Hikmah Silaturahim “Dan Tulang Rusuk Akan Mengenali Pemiliknya”


Hikmah dari silaturahim memang banyak ya kalau kita tak pernah malas untuk melakukannya. Menyambangi saudara kita yang mungkin lama tidak bertemu. Bertamu untuk sekedar menanyakan kabar dan bertukar cerita. Selain dapat pahala, ternyata ada bonus juga atas silaturahim, yaitu dapet suguhan, minimal dapat minum. Jadi kenyang deh. Hihiiiiiii. (Eiiits, tapi jangan ngarep lho ya)

Itulah yang saya dapatkan dari hasil kunjungan saya ke rumah saudari saya di perbatasan solo sukoharjo. Walaupun selisih umur saya 3 tahun dibawah beliau, tapi saya telah menganggap seperti teman saya. Sering jugak menginap di rumah beliau, alhasil saya juga sudah dianggap anak sendiri oleh ibu, hehee. Karena kebanyakan teman terdekat saya adalah orang yang lebih tua dari saya. Jadi bisa ditebak kenapa saya bisa jadi orang ‘sok dewasa’ hahaaa.

Entah kenapa ya, orang terdekat saya itu lebih tua dari saya, minimal 2 tahun diatas saya, dan anehnya kalau ada kelakuan aneh2 dari mbak mbak yang jadi korban saya. Selalu saja jadi korban “nulari sifat nyleneh”. Dan gak satu atau dua orang yang bilang (hadeeee). Ya memang saya tertular sifat mereka yang ‘lebih dewasa’ sih (ooops, kok jadi jumawa), tapi kayaknya sifat menggila saya lebih banyak tertransfer ke mereka. Hahaaaa. Maaf-maaf yuaaa..

Dari hasil silaturahim kemarin saya mendapat keyakinan yang semakin menuatkan, bahwa “Tulang rusuk itu takkan tertukar” dan semakin mantabs saya meyakininya. Kalau bahasa keren saya lagi “Tulang rusuk itu akan mengenali pemiliknya samdey”. Hahaaa, pembahasannya tentang ituh lagi yaaak, mesti pada bosen.😀

Sebelumnya saudara saya memang dipertemukan dengan beberapa orang melalui Ta’aruf. Tapi ya itu, memang karena belum jodohnya maka belum sampai ke tahap ‘akad’ hingga pada akhirnya jodohnya adalah teman sekelasnya selama 4 tahun, heheee.

Faktor “J” itu memang penting. Seberapa besar usaha untuk mendapatkan seseorang dengan bantuan seribu tangan, jika bukan jodohnya maka akad itu gak bakal terjadi. Pun sebaliknya seberapa banyak tangan orang untuk menghalangi seseorang dalam mendapatkan seseorang, jika dia jodohnya maka ribuan tangan itu akan kalah dengan faktor ‘J’ tersebut. Dan hanya Dialah yang mengetahui apa yang terbaik buat kita. Jauh-jauh kuliah untuk menimba ilmu sambil usaha cari pendamping, ternyata jodohnya tetangganya. Heheeee. Memang faktor ‘J’ itu sunguh misterius.

Maka dari itu saya jadi lebih tenang, jika ikhtiar sudah dikerahkan, serahkanlah pada Nya. Jadi tidak perlu Tepe Tepe ke lawan jenis untuk menarik perhatian dan ingin diakui “Wuiiiiih, si dia memang keren euy”. Tidak perlu diumumkan dalam jejaring sosial tentang kegiatan sehari-harinya “eh, aku lagi ini itu”. Untuk apa tepe tepe hingga pada akhirnya memberi harapan palsu. Tidak ada manfaat apapun, malah mungkin membuat sakit yang jadi korban.

Menjadilah seorang yang tak mudah diliat banyak orang,

layaknya bunga yang berada di puncak tebing,

tak sering diliat banyak orang yang lalu lalang dibawahnya

Hingga pada akhirnya hanya dia yang melihat dan berusaha untuk memetiknya

Menjadilah wanita yang spesial untuk orang yang spesial

Bukan jual mahal, tetapi menjaga hati. Ya, saya sebagai wanita mungkin akan tegas jika yang datang adalah orang nakal layaknya preman kampus, karena wanita bicaranya bisa setajam silet (hehee). Tetapi hati ini pun juga akan melemah ketika yang datang adalah seorang laki-laki yang berbaju sholih. Berbaju sholih belum menandakan hatinya juga sholih. Karena saya juga bukan wanita yang bisa selamanya kuat untuk mendapat cobaan dari seorang yang berbaju sholih tersebut.

Hemmm, kalau saya menilai seorang bisa dikatakan siip adalah lelaki yang bertanggung jawab. Lelaki yang bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatan. Bertanggung jawab bukan hanya di dunia saja, tetapi juga bertanggung jawab di akhirat. Tentang kesetiaan, tentang saling mengingatkan, tentang penjagaan hati, dan lainnya. Lelaki yang bertanggung jawab untuk selalu membuat sang wanita nya bertambah taat dan dekat dengan sang pencipta.

Karena ku bukan seorang sandera, jadi jangan datang bak pahlawan palsu yang ingin menyelamatkan

Karena aku tak selamanya kuat, jadi jangan datang dengan jalan pintas yang tak diridhoi Nya

Karena aku tak selalu mempunyai daya tahan yang kuat, jadi jangan serang aku dengan rayuanmu

Karena aku hanya ingin bertemu dengan satu orang saja, ingin mempercayakannya pada satu orang saja, orang yang dipilihkan Nya untukku

Solo,24 April 2012

Ulfah Uswatun Hasanah

14 thoughts on “Hikmah Silaturahim “Dan Tulang Rusuk Akan Mengenali Pemiliknya”

  1. wkwkwkwkwkwkkwk
    mumet”’mumet”mumet”mumet
    sekarang aku dah tahu penyebabnya
    tak ada yg bisa berbohong denganku, karena aku punya indra yg keren (semoga yg punya nama indra kagak GR)

  2. wkwkwkkwkwkwkkwkkwwkkwkw…
    mumet..mumet..mumet..mumet
    aku telah tahu penyebabnya hahahahahahhahaah
    tak ada yg bisa bohong denganku, xixixixixi semuanya terlihat jelas, krena aku punya indra yang keren,,,, (semoga yang punya nama indra kagak GR)

    • Hahaaaa, ternyata gak juga tuh. terakhir yang pake rusuk itu 5 tulisan yang lalu. hihiiiii
      Tapi kalau didoakan tetap saya amini deh..
      Amiiiiiiiiiin..😀

  3. benar memang banyak manfaatnya dari silaturahmi…
    kalau saya bertamu ke rumah sapa aja di sini pasti di suguhi secangkir kopi…

    semoga saja cepat mendapatkan seseorang yang di yakini pantas dan bisa membuat Urupa bahagia lahir dan bathin..

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s