Cerita Cita Cinta


Hemmm, entah sudah berapa lama gambar ini saya buat. Kira-kira 3 tahun yang lalu gambar ini tersusun dari 3 jpeg yang kujadikan satu. Tentunya  bukan hal ini pokok permasalahannya. Disitu ada diriku  yang berdiri dengan jaket bertuliskan ‘Engineer’, sebuah gambar keluarga dan ada sebuah pesan yang bertuliskan “Alloh ingin mempertemukan kalian diwaktu yang tepat dan segala sesuatunya akan indah pada waktunya”

Jikalau ditanya ‘siapa sih yang tak ingin menikah?’ pastilah semuanya ingin ke jenjang yang suci itu. Dimana ikatan itu yang menjadikan dari yang sebelumnya haram menjadi halal, dan merubah yang sebelumnya berdosa menjadi berpahala.

Kira-kira sudah sejak SMA saya dan teman saya bercita cinta yang seperti ini. Sejak saya menemukan sebuah novel yang sampai sekarang masih menjadi raja di hati saya “Diorama Sepasang AlBanna” dan kelanjutannya “Dilatasi Memori”. Saya kurang tau secara pasti kenapa buku itu banyak merubah pola pikir saya. Yang dulunya kurang islami menjadi lebih Islami. Saya suka cara penyampaian pesan yang terkandung di novel tersebut. Dan secara tidak langsung juga mendamba sosok yang menjadi tokoh utama😀.

Perbincangan yang tak lekang oleh waktu, yaitu tentang “nikah”. Berbicara tentang nikah, pastilah ada pertanyaan Apakah nikah itu sebuah keinginan ataukah sebuah kebutuhan? , kemudian pertanyaan itu berlanjut ‘sudah seberapa jauhkan kesiapan untuk menikah?’. Tentang hukum menikah? sudah dijelaskan di banyak buku nikah dimana seseorang terkena hukum wajib, sunah, mubah maupun haram. Nah, dirimu sekarang termasuk di zona manakah?heheeee.

Kalau di masa-masa kuliah, memang kata itu hanya sekedar kata ingin saja, tetapi ketika sudah selesai dengan urusan lain maka bisa berubah menjadi sebuah kebutuhan. Seiring bertambahnya umur, cara berfikir karena perbedaan pergaulan yang sudah tidak berbaur dengan cangkupan yang sempit (mahasiswa saja), dan adannya tanggung jawab yang terpikul ketika sudah bekerja. Antara keinginan dan kebutuhan, sangat berbeda sekali maknanya. Jika ‘ingin’ itu lebih kepada nafsu, tapi kalau ‘kebutuhan’ itu lebih condong pada kewajiban yang semestinya terpenuhi.

Ya, sekali lagi manusia boleh berencana, tetapi Alloh lah yang menentukan. Boleh saja menargetkan untuk menikah, tapi jangan kecewa jika pada akhirnya tak kecapaian sehingga doa tiap tahun di bulan ramadhan selalu sama “Ya Alloh, jadikan bulan ramadhan ini adalan bulan ramadhan terakhir saya melajang”. Heheeee, doa ini yang sering jadi bahan perbincangan oleh teman-teman saat pada akhirnya ternyata masih berstatus ‘lajang’ di ramadhan berikutnya. Kikikikkkk

Cita cinta itu tetap ada di hati saya, tentang harapan, tentang visi-misi, tentang komitmen yang  sudah terlukiskan di memory cita cinta di hati saya, heheee..#lebaying

Entah siapapun dia nantinya, yang jelas bukan karena ketampanannya, karena jika tampan tapi tak membuat hati bahagia ketika bersamanya? Itulah kenapa pangeran Charles lebih memilih Camilla Parker, padahal sudah ada Putri Diana yang cantiknya luar biasa, bukan berarti pribadi putri Dyana tidak bagus, tapi karena pangeran charles lebih bisa bicara dengan Camilla Parker, tentang sebuah kenyamanan.

Bukan karena banyaknya harta, karena untuk apa kaya harta jika dia bukan seorang yang bertanggung jawab. Toh kita tak tau sampai kapan amanah harta itu dititipkan pada kita. Jika bukan orang yang bertanggungjawab, dia akan bergantung dengan harta yang sudah ada saja, bukannya menjemput tapi mengandalkan.

Bukan juga karena kepintarannya. Mendalami ilmu pengetahuan, memang kita wajib untuk menuntutnya, bukankah dalam surat cinta Nya ada pertanyaan retoris tentang ‘samakah orang yang berilmu dengan yang tak berilmu?’, dimana orang yang berilmu lebih tinggi derajatnya dari pada yang tidak berilmu, tetapi jika tidak diimbangi dengan Iman dan taqwa?? Maka tak seimbang lah antara Ilmu dan Iman tersebut. Melupakan hakekat ilmu itu sendiri.

Pastilah dia nantinya yang sesuai dengan budget kapasitas saya, karena dia adalah cerminan diriku. Jika saya baik, InsyaAlloh dia baik juga. Karena janji Alloh itu pasti. “Orang baik hanya untuk orang baik”. Dan untuk mengetahui baik tidaknya kita, hanya diri kita dan Dia yang tau pasti.

Ya, tak ada orang yang sempurna di dunia ini, dan saya tidak mengharapkan sosok yang sempurna itu. Karena separuh kesempurnaan itu satu bagian ada di diriku dan satu bagian lagi ada di dirinya😀

Aaahhh, harapan itu selalu ada, entah kapan Dia akan mempertemukanku dengannya. Tak ada yang tau, siapa, kapan dan dimana. Yang jelas, saya yakin dia yang terbaik buat saya. Mungkin banyak orang yang baik di sekitar saya, tapi bukan yang terbaik untuk saya.

Seperti bunyi sms yang saya dapatkan dari seseorang

Seseorang hadir di hidupmu karena sebuah alasan

Mereka datang menawarkan kebahagiaan juga kekecewaan

Adayang hanya sesaat, ada pula yang setiap saat

Mereka datang silih berganti meninggalkan kasih dan terkadang perih

Namun percayalah, akan ada seseorang yang datang dan menetap sepanjang masa di hidupmu

Alloh sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang dulu, sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat dengan cara dan waktu yang indah..

Solo,03 April 2012

26 thoughts on “Cerita Cita Cinta

  1. tulisan yang inspiratif dan menggugah

    “Alloh sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang dulu, sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat dengan cara dan waktu yang indah..”

    subhanallah… gitu ya… heheh.

    • Hahaaay, memang sist..
      Untuk menentramkan hati sajah, bahwasanya tulang rusuk akan mengenali pemiliknya nanti..heheee

      Ryan Fikri?? oooopss, sebut merk ik. jadiEnak. hihihi

  2. jadi ingat dulu saat mau nikah hehe…
    pacar terahir saya adalah istri saya sekarang…
    sejujurnya waktu itu sampai hari H tiba saya masih belum siap untuk menikah masiiihhh sangat banyak pertimbangan… yang membuat saya mau karena kami saling mencintai itu saja….

    • Waaaa, saia jadi mengingatkan hal yang membahagiakan itu ya pak..
      Semoga dapat bertahan sampai akhir hayat, heppyEnding Full Barokah pak. Dan doakan saia, heheee😀

    • Seperti itulah pak, banyaknya cerita dari temans pasca kampus yang mau tak mau ku pun juga harus mengalami fase ini. Heheee amin… mengilhami lajangers untuk tetap semangat dan tetap di koridorNya walaupun hantaman melanda #lebayyyying😀

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s