Para Akademisi di Indonesia..


Tahun 2009 di bulan agustus. Teringat akan sebuah peristiwa yang sangat luar biasa. Dipertemukan dengan orang-orang hebat. Setidaknya 100 profesor lulusan luar negri dengan spesifik ilmu masing-masing hadir pada saat itu. Acara yang diselenggarakan oleh MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia). Sebelum menaruh curiga atas berbagai pertanyaan, kok bisa saya terperosok dalam hal yang sangat keren sekali??

Singkat cerita hanya ada sekitar 10 mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut dan saya bersama mbak Sri Rahayu mendapat kesempatan untuk mengambil hadiah atas kemenangan proposal “Pengabdian masyarakat” yang alhamdulilah menang.

Saya Cuma ingin bercerita tentang kenyataan yang terjadi di Indonesia. Indonesia ini sebenarnya adalah negara yang sangat kaya, kaya hutan, kaya orang, kaya flora dan fauna, kaya kebudayaan, dan jangan salah Indonesia juga kaya SDM yang mumpuni. Buktinya yang 100 profesor lulusan luar negri itu hanya sebagian kecil yang bisa dikumpulkan saat itu. Ada spesialisasi nuklir yang digeluti oleh seorang ibu2, spesialisasi nano teknologi, dan banyak sekali sampai-sampai saya lupa. Hampir 2 tahun yang lalu.

Salah satu prestasi anak negeri yang luar biasa salah satunya adalah Dr Warsito. Di dunia akademisi Internasional, Dr. Warsito dikenal sebagai pioneer dalam teknologi tomografi, yaitu teknologi untuk memindai berbagai macam objek dari tubuh manusia, proses kimia, industri perminyakan, reactor nuklir hinga perut bumi. Penemuannya yang paling spektakuler adalah tomografi volumetric 4D yang dipatenkan di Amerika dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi temuannya telah digunakan oleh NASA (Lembaga Antarikas Amerika Serikat) untuk memindai obyek dielektrika pada pesawat ulang-alik selama misi ke antariksa. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh American Chemistry Society, teknologi temuan Dr. Warsito diperkirakan akan mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi berbagai bidang dari energi, proses kimia , kedokteran hingga nano teknologi. Berikut berita terkait Here dan profilnya Profil Dr Warsito.

Salah satu catatan penting disini adalah faktanya dan ini kenyataan bahwa saya pernah berfoto bersama Dr Warsito (Haaaa, pasti mengecewakan ya fakta tersebut :D). Ya, merasa senang sekali bisa berfoto bersama, sebuah kebanggan tersendiri buat saya pribadi. Tapi mungkin tidak untuk Dr Warsito nya.  heee (Maaf-maaf ngiklarn bentar :D)

Belum lagi prestasi anak negri dalam bidang fisika yang sering menang dalam kejuaraan Olimpiade Fisika Internasional maupun Olimpiade Fisika Asia. Bisa dibuka Olimpiade Fisika untuk lebih lanjutnya.

Pun profil dari sang insinyur pesawat kita yang sekarang tinggal di jerman ‘BJ Habibie’. Tak usah ditanya lagi tentang kehebatan beliau dalam dunia pesawat itu. Dan pada akhirnya Indonesia rela melepaskan begitu saja.

Sepertinya para akademisi memang mengkhawatirkan tentang perkembangan ilmu di Indonesia ini yang tidak mendapatkan dukungan. Beberapa saya temui tentang kegundahan seorang akademisi di bidang masing-masing. Dalam bidang nano teknologi, berikut ini cuplikan kegelisahan beliau

“Sayangnya, Indonesia lebih senang duduk manis di panggung percaturan dunia dibandingkan Ikut bertanding di arena. Lembaga pemerintah maupun lembaga penelitian yang membahas topik ini pun masih sangat terbatas. Pengembangan nanoteknologi terkesan ditempatkan di bawah ilmu-ilmu lain yang sudah mapan tanpa mempertimbangkan potensi besar yang berada di balik ilmu dan teknologi nano. Meskipun beberapa ilmuwan Indonesia telah berhasil membuktikan kemampuan mereka yang diakui oleh masyarakat global dalam rangka mendukung perkembangan nanoteknologi, namun pihak pemerintah Indonesia tampak kurang memberikan apresiasi yang berarti. Padahal, jika dipertimbangkan kembali, nanoteknologi mungkin saja menjadi solusi yang memajukan bagi Indonesia mengingat beragam sumber daya alam yang berada di Indonesia. Sumber daya alam tersebut dapat menjadi sumber bahan baku yang berarti bagi nanoteknologi” (lebih lengkapnya silahkan dibuka Here )

Dan juga kekecewaan di bidang teknologi dirgantara, berikut sekelumit kegelisahan dari BJ Habibie yang kecewa terhadap Indonesia

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia…………

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa……………

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua……………….?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

Sumber : Here

Jadi kalau dibilang Indonesia itu miskin alam dan SDM yang mumpuni itu salah besar… Secara pengakuan dunia Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945, tapi sampai sekarang?? Sepertinya  masih terjajah dengan pemikiran yang entahlah, saya sendiri tidak bisa menyimpulkan.

Ataukah begini saja yang mengurusi Indonesia Raya ini? Tentang pendapat rakyat sebagian besar yang menilainya seperti ini?? Pejabat kita. Entahh juga, mungkin yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan, setidaknya itu salah satu cara meringankan hisab kita kelak. Karena tidak ada suatu hal yang tanpa dimintai pertanggungjawaban. Tak usah mencontoh yang tidak baik, karena contoh yang baik pun bertebaran di muka bumi..

Salam

Ulfah Uswatun Hasanah

Klaten, 23 Januari 2012

22 thoughts on “Para Akademisi di Indonesia..

  1. begitulah paradigma pemimpin indonesia telah memudar. politik menjadi sumber kemakmuran. bahkan di agung2kan. padahal kekayann politik tersebut bersumber pada rakyatnya. sedangkan tehnologi menjadi kutu yang selalu diabaikan.. yang pada akhirnya terjadinya gaptek.. miris ….

    • Parahnya ketika ingin menjadi ‘orang nomer 1’ di Indonesia harus ngikutin alur berupa partai. Jadi yang bermasalah bukan partainya. tetapi orang dan sistemnya.

      Kebanyakan masyarakat menganggap produk luar negeri itu ‘wah dan wow’. Jika saja pemerintah dan para ilmuwan itu bersatu, pasti saja SDA di Indonesia yang terkenal kaya sudah dikelola sendiri. Macam freeport dan sejenisnya.. heheheeee… ada juga tuh yang lulusan mesin dan bangga karena kerja di epson yang ‘katanya’ gajinya gedhe.

      yaaah,.. wajar juga sih, karena toh kita perlu makan, belum lagi mau ngopeni anaknya orang.. ngasih makan dan tentunya posisinya akan terlihat ‘wow’ dengan jabatannya sebagai pegawai bergaji besar beud dimata mertua…O_o

      • benar kata kamu, sekarang yang salah itu orangnya dan pada akhirnya cacat sistem.
        kalau menurut saya kita harus kembali lagi membenahi ideologi kita. Pancasila letak kuncinya. selama ini para pendidik hanya menggebur2kan makna dari pancasila. tapi aplikasinya tidak sesuai dengan apa yang termaktub dalam pancasila.
        padahal jika implikasi dari pancasila itu dilaksanakan dengan baik,bukan hanya teori semata. mungkin kesenjangan ataupun apapun itu yang tujuanya demi kemajuan bangsa. semua itu pasti akan terwujud dengan apa yang di cita-citakan bangsa. harapan sih, semoga anak bangsa indonesia yang berpresatsi selanjutnya yang akan menggantikan yang akan tenggelam nantinya, mampu merubah semua paradigma orang-orang tua sekarang yang masih memiliki perspektif jaman jajahan.

  2. Pingback: Cita.Harapan.Future | Diary Kehidupan

    • masiih relevan ya postingan setahun setengah yang lalu, belum ada perubahan
      lebih banyak ragu dan jaket partai itu bikin sesak ya dipakai terus… mari berharap ada perubahan ke depannya, setiap presiden lepaskan semua atribut kecuali jas rakyat (janji amanah senantiasa sama rakyat)

  3. Memang Ironis, banyak sekali orang pintar tapi kurang apresiasi dari pemerintah😀
    Semoga tidak menyurutkan langkah anak negeri dan bisa termotivasi untuk selalu mandiri😀

  4. Sayang penghargaan terhadap karya di negara kita kurang,…
    Semoga beliau menginspirasi masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mengubah hidup jadi lebih baik,…

    Btw, katanya foto bareng?
    no picture = hoax:mrgreen:

    • 🙂 memang, jika uang sudah menjadi tujuan maka akan susah. Harta, tahta dan wanita (loooh, kok jadi ini? heee)
      Saya lebih menyoroti para ilmuwannya yang mempunyai ilmu yang luar biasa tapi tidak didukung oleh negara pak. Kayak seorang anak pintar yang dicuekin orang tuanya atas prestasi luar biasanya.

      • betul ulf….sangat di sayangkan mereka jadi mengabdi di negeri orang..
        yang lagi jadi bahan perbincangan sekarang tentang MOBNAS..apakah pemerintah akan mendukungnya…??? kita lihat saja ke depan…

      • Iya, itupun atas keberanian pak Jokowi walikota Surakarta (dan saya tinggal disana lho) heee, gak ada yang nanya..
        Suasana di Indonesia memang unik, coba sampai bertahan berapa bulan berita Mobnas ini terngiang di Indonesia, jika tidak ada Follow up nya cuma jadi cerita saja. Oh ternyata Mobnas pernah membumi di Indonesia, hadeee. Tapi kalau pak jokowi itu perjuangan untuk membumikan mobnas sudah luar biasa sekali… TOP BGT deh pokoknya..

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s