Sepotong Episode ku dengan Jundi-jundi Nur Hasanah


Saat itu aku di kos sendiri, tempat itu sepi, hanya ada 3 orang satu diriku dan 2 orang anak-anak SD kelas 4 dan kelas 5. memang sering mereka maen ke kosan hanya sekedar untuk maen, sebenere mereka ngajak untuk mengajar ngaji lagi, tapi banyak saja alasan sehingga ngaji TPA di masjid bertingkat itu sirna. Duluuu sekali saat jaya-jayanya TPA itu ramai oleh anak-anak kecil sungguh menyenangkan sekali. Kelusuhan pikiran akibat beban kuliah ataupun organisasi segera sirna ketika bergabung dengan dunia mereka.

Sungguh memory itu masih sangat terlihat jelas di fikiranku, senyum polos mereka yang watados (wajah tanpa dosa) seakan tanpa beban saja.

Dulu paling suka sekali ku menggoda seorang adek kecil berumur 3 tahun, masih kecil indil-indil, bawaannya kalau lewat ingin segera mendaratkan ciuman di pipinya, azka namanya. Dan ketika ada kesempatan untuk berfoto dengannya, maka takkan kulewatkan. Satu lagi laki-laki yang membuatku tergoda untuk menggodanya yaitu namanya Kevin, hehe suka saja dengan tingkahnya yang malu-malu ditambah wajahnya yang sok cool, menambah hasratku untuk sering mengganggunya, padahal santri putra ada sendiri pengajarnya. (hehe, nakal). Tak bisa mengganggu Kevin, maka adikknya yang bernama cita pun jadi, lebih menggemaskan lagi. Kecil indil-indil juga.

Memang sungguh sensasi tersendiri ketika ku melihat anak kecil cowok yang lucu, serasa pengen menculiknya dari kerumunan ketika bertemu dan membawanya pulang kerumah. Mereka menggodaku untuk menjulurkan lidah sebentar walau tak kenal sekalipun. Dan segera memasukkan kembali, bersikap normal sebelum orang tuanya curiga, karena felling seorang ibu itu kuat sekali jika anaknya dalam keadaan yang tidak semestinya. haaahaa

Satu hal yang kudapatkan dari beberapa fenomena dari anak-anakku TPA yang hebat adalah kebanyakan mereka adalah kakak adik, dan luar biasa sekali sayang kakaknya pada adiknya. Ketika adiknya menangis karena berantem dengan yang lain, si kakak ikut naik ke atas untuk memastikan adikknya tidak apa-apa. Very nice. Beberapa pasangan kakak-adik itu Arga-Azka, Kevin-Cita, dan satu pasangan lagi saya agak lupa namanya.

Salah satu kenangan yang sampai sekarang ku masih mengingatnya ketika ada lomba TPA yang diadakan oleh Masjid Nurul Huda UNS. Persiapan lomba sekitar 1-2 minggu. Diantaranya adalah lomba Adzan oleh Dek bayu, lomba pidato oleh alif (satu lagi anak laki-laki yang kukagumi) dan yang lainnya lomba secara berkelompok. Dengan persiapan yang dimaximalkan kita maju pada hari minggu. Beberapa lomba kita lalui dengan semangat natural, tanpa polesan, tanpa diada-adakan seperti TPA-TPA besar lain yang menjadi pesaing kami. TPA yang lain terlihat mewah dengan segala persiapannya, dalam hal menggambar, dan lainnya terlihat lebih keren.

Ku sendiri mendampingi anak-anak di lomba outbondnya. Karena saat itu memang harus dibagi antara menggambar dan outbond. Dan ku lebih memilih outbondnya. Hampir putus asa karena anak-anak kecapean dengan rutenya yang lumayan. Tapi segera kutangkis keluhan mereka, semangat-semangat honey…

Tibalah waktunya pengumuman kemenangan, awalnya kita mau pulang duluan, karena snak di kita belum juga datang dan kasian meliat anak-anak yang pada ngiler pada tetangga yang snaknya “wah”. Gurunya aja ngiler, apalagi murid-muridnya. Hehe. Tapi setelah diperbincangkan dengan sesama pengajar putra akhirnya kita memutuskan untuk menunggu. Dan tak lama snaknya datang juga, alhamdulillah bisa membuat damai neng ati, walaupun snaknya biasa sajah.

Memang kita tidak begitu memperhatikan apa yang diucapkan oleh MC, satu persatu kejuaraan diumumkan dan ternyata salah tiga lomba yang kita ikuti menang. Adzan, pidato dan outbond putrid. Haha, kagak ada yang nyangka atas kemengangan outbond putri, yang ndampingi aje kek gini. Tapi alhamdulillah senangnya melihat mereka tertawa bahagia.

Dan yang tak kalah membahagiankan TPA Nurhasanah memenangkan juara umum ketiga, haaaa, bayangpun diantara TPA-TPA yang valid dan keren ternyata kita keangkat juga. Ajiiiiib… Pertanyaannya yang keren murid-muridnya ato pengajarnya ya? Haha, kagak usah dijawab. Memang pertanyaan retoris. Dan alhamdulillah kita pulang dengan bahagia. Efeknya anak-anak pada minta macem-macem, eh semua santri minta renang bareng. Nah looooh, gimana coba?? Akhirnya yang tertunaikan hanya yang putra saja. Heee, afwan afwan adik-adikku..

Terigat juga tentang kejutan kalian yang menghadangku di Komunal Teknik (Taman Teknik) letaknya disamping teknik menuju jalan tikus, sepulang rapat BKI yang sampai sore ternyata kalian menyiapkan sebuah roti kecil sebagai kado ulang tahunku. Hemmm, akhirnya kejadian itu berakhir dengan taburan tepung di seluruh tubuhku dan tubuh mereka yang sengaja kubalas menebar tepung ke mereka, sampai mengejar-ngejarnya di depan dekanat teknik. Untung hari itu sudah agak larut, hampir magrib sehingga sudah sedikit yang berlalu lalang. Dan kalau ada yang lewat pun kita dah kagak nggagas saking asyiknya kejar-kejaran, dan aku berhasil membuat mereka bertabur tepung, tak terkecuali tessa dan Lestari, heheh. Terimakasih untuk hadiah yang sangat special itu honeeeeyyy.. never forget it…

Itu sekitar 4 tahun yang lalu, dan sekarang mereka sudah pada besar, paling besar adalah kelas 1 SMP, sudah mengenal dunia luar yang berwarna. Bisa membuat mereka tambah baik pun bisa tambah melenceng. Masa pencarian jati diri. Semoga Alloh menjagamu selalu adik-adikku TPA Nurhasanah yang kucintai karena Nya..

Best regards,
Ulfah Uswatun Hasanah

Solo, 23 Nopember 2011

10 thoughts on “Sepotong Episode ku dengan Jundi-jundi Nur Hasanah

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s