Lingkungan baru ?? siapa takut ??!


Pertama kali di lingkungan baru pasti berasa asing dan terasing. Mencoba beradaptasi dengan teman baru, beradaptasi dengan pemandangan baru, pun beradaptasi dengan istrumen-instrumen yang berada di sekitar. Perubahan dari lingkungan yang lama menuju lingkungan baru pasti ada rasa deg-degan, grogi, perasaan was-was bisakan ku diterima di lingkungan baru ini?? Heemmm, pokoknya rame rasanya.

Setidaknya saya sudah mengalami tiga kali lingkungan baru (yang saya hitung adalah selepas SMA).  Ketika perpindahan dari masa SMA ke perkuliahan, Perkuliahan ke lingkungan kerja, trus lingkungan kerja lama ke lingkungan kerja baru.

Pertama masuk kuliah dulu sungguh adaptasi yang paling berat. Lingkungan saat SMA adalah lingkungan nyaman, karena teman-teman saya orangnya baik hati, alim, solihah, dan pokmen tidak neko2 lah, dan mungkin kalo dibandingkan dengan mereka saya yang paling badung.

Lulusan SMA bercita-cita  pengen ke sekolah yang banyak ceweknya dibanding cowok. Ketrima di poltekes tapi tidak diambil, spmb milih psikologi, eh kagak diridhoi ortu. Nekat ambil hasilnya kagak ditrima deh. Heheee

Alhasil masuklah saya di dunia teknik, yang 80 % makhluknya adalah putra. Kelasa saya saja hanya ada 10 orang putri dari 50an mahasiswa. Yang sering masuk 8 mahasiswi. Yang  lain asli laki-laki, tapi ada 1 yang jadi laki jadi-jadian, heheee. Lingkungan yang sangat drastis. Saya sempat mengalami depresi (lebay), ya saya sungguh kaget dengan perubahan lingkungan itu. Sampai tak tertahankan saya menangis de depan mbak kos saya yang senasib.

Perlu waktu adaptasi yang lama, sekitar 2 semester saya bisa berbaur dengan teman-teman saya di sipil. Hingga akhirnya saya nyaman dengan mereka, sampai sekarang. Perlu proses panjang, tapi hasilnya juga baik sampai sekarang.😀.

Perubahan kedua dari perubahan dunia perkuliahan menuju dunia kerja. Yah lingkungan ini malah nyaman, karena wanita semua. Tetapi diluar lingkungan tuntutan pekerjaan membuat saya ingin pindah haluan.

Akhirnya sampailah saya ke lingkungan yang sekarang ini. Dan kau tau? Kaum hawa adalah kaum minoritas jugak, 80% dari total. Yang lainnya adalah bapak-bapak. Tapi saya agak tenang, karena smua bapak-bapak sudah berkeluarga semua (Trus maksudnya apa?) maksud saya, saya malah agak grogi kalau berinteraksi dengan laki-laki yang single (terutama ikhwan :D).

Pertama kali masuk kerja penerimaannya alhamdulillah baik, tapi saya masih belum show up menunjukkan diri saya yang sebenarnya. Masih dalam tahap jaim (jaga imej dan jaga iman). Dan setelah agak lama, baru mereka akan mengetahui tanpa kuperlihatkan. Bahwa saya itu ternyata …. (kwokKwokKwok)..

Emmm, salah satu keuntungan berinteraksi dengan laki-laki adalah bisa miinta tolong terus tanpa memikirkan perasaan pekewuh, bisa minta jajan, bisa minta tolong ini itu dan banyak pokoknya. Heheee

Yaah, karena perubahan lingkungan itu akan terjadi di siapapun juga, dan kapanpun juga. Dan yang paling baik ituh perubahan dari lingkungan, kebiasaan, perbuatan yang buruk menuju ke lingkungan yang baik, kebiasaan yang baik dan perbuatan yang baik, berhijrah🙂

Jadi Lingkungan baru?? Siapa takut…

10 thoughts on “Lingkungan baru ?? siapa takut ??!

    • pertanyaan bagus ne.. kenapa ikhwan malu2 kucing atau rada jaim (jaga imej dan jaga iman) klo ketemu akhwat tapi pas ketemu wanita biasa ya biasa-biasa aja juga (berlaku sebaliknya).. hmmz..??

      • Iya, soalnya kalo ikhwan tuh agak sensi kalo ketemu akhwat. Tapi kalo sama cowok bisa lebih leluasa, hihiiii
        Ya gak sih??
        Bagaimana pendapatmu bruder?

      • Klo alasannya sya gk tau pasti.. dan sepertinya sy juga kena sindrom ini..
        Ya ya mestinya kita berlaku adil jg kepada yg lain baik ikhwan atau cowok, akhwat atau cewek.. klo kepada teman ikhwan/akhwat kita “jaim” maka kpd mereka kita juga rada jaim..
        jadi pelajaran buat sy jg sih, thaks..🙂

      • Emm, mungkin yang njenengan maksud jaim adalah menjaga hati (benar begitu?). Pertimbanganya sih seperti ini. ketika berinteraksi dengan cow mungkin perasaan yang timbul “emm, cew ni bukan tipe gua”. jadi ada perasaan ‘aman’ dalam tataran menjaga hati. Begitu sih menurut pandangan dan pendapat saya.:D. Tapi tetep ada batasannya jugak, yah taulah..😀

      • Ya mksudnya menjaga hati..

        “emm, cew ni bukan tipe gua”, bagaimana anty tau kalau si cwok berpikiran seperti itu.. siapa tau malah sebaliknya, yg namanya cwok sukanya gadis baik2 (ya iyalah, masa’ mau ama gadis jadi-jadian!!).. prasangka yg tanpa dasar ini sebaiknya perlu kita hindari.. dan setuju selama bukan mahramnya, siapapun dia harus ada batasannya, termasuk saling komen ini kali ya..😀

      • hiyaaaa, skakMat..
        Ukey deh, saia kalaah.. Sebenere ada alasan, tapi daripada tambah panjang pembahasannya😀
        Maturnuwun sudah diingatkan🙂

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s