Love Letter


Tanggal 28 Agustus 2010 di tempat yang sejuk dan menyejukkan buat hati hati yang sedang gundah kala itu karena sebuah perpisahan ke negeri yang jauuuuh, untuk mengejar sebuah cita-cita, demi sebuah kata “ilmu”. Pergi ke negeri bambu, salam cinta selalu untukmu dariku honey..

Tertanggal 14 Nopember 2011 Ku menemukan beberapa kertas ukuran ¼ A4 yang di steples di tasku, terdiri dari 7 lembar.
Inilah beberapa tulisan dari saudara-saudara tercintaku. Dan kuingin kau tau bahwasanya dari dulu sampai sekarang dan bahkan sampai esok lusa sekalipun aku akan mencintai kalian.. karena kalian adalah pelangi yang indah yang memancarkan pesona warnamu yang mempesona.

Lembar pertama yang kutulis tentang diriku
“ Keren, corel draw, nek stress remux

Lembar berikutnya
“ ojo ngantukan ukh, hehe. Maem sing akeh ben cepet gedhe dan bisa beraktifitas dengan oke dan optimal ^_^ pis ukh
Tetep semangat, meski esok udah gak ketemu di kampus or di solo lagi, tetep semangat dakwah yow kita ukh, dimanapun kita berada.
Tetep jaga amal yaumi dalam kondisi sesempit apapun kita dan nek udah mutasi or gak bersama lagi tetp jaga komunikasi yaw (nek nikah kabar-kabar lho ya ukh)”

Lembar berikutnya:
“Ojo remuk, dadi bubrah bu, hehe, ulfah easy going. Ojo cepet-cepet mutasi lho. Ku punya pesen buat anti : Dimanapun kita berada, InsyaAlloh itu scenario yang terbaik dari alloh; yang penting kontribusi kita. Kita semua tetep satu jiwa dalam islam. Syukron ukhti atas semuanaya. Tak tunggu undangannya.”

Lembar berikutnya :
“ Assalamu’alaykum Wr Wb. Ukh, hehe kayane temane nikah gitu ehm.. anti tu lho minterius. Kadang diam, kadang gokil, kadang serius, hahaha. Tapi apapun bentuknya minimnya the botol sosro ( glek, kagak nyambung) hemmmm, nulis apa ya ukh?? Intine anti itu menyenangkan. Oia ukh, jangn lupa dan jangan segan untuk menegur kalo emang dirasa ana kurang ahsan dalam bertindak, berbuat, berbicara dan berfikir.

‘Setidaknya kita telah berjumpa dititik masa yang menyatukan kita dalam sebuah entitas, saling mengenal, memahami, menopang dan menjaga. Karena kita adalah mata rantai yang terkait dengan ikatan dakwah. Karena kita adalah elemen yang menguatkan barisan. Jangan mundur karena dakwah bukan ada karena kita, tapi karena kita ada, karena jalan kita.
Isitqomah itu berat (karena udah punya suami) wekwkw, bukan ding!. Tapi kita bisa jika ada doa dan jiddiyah. Semangat ukh”

Lembar berikutnya
“Assalamu’alaykum Wr Wb..
Ukhti ulfa solehah tapi genit (haha) emm… anti tuch lucu beuth, seru ukh seru ukh, jarang bahkan kagak pernah aku melihat anti cemberut (bagus2x)
Daku kenal anti mungkin udah lama, tapi alhamdulillah Alloh dekatkan lagi secara kuantitas dan semoga pula kualitasnya ukh”
Ukh gek ndang tow (cuepet) wis kerjo to, lak kurang opo?
Apapun itu, siapapun itu yang pernah singgah di hiidup anti ataukah tarbiyah, pendidikan… dan semoga dimanapun, kapanpun kita berada semoga kita bisa menjadi da’I (amin)
Afwan ukhti atas segal khilaf, syukron atas segala inspirasi. Semangat mujahidah solehah..”

Lembar berikutnya:
“nek liat anti kayak bercermin aja, nek kita berdua bersama ditambah ____ jadi bertiga… tambah gila.. hehe… bagus bagus. Yang penting kita masih bisa serius dalam dakwah ya ukh, jadi pejuang D3. hehe. Gak selalu harus dibawa serius yang penting proker mulus, saking muluse remux kabeh. Hehe
Kau punya jiwa seni yang lumayan keren, design kau Ok. Setelah karya karya tentang _____ dari temen2 terkumpul dan udah ta edit kau kasi lay out dan design ya. Kita bikin sekeren mungkin. Ayo semangat, nek meh mutasi yo mutasi kono, nek meh numpuk proposal yo gek ndang gen kebimbangan yang nyata kau ilang, hehehe
Yowis, ndang dilumpukke remuk-remukan yang terserak. Luv u coz Alloh”

Lembar berikutnya:
“Jayus abis. Ternyata gokil abis, padahal tampange kalem abiz. Wkwkw. So funny n cute. Narsis biar eksis wkwkw. Jiddiyah dalam meraih mimpimu fah. Harapan itu selalu ada asal ada usaha.
Keep fighting
Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.
Love u uul

Ya itulah diriku dalam pandangan ukhuwahmu my luvely sistah. Kalimat yang mungkin sekilas agak ringan dan sepele sekali , tetapi berat sekali maknanya. Entah itu prasangka baik antuna ataukah advice yang membangun. Jika itu adalah prasangka yang baik untukku darimu, maka akan kuanggap itu harapan dari antuna untukku, menjadi doa yang membuatku kuat dalam menghadapi ujian istiqomah.

Kau tau teman, ujian itu datang tanpa kita minta. Jika ujian itu bisa kita minta, maka kita akan meminta yang ringan-ringan saja.tapi tidak begitu nyatanya. Masing-masing kita pasti pernah berbuat kesalahan, menyesali perbuatan itu dan tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan mengambil hikmah dari kesalahan yang kita buat itulah makna bangkit dari keterpurukan.

Prinsip kbaikan yang penting untuk dipertahankan. Ksalahan itu hanya terjadi pada 2 keadaan: 1. Ktika kau tdk mngakuinya 2. Ktika kta tdk blajar darinya.

Kau tidak dapat mmbuat ksalahan yang sama dua kali, karena ketika kedua kalinya kamu mmbuatnya, itu bukan lagi kesalahan tapi itu adalah pilihan

Tulisan ini sangat berarti untukku, karena ketika kumembacanya kembali ku serasa diingatkan oleh kalian walau raga kalian sudah tak bersamaku lagi. Tulisan ini gak akan berarti jika hanya berakhir di tempat sampah kawan, jadi abadikanlah sesuai dengan gaya masing-masing. Dan kumemilih untuk mengabadikan lewat tulisan ini. Selamanya kalian akan selalu ada untukku.

Solo 14 Nopember 2011

6 thoughts on “Love Letter

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s