Yang sabar yang solihah ya..


Subhanalloh, wanita itu sungguh tegar sekali. Kelopak matanya membesar, mungkin semalaman air itu keluar tanpa henti melaluinya. 2 adik-adiknya pun sudah terlihat tenang. Ku pun bisa merasakan kehilangan mereka. Kehilangan 2 orang yang dicintainya secara bertahap.

Mendengar ceritanya selama 2 jam, ku dengan temanku. Sungguh berita itu begitu membuatku terkaget-kaget, karena memang sebelumnya kita mendengar bapak baik-baik saja. Beliau terkena penyakit jantung, jantung yang bocor. Ya, setiap diri kita memang berteman dengan kematian. Kita tidak pernah tau sampai kapankah kita diberikan kesempatan untuk berkreasi di dunia ini. Pun tak bisa memilih di tempat manakah kita diambil oleh malaikat izroil.

Cerita yang membuatku mbrambang ketika saudaraku itu berkata “ kenapa kedua orang tua ku meninggalkan kita tanpa pamitan terlebih dahulu, tiba-tiba begitu saja tanpa ucapan perpisahan”. Ya Rabbi, berikanlah ketabahan yang ekstra kepada saudaraku itu. Menjadi anak pertama yang kedepan masih bertanggung jawab terhadap adik-adiknya.

Kuyakin hal itu akan membuatmu menjadi seorang yang cantik luar dalam, tak usah ditanyakan tentang hubungan muamalah dengan saudara yang lain. Dia luar biasa baik, apapun dilakukannya. Sering pulang malem untuk mengurusi hal-hal kampus dulu kala ketika kita masih disatukan dalam organisasi. Tidak bisa mengatakan tidak, dan baik kepada siapapun. Hemmm, sungguh beruntung yang kan mendapatkan dia kelak. Semoga rasa sakit karena rasa kehilangan ini berbalas surga.

Untuk menghilangkan kesedihan, kita selingi dengan sedikit bercandaan. Tentang rencana kedepan dalam berkeluarga, dan lain-lain. Setelah dirasa cukup kita berpamitan pulang karena 3 saudara lainnya datang dan bergantian kita yang pulang. Sebagai ucapan perpisahan ku mengucapkan beberapa kalimat yang bisa membuat dorongan psikologis agar tambah kuat, “ Yang sabar yang solihah ya”..

Dan ku berancang ancang untuk menyalaminya, seperti biasa dalam ucapan perpisahan pasti dari salah satu pihak akan mengucapkan “ hati-hati di jalan ya?”. Dan hal itu memang terucapkan tapi itu salah, karena yang mengucapkan itu aku yang mau pulang ke solo. Hehe, tanpa sadar ku mengucapkan “ Hati-hati ya tess,”.. trus dibalesnya “ ya dirimu yang hati-hati di jalan. Lha wong kau yang pulang kok”. Oh ia ya.. dan suasana yang seharusnya menyedihkan jadi agak wagu. Wehehehe..

Hehe, maafkan saudaramu ini tessa. Selalu dipastikan bahwa di setiap kejadian ada peristiwa yang konyol yang kubuat. Dan itu tanpa sadar. Huhu.. 

Dan sepanjang perjalanan pulang ku diiringi pijatan sedikit mencubit dari arah belakang (yang ku bonceng) dengan motor revo silver ku. Perjalanan sragen solo yang padat merayap, jalan kecil tetapi dilewati oleh bus besar yang nggasak-nggasak gak nggenah dan truk yang memenuhi setengah jalan.

Hemmm Persiapkan jantungmu kawan,. Hehehe 

Solo, 09 Nopember 2011

4 thoughts on “Yang sabar yang solihah ya..

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s