Jika ia mencintaimu karena sesuatu (someday)


Bukan hal yang baru lagi jika pembahasan kali ini tentang hati lagi. Lagi-lagi tentang hati yang musti berhati-hati menjaganya. Terutama hati seorang wanita. Karena dalam hal ini yang memegang control adalah wanita.

Saya tidak lagi sedang jatuh cinta kepada seseorang, tapi ini sebuah pengharapan bagi saya pribadi tentang rasa untuk kedepan. Bukannya saya tidak bisa jatuh cinta, bisa sangat bisa. Tapi jika tak ku kelola baik-baik diriku bisa hancur bersama rasa itu.

Hemm, kembali ke topik ‘Jika ia mencintaimu karena sesuatu’. Masih teringat kisah seorang sahabat dengan kisah yang ini? Mari kita flash back kembali. Saya lupa nama dan cerita lebih detailnya.

Ada seorang pemuda, dia adalah seorang yang sangat berhati-hati dengan apa yang dimakannya. Ketika itu dia menemukan sebuah apel yang ikut hanyut bersama air di sungai. Dengan kondisi yang sangat laparnya, ia memakan apel tersebut. Buah apel yang sudah jatuh di pekarangan sudah menjadi hak milik yang di pekarangan tersebut, dan sungai ini tidak ada seorang pun yang memiliki, hanya dirinya yang menemukan apel itu, dan ia yakin untuk berhak memakannya.

Setelah beberapa gigitan, ia agak menyesal. Bukankah apel ini tetap ada pemiliknya? Bagaimana jika sang pemilik itu mencari apel tersebut, sedangkan aku sudah memakannya sedikit. Tidak sopan sekali jika aku tidak meminta izin sang empu apel ini.

Kemudian sang pemuda itu menyusuri sungai dimana arah apel itu dibawa oleh arus. Setelah beberapa lamanya, ia menemukan pohon apel yang berada di dekat sungai, kemudian ia naik dan ia bertemu dengan seorang bapak.

“Wahai bapak, apakah apel yang ditanganku ini jenis dari apel dari pohon milik bapak?” sang pemuda itu bertanya.

Kemudian sang bapak mengamatinya, kemudian menjawabnya “Iya, apel itu sama jenisnya dengan apel milik saya”.

“Saya tadi menemukan apel yang hanyut mengikuti arus sungai, dan saya bermaksud untuk meminta izin pada bapak untuk memakan apel yang jatuh dari pohon milik bapak yang telah hanyut di sungai ini, tapi maaf bapak, saya sudah memakannya sebagian dan baru meminta izin pada bapak”

Sedikit lama bapak itu berbicara kembali untuk memberikan izin. Kemudian bapak itu mulai berbicara “ Kamu telah memakan apel tanpa izinku, untuk itu kau harus menerima hukuman yang harus kau terima atas perbuatanmu”

“ Tapi saya sudah meminta izin, walaupun terlambat, tapi baiklah saya terima hukuman dari bapak atas perbuatan saya”

“ Kamu harus menikahi putriku”

“ Saya belum mengenalnya bapak”

“ Putriku itu adalah seorang yang buta, tuli dan bisu, dank au harus mau menikahinya”

Sang pemuda itu pun lemas mendengar hukuman yang harus ia terima. Sedikit mendesah, tapi kemudian ia memantabkan hati untuk menerima kenyataan tersebut.

“Baiklah bapak, saya menerima hukuman dari bapak, sekarang apa yang mesti saya lakukan?”

“ Mari ikutlah saya kerumah, putri saya sedang dirumah”

Lalu, bapak dan seorang pemuda itu berjalan menuju rumah tersebut, setelah sampai di rumah, bapaknya memanggil putrinya tersebut. Fulan, keluarlah nak. Keluarlah putrinya tersebut. Sang pemuda masih agak takut untuk melihatnya. Memerlukan beberapa waktu untuk menyiapkan hatinya bahwa calon istrinya adalah seorang yang buta, tuli dan bisu.

Setelah dirasa cukup siap, sang pemuda itu melihatnya. Betapa terkejutnya sang pemuda itu, bahwa putri bapak tersebut jauh dari yang dibilangkan oleh bapak, berparas ayu, bisa mendengar dengan baik, pun tutur katanya halus.

Singkat cerita sang bapak kemudian menjelaskan bahwa putrinya itu buta dari hal-hal yang membuat mata ini bermaksiat, tuli dari suara yang membuatnya bermaksiat, dan bisu dari perkataan yang membuatnya bermaksiat. Bapak itu tahu bahwa ia adalah seorang pemuda yang jujur dan baik, maka ia merasa bahwa pemuda ini layak mendapatkan putrinya yang buta, tuli dan bisu dari maksiat tersebut.

Indah bukan jika benteng itu sudah terbangun? Tidak mengharap yang muluk-muluk terhadap apa yang ia citakan, hanya menyesuaikan dengan kemampuannya dan yang ia punya. Tak munafik memang jika seorang itu mendambakan pendamping yang cantik, yang menurut pada suami, dan solihah. Tapi jika seorang pemuda itu jatuh cinta karena kecantikan fisiknya, bagaimana jika nikmat cantik itu diambil oleh Alloh, apakah ia masih mencintai sang gadis?.

Telah jelas dalam hadis, wanita itu dipilih karena empat hal. Kecantikannya, keturunanya, kekayaan, dan agamanya, dan memilih karena agamanya itu adalah pilihan yang cerdas.

Adabeberapa juga yang membuat saya agak tertawa tentang pengharapan seorang laki-laki terhadap wanita untuknya kelak. “Sama-sama ngasih makan mbok ya pilih yang cantik, kayak bidadari turun dari taksi” heheee, bahasanya memang santai. Tapi bagaimana jika jodohnya tidak sesuai harapan? Sak kersaning Gusti Alloh to ya, mau dikasih yang gimana-gimana mau tak mau ya harus diterima, kalau dapat yang sip ya Alhamdulillah, kalau dapat yang tidak sesuai harapan, yasudahlah.. Maka dari itu mengapa pentingnya membuat benteng juga seperti itu, jikalau nantinya tidak sesuai harapan jadi jatuhnya kagak sakit banget.

Banyak fenomena sekarang yang kujumpai, agak risih mendengarnya juga. Suatu hari ada seorang teman bertanya “ Apakah ada akhwat kedokteran yang siap menikah? Ini ada seorang ikhwan kaya yang mencari anak kedokteran”. Hahaaa, bukannya ngiri karena memang yang most wanted itu adalah akhwat kedokteran dengan berbagai alasan. Karena saya cukup bahagia dengan dunia teknik saya yang memberiku lukisan yang indah.

Spontan saya langsung menjawab “ dari teman saya belum ada yang siap” dalam hati pun berbicara, jika sudah siap pun takkan kukasihkan kepada mu hai ikhwan (yang seperti itu) kikikikkk..

Sungguh kasian sekali wanita yang dinikahi karena sesuatu itu. Jika nikmat sesuatu itu diambil oleh Nya, maka ia tak ada kuasa apapun. Nikmat cantik itu tidak bisa memilih sob, apalagi memesan. Byuuuuh, sangat risih sekali jika ada seorang yang memasang standart pendamping hidup yang fisikly “ putih (emang sapi??), Tinggi ( mau dipake centhelan baju kah?), berpenghasilan besar (Nah ini yang agak keterlaluan, kewajiban menafkahi siapakah?). hee, jadi agak esmosi begini jadinya, tapi ini benar-benar terjadi, gak semuanya memang, tapi ada beberapa. Hal ini sangat memberikan efek pada seorang sahabat yang ilfil dengan model seperti itu. Dan jadi enggan untuk menyegerakan menikah. Nahloooh..

Pun halnya dengan laki-laki, sungguh kasihan sekali jika wanita itu menikahi sang lelaki hanya karena ketampanan, karena ia bekerja di suatu perusahaan yang wah. Jika suatu saat ia dikeluarkan, apakah masih cinta lagi?? Soo, hati-hati sob. Banyak hal yang menggiurkan di dunia ini memang, tapi semua pilihan itu ada ditangan kita. Jika kita masih punya dan percaya sama iman, maka amanlah kita. No body’s perfect, tapi mendekati perfect?? Yuuuk mari berfastabikhul khairot, berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbaiki diri sendiri.

Dan ketika kau sudah bersatu denganya suatu hari, mencintailah karena Nya, bukan karena sesuatu darinya itu. Mencintailah karena Ia Mencintai Nya, Kau mencintai Nya, dan kalian saling mencintai karena Nya. Satu pepatah untukku agar selalu ingin lebih baik,
“Jangan mengharap pendamping sejantan Ali Bin Abi Thalib jika diri tak se Solihah Fatimah binti Rosululloh”

 

Surakarta, 29 Februari 20112

40 thoughts on “Jika ia mencintaimu karena sesuatu (someday)

  1. Spontan saya langsung menjawab “ dari teman saya belum ada yang siap” dalam hati pun berbicara, jika sudah siap pun takkan kukasihkan kepada mu hai ikhwan (yang seperti itu) kikikikkk..—> Ahahaha setujuuu banget. bahkan kalau tadinya sempat terlintas ‘menawarkan diri’ juga jadi batal😛

  2. Tulisan yang ini baguss banget Ulfa…setuju banget aku sama pemikiran kamu…semoga kita dipertemukan dengan lelaki yang juga mencintai Allah…dan mari senantiasa memperbaiki diri agar baik pula jodoh kita kelak…salam kenal Ulfa🙂

  3. tp aku sbnrx mo nikah pake syarat anak kedokteran krn harapan orang tua looh mba ^^.. nah klo ini bagimn??

  4. Dari kalimat terakhir, apkh bisa dibalik ya Kak…
    Jangan mengharap pendamping sesholihah Fathimah binti Rasulullah jika diri tak sejantan Ali bin Abi Thalib…🙂 ???

  5. pengalaman saya kalau mau menikahi seseorang itu harus di dasari pada rasa cinta yang benar benar tulus,,, ketulusan cinta akan mampu mempertahankan keutuhan rumah tangga..

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s