Dissappointed


“Jika berharap kepada manusia, maka siap-siaplah untuk kecewa”, begitulah pesan yang kira-kira tersampaikan di malam itu oleh ustad Cahyadi Takariyawan. Acara Mabiru yang diselenggarakan di Masjid Kampus UNS.

Karena seharian penuh beraktifitas, maka saat acara itu berlangsung saya agak kecapekan dan sering tak sadarkan diri, alias tertidur  kemudian bangun, trus cuci muka eh, masih teklak tekluk juga. Tapi alhamdulillah dengan keadaan seperti itu saya masih bisa mendapatkan inti materi yang disampaikan 30 menit
itu.

Paginya saya bersama dua saudara saya pergi sarapan di belakang kampus dengan berjalan kaki, padahal masing-masing membawa motor. Karena diniatkan sekalian olah raga, maka kami pun jalan kaki. Setelah 20  menit berjalan, kami sampai di sebuah warung dan memesan pesanan kam masing-masing.

Bubur sayur dengan 2 tempe goreng plus air putih kupesan. Rasanya begitu nyammyy.. karena kondisi bangun tidur mabit terakhir di Nurul Huda membuat perut keroncongan. Mungkin malam  itu adalah mabiru (malam bina ruhiah) terakhir yang kuikuti sebelum masjid penuh kenangan itu dirobohkan, T.T

Tidak ada permasalahan yang serius tentang perobohan masjid Nurul Huda ini, justru hal ini pertanda baik karena akan dibangun masjid yang lebih kokoh, lebih luas, lebih nyaman dan semoga dengan berdirinya masjid baru itu lebih bermanfaat untuk sekitarnya.

Setelah selesai makan, kami siap-siap untuk membayar. Setelah mengeluarkan uang eh saya tertolak dengan isyarat tangan dari ibunya, artinya tidak ada kembalian. Yaaah… itu uang satu-satunya yang saya punya. Dapetnya pun kemarin, heheee😀. Akhirnya ku menoleh ke dua saudaraku dengan senyuman misterius. Tanpa diminta mereka pun  mengerti apa maksud pandangan misteriusku. Kemudian kita sama mengumpulkan uang seadanya yang ada di pakaian yang tertempel, karena tas mereka memang ditinggal di masjid. Akhirnya terkumpul seribu di saudara satu dan seribu di saudara satunya lagi, kurang seribu. Aha!! Aku ingat sepertinya ada uang seribuan di kantong jaketku. Dan akhirnya lunas juga bubur yang kumakan pagi itu.

Disepanjang perjalanan kita tertawa cekikikan dan berkata “Ternyata materi tadi malem langsung teraplikasikan, Jangan berharap pada manusia jika tak ingin kecewa” hahaaaaaa, memang kita sering minta todong untuk ditraktir pada salah satu teman kita. Termasuk kejadian pagi itu mereka menodongku untuk minta traktir pada saya. Dan hasilnya adalah mengecewakan, karena berakhir dengan urunan seribu rupiah masing-masing demi menghalalkan bubur yang saya makan.

Walaupun itu adalah peristiwa yang kecil, tapi dapat kita ambil hikmahnya. Hahaaaaaaa

Selamat mengambil hikmah dari setiap kejadian ya temans…😀

Klaten, 17 Maret 2012

Salam

2 thoughts on “Dissappointed

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s