untuk jogging sendiri dan berakhir tragis. Karena terjadi tragedy teriakan yang fals dari suaraku akibat kejaran anjing milik petugas kebersihan yang menyapu di kampus, dan akhirnya sama sekali tidak pernah jogging sampai sekarang. Hehe.. (Intermezzo).

Suatu saat dia bertanya kepadaku, “ Apa yang ada dibenakmu tentang seorang PGS, eh salah SPG?” Kalau PGS itu Pusat Grosir Solo, sedang SPG itu Solo Pusat Grosir. Loh salah ya? Sales promotion Girl. “ Emm, bajunya minim, kerjanya menggunakan sift, bersolek, dan pergaulannya bebas” ujarku, tanpa merasa bersalah. Watados! ( Wajah Tanpa Dosa) “ Jangan salah fah, dia temanku seorang SPG, tapi tahajudnya tak pernah absent di malam harinya. Ya mungkin anggapanmu itu benar adanya, tapi kenapa kita ndak memandangnya dari sisi yang baik sehingga kesan terhadap orang itupun secara tidak sadar menjadi baik juga, karena kita tidak memandang sebelah mata tentang seseorang itu.”

Duenkkk, asli mak jleb-jleb aku mendengar jawaban dari mbakku yang satu ntu. Semakin ku kagum tak terucap padanya, speechless..

Ya, cara pandang yang menyeluruh maka kau akan melihat keindahan di setiap sudut seseorang tentang sifatnya, tentang sisi lain dari seseorang yang mungkin kita anggep sebagai orang yang aneh atau unik. Memandang sebelah mata hanya akan menggambarkan satu prespektif saja, saklek, dan membuat otak tidak kreatif karena hanya satu ide saja. Bayangkan kalau kita melihat sesuatu hal atau seseorang dengan menyeluruh, pasti kata-kata yang dihasilkan banyak.

Semua orang mempunyai cara berfikir masing-masing, cara pandang, cara penyampaian, cara mengungkapkan dan tingkah yang berbeda-beda pula. Memang seharusnya seperti itu, tidak terbayang jika orang di sekeliling kita mempunyai sifat, dan kelakuan yang sama dengan kita, maka pastilah dunia ini tidak berwarna. Membosankan asli.

Yang terpenting dari sebuah perbedaan adalah dengan mengormati perbedaan tersebut, tidak mempermasalahkan dan jangan menjudge seseorang terlalu cepat dari segi luarnya saja. Ya, keliatannya berbicara seperti ini memang mudah, tapi prakteknya bisa-bisa sampai jungkir balik. Setidaknya ilmu itu sudah sampai kita, dan tahapan setelah ilmu itu sampai pada kita adalah mengamalkannya, perkara berhasil atau tidaknya kita serahkan saja hasilnya pada Alloh. Urusan kita di dunia ini hanyalah berikhtiar saja.

Jika sekiranya ada teman kita yang mempunyai kelakuan yang tidak baik di masa lalunya, sedangkan dia ada niatan untuk memperbaiki dirinya, maka jangan lihat masa lalunya sebagai penghalang. Masih ingat akan kisah seorang sahabat nabi yang ingin tobat setelah di membunuh 99 orang? Kemudian menjadi genap 100 orang karena orang diminta pendapat itu terlalu saklek menjudge dia akan masuk neraka dan tidak bakal diampuni dosanya. Kemudian tanpa piker panjang sang pembunuh itupun membunuhnya langsung, Blarrrr, pedang itu membelah tubuhnya “ Inyong, rika, Rampung!!!” Loh???, he..

Semua orang mempunyai masa lalu baik itu kelam maupun kelam sekali, tapi yang perlu diingat adalah masa depan kita masih suci. Jangan mencampur adukkan masa lalu dengan masa depan sampai-sampai masa lalunya mempengaruhi masa depannya, menghalangi untuk menjadi seseorang yang lebih baik.

Kita tak pernah tau apa yang terjadi kedepan, menjadi syuhada kah ataukah menjadi pecundang dalam agama yang kita yakini ini. Memandang sebelah mata akan masa lalunya hanya akan membuat ion-ion negatif di sekeliliing kita menjadi liar tak terkendali, mempengaruhi cara berfikir kita, cara berfikir itu akan menjadi kata-kata. Hati hati dengan perkataan karena hal itu akan menjadi tindakan, hati-hati dengan tindakan karena itu akan menjadi karakter, dan hati-hati dengan karakter karena itu akan menjadi takdir kita.

Bisa jadi orang yang kita anggap remeh itu kedepan menjadi orang yang lebih bertakwa dari pada kita, ya hidayah itu hanya milik Alloh saja, tidak dari aku, pun juga bukan dari kamu. Jika toh kita dianggap remeh, jangan mempersoalkan terlalu berlebih, Lebay.., toh ibadah kita memang bukan untuk manusia, tapi memang hanya untuk satu tujuan saja. Tak perlulah kita menunjukkan hasil akhir ini jika hasilnya berakhir happy ending full barokah ini kepada seseorang yang menganggap kita remeh. Biarlah Alloh yang menilainya saja. Asalkan kta juga tidak ada masalah dengan muamalah kita dengan saudara kita, berusaha tidak menyakiti, berusaha untuk berbuat baik padanya.
Berkata, “Alhamdulillah atas hidayah Mu yang engkau berikan padaku atas kelamnya masa lalu ku” itu lebih baik dari pada berkata “ Hai kau yang meremehkanku atas masa laluku, lihatlah aku sekarang yang lebih baik darimu”

Semoga lirihan istighfar ini terus terlantun di mulut-mulut kita atas pikiran kita yang tidak baik terhadap saudara kita. Urusan kita dengan saudara kita adalah berpikiran baik, positif thinking,  dan mengedepankan khusnudhon. Menghapus beribu alasan untuk berfikiran negatif dan memunculkan satu alasan yang dipertahankan untuk berfikir positif. Perkara memang hal yang dilakukan saudara kita itu benar-benar salah, dan setelah usaha kita untuk mengingatkannya sudah tertunaikan. Maka itu urusan dia dengan Alloh, dan jika kita tetap berfikiran negatif dengan saudara kita, maka kita juga masih mempunyai urusan dengan Alloh dan mempertanggung jawabkannya. Nah loh…

Mencari sisi terbaik diantara sisi-sisi yang kelam, sungguh indah ya jika semua orang berfikir seperti ini. Seribu ucapan tidak akan berarti dari pada satu contoh saja di diri kita, kalau sudah terlanjur membaca ini artinya ilmu ini sudah ada, walaupun tidak seutuhnya, dan tidak lengkap maka tidak ada pilihan lain selain mempraktekkannya.

Ayuuuuh mempraktekkannya!! Tertarik dengan salah satu perkataan dari seorang dokter shalihah, ketika kita berbuat salah dengan seseorang
“ Eh kita masing ingin masuk surga bareng-bareng bukan? Sini-sini, maafin aku ya atas sikapku, ahlul jannah kan suka minta maaf dan memaafkan (^_^)”

Jadi maafkan aku ya, jika ada kata, sikap, lirikan, ucapan yang kurang berkenan. Semoga Alloh mengumpulkan kita di surganya kelak. Dan tentunya kaupun juga sudah ku delete dan sudah di backspace semua khilafmu padaku (PD dahsyat, )
^_^

Salam Ukhuwah
Ulfah Uswatun Hasanah
Solo, 04 Nopember

12 thoughts on “Pandanglah dengan kedua mata kita

  1. Jika sekiranya ada teman kita yang mempunyai kelakuan yang tidak baik di masa lalunya, sedangkan dia ada niatan untuk memperbaiki dirinya, maka jangan lihat masa lalunya sebagai penghalang. Masih ingat akan kisah seorang sahabat nabi yang ingin tobat setelah di membunuh 999 orang? Kemudian menjadi genap 1000 orang karena orang diminta pendapat itu terlalu saklek menjudge dia akan masuk neraka dan tidak bakal diampuni dosanya. Kemudian tanpa piker panjang sang pembunuh itupun membunuhnya langsung, Blarrrr, pedang itu membelah tubuhnya “ Inyong, rika, Rampung!!!” Loh???, he..

    MAAF FAH SETAHUKU CERITANYA MEMBUNUH 99 ORANG BUKAN 999,,, COBA DI CEK LAGI

    • Saya tertarik dengan kata mario teguh
      “Dan sesamamu merindukan kehadiranmu, jika engkau membantu mereka berdamai dengan masa lalu mereka, mensyukuri hidup mereka hari ini, dan bersemangat menyambut kemungkinan baik mereka di masa depan”

      Seperti itulah, karena kesempurnaan seseorang itu terletak pada ketidak sempurnaannya..

      • Dulu kan mereka pernah jaga stand promosi salah satu perusahaan real estate punya salah satu ikhwah,…
        SPG = Stand Promotion Girl = Wanita Penjaga Stand Promosi
        SPG itu nama profesi Fah, bukan status, jadi aku dulu pernah bilang ke seseorang, bahwa mereka ini bisa mengubah citra SPG jadi lebih objektif, jadi SPG bukan melulu gadis seksi yang bisa “dipake”,… begitu,..
        Di salah satu mall di Jeddah sini juga ada SPG, malah pake cadar,.. hehe

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s