Bahagia itu pilihan


Karena menjadi diri ini dengan segala kenikmatan raga yang lengkap adalah kenikmatan. Mendapati diri ini dengan keindahan fisik adalah  anugerah, inilah sebaik-baiknya rupa yang telah Alloh berikan pada kita. Dengan salah satu ucapan syukur atas anugerah sering kita ucapkan ketika bercermin dengan kalimat “Ya Alloh, sebagaimana engkau telah membaguskan rupaku, maka baguskanlah akhlaqku”. Satu kalimat pengharapan yang selalu kita minta untuk selalu berada di koridor ‘kebaikan’.

Menjadi bahagia?? Siapa yang tidak menginginkan itu semua?

 Tetapi  diluar ‘dunia bahagia’ itu ada suatu rintangan yang seringkali saya dan mungkin saudara temukan juga. Sebuah kesedihan. Menangis, merenung, kecewa itulah berbagai expresi yang menghalangi jalan menuju ‘dunia bahagia’

Bahagia itu pilihan. Banyak sedikitnya kesedihan yang dialami bukan parameter seseorang dikatakan bahagia, tetapi seberapa lama seseorang terjembab dalam kesedihan tersebut.

Sedih karena telah berbuat dosa sedangkan dari diri tidak berusaha untuk bangkit karena selalu saja dihantui oleh perbuatan tersebut. Alloh saja Maha pengampun, maka minta saja pengampunan pada Nya sebanyak mungkin, karena kita tak akan kehabisan stok ampunan dari Nya. 99 Asmaul Husna itu benar adanya.

Tak mungkin satu manusia pun yang tak melakukan dosa. Semuanya pasti pernah berbuat, yang membedakannya adalah setelah itu. Memahami makna Taubat itu sangatlah berat. Penyesalan diri pada Alloh,  berhenti melakukannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Jika istighfar itu ibarat mandi yang berfungsi membersihkan kotoran, maka memperbanyak istighfar pun bisa mengurangi dosa-dosa kecil kita.

Salah satu yang menghalangi bahagia adalah jika kita mempunyai rasa dendam. Ya, dulu saya mempunyai sifat pendendam. Tetapi bertambahnya saudara  yang memberiku banyak warna mengubahku menjadi seorang yang pemaaf. Tidak mudah mengubah sifat tersebut, awal yang berat tetapi akhirnya saya pun bisa melakukannya sedikit demi sedikit.

Mengubah kalimat umpatan menjadi sebuah pengharapan melalui doa. Karena pastinya kita semua tidak mau masuk surga sendiri kan??

Kata maaf yang dulu ku pun juga sulit kuucapkan. Sekarang kata maaf menjadi sebuah permohonan maaf yang tulus. Dan tak akan tenang sebelum mendapat balasan “ya, saya memaafkanmu”.

Menjadi bahagia?? Adalah tentang kesegeraan bangkit dari keterpurukan kemudian membuatnya baru lagi, mereset ulang niat, mengecat ulang casing kita yang lusuh, menyegarkan kembali yang telah layu, dan bahkan memberikan semangat yang lain untuk terciprat kebahagian dari kita.

Bahagia itu ketika orang yang kita sayangi  berubah menjadi lebih baik. Bahagia itu sesuatu yang tidak bisa dilogika, bahkan tanpa alasan. Bahagia adalah karunia terindah yang Ia berikan pada kita semua..

Klaten,  24 Maret 2012

16 thoughts on “Bahagia itu pilihan

  1. Yuk, berbahagia. Makasih ya, pelajaran berbahagia yang sangat menyejukkan. Untuk berbahagia tak harus punya alasan, karena bahagia itu sebuah pilihan. Inspiratif buanget mbak… matur nuwun…

    salam

  2. Buzzz buzzz buzzz
    Assalam mualikum,lam kenal

    Apik tulisannya, mantep
    mampir atuh ke blog aku, hatur nuhun

    Salam Madu juga Sengat

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s