Catatan Merah Jambuku


Heee, untuk edisi kali ini ingin menceritakan tentang kisah merah jambuku. Yah memang tak banyak kisah antara merah jambu dengan diriku karena memang saya tidak ada kisah yang romantis ataupun kisah sukses dalam hal ini. Tenang saja, tidak semua akan saya ceritakan disini. Alloh saja sudah menutupi kenapa harus kubuka-buka?? heee

Sebenarnya saya juga tak jelek-jelek amat, malah saya difitnah mirip asmirandah ( tapi ndak kok, asli beda. Hanya pendapat anak kecil saja), pun tidak bodo-bodo amat karena untuk masuk SMP N 2 Klaten itu bukan hal yang mudah lho, begitu pula SMA N 2 Klaten. Tapi kenapa ya saya tidak pernah ada kisah merah muda yang penuh warna dan cerita?? Jadi kalau ditanya pernah punya pacar berapa kali? Jawaban saya pasti dengan gelengan dua kali ke kanan dan ke kiri (Jangan banyak geleng loh, tar dikira malah ajeb-ajeb :D)

Tak apalah saya memang agak cuek dengan urusan kek gini. Cuma dulu pas jaman indil-indil saja semasa SMP saya ngefans seorang cowok yang berkendara “Pit Poligon” memang keren juga dia ( pit poligonnya maksudnya, buktinya sampai sekarang saya masih berhasrat sama pit polygon itu Hahaa)., tapi hanya berhenti disitu saja. Toh beda kelas, tak pernah komunikasi sama sekali. Kenapa eh kenapa saya bisa naksir? Karena orangnya mirip Tuxedo bertopeng. Heee kerenkan?? Hihiiiii

Entah kenapa semasa SMP saya agak gimana gitu dengan yang namanya cowok (kecuali mas pit polygon kali ya) haaa, jarang interaksi. Tetapi beda sekali keadaannya ketika masuk Kuliah karena komunitas saya kebanyakan anak putra, mau gak mau saya jadi sering interaksi ma anak putra. Walaupun semasa SMP saya tergolong anak tomboy tapi saya lebih suka gaul sama cewek-cewek. Sekolah saja pakai topi dengan dandanan potongan cepak. Jika istirahat sering memberikan sentuhan air pada rambut depan dan memainkannya. Beeeeuuuhhhh pokoknya keren beud deh. Seumpama saya memakai pakaian kaos oblonk plus celana kolor panjang dipadu topi pasti cakep dah. Haaa … (astaghfirulloh, sekarang sudap insap kok, gak mirip laki-laki. Asli deh saya wanita tulen, walau gak feminine amat, tapi sudah agak mendekati lah :D)

Singkat cerita kisah merah jambu saat SMP tidak banyak, hanya saja kalau saya berada di belakang dia, saya selalu saja alay menyanyikan lagunya Shela on 7 bareng temen-temen geng “ Liat cara dia berjalan oh mengagumkan oh mengagumkan….” Wkwkwk, nggilatunkan?? (geli deh pokoknya nek inget masa culun ku).

Semasa SMA pun tak kalah seru (kebalikan Sama sekali tidak seru :D). karena saya disibukkan dengan kegitan organisasi di Pramuka. Orang-orang yang disana pun tidak mendukung untuk cinlok denganku. Heee, pokoknya nggak deh buatku. SMA saya sudah mulai berhijab di minggu kedua ospek. Jadi temen SMP ku mungkin terkaget-kaget saat liat saya berhijab. Dan mungkin mereka pada mengucapkan syukur tak terhingga kali yak, karena akhirnya saya insap😀..

Di awal masuk SMA saya didekati oleh seorang kakak tingkat, (namanya saya lupak asli, tapi kendaraannya saya ingat, shogun ijo). Mungkin pas di ospek saya unju unju gitu kali ya, karena saya memang belum berhijab waktu itu. Dan menurut pengakuan teman saya, saya mirip anak chino, putih dan temen saya bercerita agak lebay gitu, cerita panjang kali lebar mengenai penampilanku yang membuatku agak GR. Heee

Ketika itu seleksi paskibraka, dan dia selalu mendampingi. Ternyata dia kelas 3 IPS, anak MPK. Setelah cukup dekat, ya saya biasa saja, toh dia sopan, gak neko-nekoo dan ndak ngapa-ngapain.Adahal yang luar biasa saya dapatkan dari dia. Ketika saya berkata tentang keberatanku mengikuti paskibraka hanya karena busana. Ya, yang ikut paskibraka tidak boleh memakai jilbab, sehingga ketika keputusan itu terdengar di telinga saya, saya agak keberatan karena untuk kedepan saya tidak trondol lagi. Saya berdiskusi denganya dan bertanya, kenapa tidak boleh berjilbab?

Perkataan yang sangat membuatku terpana, dan tak kusangka dia akan berkata seperti ini “ Iya memang peraturannya seperti itu, itu lagsung dari guru pembina paskibraka. Tapi ada juga temenku yang sebenernya dia memakai jilbab tapi ia rela melepas jilbabnya demi paskib. Hemmm memang jilbab itu apaan, bongkar pasang seenaknya”. Hemmm luar biasa kalimat yang terucap dari nya. Dan tanpa kusangka seorang cowok bisa berkata seperti itu. Dan pada akhirnya saya mundur dari paskibraka…

Jadi kisah merah jambunya mana ini?? Heee, setelah saya berhijab mungkin dia agak sungkan untuk mendekati karena dia sangat sopan sekali, tapi kita masih menyapa. Dengangayamalu-malu nggilani gitu deh. Dan ternyata usut demi usut dia dulunya adalah kakak kelas SMP temenku yang ternyata juga dia jadi idola saat SMP. Kikikikkk. Tapi karena saya tidak memikirkan hal-hal kek gitu dan terkesan mengesampingkan responnya akhirnya dia mundur teratur. Tapi saya yakin dia orang yang baik, sopan dan tidak neko-neko. Karena saat ujian semester kita ketemu di kelas yang sama, jadi saya agak sedikit tau tingkahnya diluar maupun didalam kelas. J

Ngomong-ngomong anak IPS saya selalu ingat kisah yang sangat lucu di kelas ini. Saat ujian bareng mas-mas kelas 3 IPS 2. selalu saja ada kejadian yang membuat tertawa.Adayang mengalah sebelum bertanding karena menyerahkan semua kepekan kepada guru penjaga ujian.Adajuga kisahku, saat ujian berlangsung tenggorokanku sangat gatal. Saya yang tau bahwa masnya membawa permen saat ujian (karena dia selalu memakannya sebelum ujian tanpa menawarkan padaku) segera kutanya “mas ada permen, gatel ki”. Dan setelah kejadian itu, setiap dia memakan permen, dia selalu berbagi kepadaku. Indahnya berbagi ya, heheee. Itulah kiatkiat meminta permen dengan halus. Loooh??

Heee, itu sajalah yang ingin kuceritakan, cerita yang nggak penting buat yang membaca. Cuma pas inget saja dan pengen menuliskannya disini. Dan sebenarnya ada lagi kisah yang lebih serius daripada kisah iklan pendek tadi. Dan biarlah menjadi rahasia bersamaku.

Satu hal yang selama ini masih menjadi peganganku, bahwa saya tidak pernah menggantung seseorang. Jika tidak ya kubilang tidak. Tidak memberi harapan dan memasang jaring, siapa yang terperangkap maka itulah mangsa saya. Haaa… InsyaAlloh saya tidak mau menyakiti  dengan menggantung seseorang, karena saya pun tidak mau disakiti.

Dan sampai kuliah pun saya masih cuek dengan urusan itu. Hanya perasaan ngefans saja ketika kuliah. Dan berhenti disitu saja, tidak berani lebih dan memang seharusnya seperti itukan?

Beda lagi setelah lulus kuliah, byuuuuhh urusannya pelik. Tapi kusudahi saja ah ceritanya, heeee. Satu hal prinsip yang ingin ku memegang kuat adalah ku ingin kisah warna merah jambu yang merona itu hanya untuk satu orang saja. Kisah indah yang hanya karena Nya saja, hanya karena ingin Ridho Nya saja ku mengemis tentang kisah merah jambu ini.

Semoga kuterus memperbaiki diri dengan menjaga hati ini. Ini adalah pengharapan yang belum lolos uji seleksi apakah saya termasuk orang yang menjaga hati atau tidak. Saya akan dikatakan lolos ujian ketika saya mati nanti dan berakhir dengan kalimat “ I Wanna grow old with him because Alloh”. That’s all…

Solo, 07 Februari 2012

19 thoughts on “Catatan Merah Jambuku

  1. pit polygon? shogun ijo? hahaha.. sis saya punya teman sekampung, dulu pas SD-SMP pake pit polygon dan pas SMA-kuliah-kerja pake shogun ijo.. nah lho jangan2 si salah satu tokoh dicerita merah jambu di atas temenku hahaha.. adoh men seko jogja ngepit neng klaten.. btw dapat award dari saya, silakan ambil kalo mau🙂

  2. semoga aq bsa sbar ky mbak nya..
    memang awal2 q cuek tp kesini2 ketika btuh motivasi akhirnya hilang tak berbekas..

    bleh krim crita ga..hee

  3. Wah…… saya yang komen pertma kali ni……..
    setiap orang pasti pernah kecelup merah jambu mbak, walau dikit sih, nyerempet kale🙂
    saya pernah juga mbak heheh
    tergantung kita meresponnya

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s