Suami yang tertukar


Ini adalah kisah nyata yang sudah terjadi di dunia ini (haaa, lebay). Langsung saja ke Te Ka Pe gan..

Latar tempatnya berada di suatu desa pada sebuah namakotadi Sumatra yaitu di Lampung. Saat itu adalah rame-ramennya hajatan pernikahan. Diceritakan pada pasangan suami istri yang mendatangi hajatan tersebut, tetapi yang masuk kedalam rangkaian acara resepsi itu hanya sang istri saja dengan alasan bahwa sang suami tergesa-gesa untuk menhadiri acara lain. Dengan tidak ikutnya suami dalam rangkaian acara itu diharapkan sang istri datang sebentar, bertemu manten, duduk sebentar, makan, kemudian pamitan.

Berangkat dari rumah sang istri sudah berdandan dengan rapi nan cantik, sementara sang suami berpakaian biasa dengan menggunakan seperangkat pakaian yang siap untuk berkendara motor. Jaket hitam bertuliskan “Yamaha” beserta helm sudah melekat, pertanda siap untuk berangkat

Sesampainya disana sang istri langsung berpamitan untuk masuk dalam resepsi tersebut, sedangkan sang suami menunggu di parkiran. Dan ternyata banyak para suami yang tidak menghendaki masuk ke acara resepsi tersebut. Sang suami itu menunggu di motor dan menungganginya.

Beberapa menit kemudian ada seorang ibu yang keluar dari resepsi tersebut, berjalan dengan agak tergesa-gesa kemudian menghampiri suaminya yang berada di parkiran. Merasa sudah siap untuk pulang sang suami langsung menghidupkan stater motor dan mengegas ke arah rumahnya.

Dalam perjalanan pulang tidak ada obrolan antara suami istri tersebut, mungkin capek. Sesampai dirumah sang istri bertanya “Loh pak, ini rumah siapa?”

Mendengar suara yang asing di telinga sang suami, dan ia pun menoleh dan dengan kagetnya bertanya “Loh anda siapa? Istri saya mana?”

Sang ibuk yang salah suami tersebut tak kalah kagetnya “ Loh saya kira anda suami saya, soalnya motornya sama dan jaketnya juga sama, brarti istri anda masih di tempat resepsi disana. Ayo segera antarkan saya ke suami saya, di tempat hajatan tadi”. Kemudian motor itu melaju menuju tempat hajatan tadi.

Di lain tempat sang istri ‘yang sebenarnya’ dari suami tersebut bingung mencari suaminya yang hilang, sambil bertanya dalam hati “mana ya suamiku? Katanya minta cepet kok ini nggak ada, jangan-jangan ninggal saya, trus saya pulang naik apa?”

Tak lama kemudian datanglah suami sebenarnya yang sempat menghilang beberapa lamanya. Sambil terheran-heran kemudian segera berubah mimik wajahnya menjadi cemberut melihat yang diboncengkan sang suami. Setelah berhenti tepat di hadapan istrinya, belum sempat sang suami berbicara ternyata si ibu yang salah suami tersebut buru-buru meminta maaf dan menceritakan kronologisnya.

Wkwkwk,, sebuah cerita dari seorang teman yang berasal dari lampung yang banyak sekali hikmahnya. Walaupun ketika mendengar ceritanya saya heboh dalam tertawa sambil bertanya “kok bisa ya?” dan ini bukan rekayasa. Ini Asli…

Setidaknya ada hikmah buat esok. Kalau ada kejadian yang seperti ini baiknya istri tadi bilang dulu pada suaminya “mas, ini sudah selesai, ayuh pulang”. Nah minimal dengan bilang seperti ini sang suami sudah bisa memastikan bahwa ia adalah istrinya yang asli, bukan yang tertukar tadi dengan mengenali suaaranya (wkwkw, # masih menahan tawa). Nah kalopun tidak sempat dan asal nemplok saja di jok motor, minimal selama perjalanan ada percakapan, menceritakan apa yang terjadi selama acara resepsi. Nah kalo sudah sampai rumah dan ternyata salah bawa istri orang, ini mah gaswaaaat.. haaaa

Dan pada akhirnya berdasarkan sumber yang terpercaya, akhirnya sang istri membuang jaket yang dipakai suaminya tersebut. Jaket yang banyak kembarannya. Heeee

Dan hikmahnya : bagi yang sudah bersuami, “kenalilah suami anda dengan sebaik-baiknya dan sedetail-detailnya” heeeee

Selamat berjuang,,,,

😀

18 thoughts on “Suami yang tertukar

  1. di sini biasanya yang sering tertuker tuh sandal kalau di mesjid…

    tapi ada juga yah suami sampai tertuker…?
    ambil hikmahnya dari kejadian ini, undangan itu satu ke hormatan baiknya kita datang,,
    atau apa yang di undang itu hanya ibu ibunya saja…? jadi terpaksa sang suami nungguin di luar..?

    salam persahabatan dari kota hujan…

    • Haaa, salam persahabatan jugak..
      Iya, yang penting kita ambil hikmahnya saja yak..
      Orang lain yang mengalami, tinggal kita pinter2E ambil hikmahnya tanpa harus mengalami hal tersebut. Terimakasih kunjungannya🙂

  2. Mungkin lain kali biar gak ketukar lagi, di masing2 jaket suami atau motor tertulis “Saya suami sah dari Ibu A”, begitu juga dengan suami2 yang lain.

    Tapi ngomong2 kenapa merk motornya disebutin? Dapat vi dari merk motor itu?

    • Haaa, grit idea tuh.. Tapi kok ya mpe segituhnya?? semelang bangets kalo suaminnya ketuker terus..
      oia ya? harusnya disensor tuh.., tapi tak ape. kan saia tidak menawarkan dan tidak menyarankan untuk membelinya.😀

  3. Itu Allaah sedang mendamaikan sepasang suami-istri,..

    Jadi suami istri itu mendapat undangan, sang suami males datang, sang istri ngotot karena merasa ndak enak, akhirnya suami dateng dengan terpaksa dengan diawali eyel-eyelan sama istri dulu, akhirnya no communication karena suami ndak ikhlas ngantar dan istri takut menambah keruh suasana hati sang suami, jadi numpak langsung pancal,.. hehe

    jadi diaturlah ini kejadian lucu, biar sang suami-istri geli sendiri, trus damai deh,…

  4. peristiwa serupa pernah juga dialami, pake jas hujan, tancap gas, weeeng, beberapa meter kemudian ada yang memanggil, begitu menoleh, loh ternyata yang mbonceng belum naik. wes mantep deh waktu itu :))

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s