Berkendara di jalan Yuuuh..


Berkendaraan di jalan raya memang harus hati-hati. Kurang waspada bisa tidak sampai ke tujuan yang kita inginkan. Dari beberapa transportasi darat memang saya lebih senang naik motor, karena naek bis itu agak rawan buat saya. Rawan copet, rawan telat, dan rawan mabuk (heheee :D)

Nah, ini ada tips buat yang suka berkendara motor. Walaupun saya baru bisa berani naik motor saat semester 2 waktu perkuliaahan, ya sekitar tahun 2007 awal lah. Itu pun karena terpaksa, baru terjun ke jalanan pertama kali malem-malem plus hujan pula. Tapi justru itu yang membuat saya agak lebih berani dalam mengarungi kerasnya jalan raya (ya iyalah, aspal masak empuk??!)

Sebelum terjun ke jalanan pastikan dulu perlengkapannya :

  1. Pastikan membawa perlengkapan keamanan berkendara, seperti helm standar SNI, surat kendaraan bermotor SIM (surat Ijin Menikah, ups salah Surat Ijin Mengemudi), dan lain-lain.
  2. Motor dalam keadaan sehat wal ‘afiat, tidak gembes, sudah diservis rutin, spion terpasang lengkap, tutup ban terpasang, dan nyaman diduduki
  3. Siap ke jalanan??

Let’s go guys cap cus :

  1. Berjalanlah di lajur kiri sesuai yang disarankan oleh pak polisi, tetapi jika keadaan berkata lain karena di lajur kiri sudah dikuasai oleh truk pengangkut pasir dan truk-truk lainnya, maka nyaliplah ke kanan, tetap waspada dengan sering melihat spion kanan dan kiri. Tentunya banyak resiko berjalan di lajur kanan, karena tentunya akan sering di klakson oleh para pengguna mobil pribadi. Dikarenakan saya pengguna jalan jogja-solo, maka ada beberapa yang saya amati bahwasanya yang sering mengklakson saya seringnya adalah mobil yang ber plat B, AB, dan D, selain itu lebih aman terkendali.
  2. Jika ingin ngebut karena seringnya telat maka kalau bertemu dengan tikungan, bermainlah dengan rem. Maksudnya gas tak usah dikurangi tetapi pakailah rem belakang, jangan terlalu sering menggunakan rem depan. (Makanya  setiap saya servis, yang sering diganti adalah kampas, tapi ndak sebulan sekali. Tenang :D). Dan kalau bisa jangan melewati garis tengah. Itu ilmu yang saya dapat dari film “Initial D” yang menceritakan tentang pembalap gunung yang tentunya banyak sekali ditemukan tikungan yang tajam. Tapi tidak direkomendasikan, karena bisa agak sedikit bahaya. hiihiiiii😀
  3. jika tidak dalam kondisi mefet waktu maka santai sajalah. Tak usah ngebut, tapi jika ada orang yang ngajak untuk balapan dan berdasarkan  analisa kita bisa memenangkannya maka cap cus yuk yak yuk. Nah untuk mengetahui siapa saja orang yang mau ngajak balapan, pasti ada gerak-gerik yang mencurigakan. Salah satunya dalah dengan lajunya yang naek turun dengan kita, tetapi selalu terhenti di lampu merah, kadang kita duluan yang sampai di lampu merah, dan kadang dia yang sampai duluan di lampu merah. Itu artinya ngajak balapan, heheee, itu sih analisaku sendiri. Bisasaya yang sering ngajak balapan adalah mas-mas, tetapi ada jugak yang bapak-bapak dan mbak-mbak akhwat.
  4. Berkendara sendiri akan berbeda rasanya ketika kita memboncengkan seseorang. Jika yang kita boncengkan orang tua kita, jangan sekali-kali ngebut. Kecepatan 70km sudah cukup membuat biru-biru di lengan maupun paha, karena sering dicubitin. Dan sensasinya memang lebih menakutkan dibonceng dari pada berada di depan untuk mengemudikannya.
  5. Selalu berhati-hati dengan truk yang kosong, karena biasanya truk yang kososng tanpa muatan selalu ngebut dan sering mengklakson tanpa ampun. Juga berhati-hati dengan bus yang menjadi raja di jalan raya. Dan ketika ingin menyalipnya harus benar-benar diperhitungkan. Jangan ngawur dan jangan sembrono, lebih baik menyingkir dari pada “kaget njundil” akibat bunyi klakson bus yang mengerikan (pengalaman.com :D)
  6. Seni berkendaraan ada beberapa, yang lebih bisa diterima itu adalah lepas tangan satu. Lepas tangan dua dan ngetril-ngetril itu tidak dianjurkan. Untuk wanita berkendara dengan lepas tangan satu itu kadang juga diperlukan ketika mempunyai anak kelak. Menggendong anak di posisi depan untuk bayi yang belum bisa “di pekeh” maka hal itu akan membuat kita menggunakan gaya lepas satu tangan. Dalam suatu keadaan memang suami tidak bisa siaga, tidak bisa selalu diantar kesana-kemari. Maka untuk melatih kemandirian kita sebagai wanita juga harus mampu membawa anak-anak yang tak bisa ditinggal bersama kita, termasuk dalam berkendara. Jika tak dibiasakan maka besok pas kejadian akan lebih sulit😀. yang perlu diingat, jangan sok-sok an melepas satu tangan di sepanjang perjalanan. Tapi kalo sesekali agar tangan tidak hitam terpanggang karena tak memakai sarung tangan, ya sok atuh. Heheee..
  7. Tentunya selanjutnya adalah menaati lalu lintas yang ada, lampu hijau tanda berjalan, lampu kuning itu warning dan lampu merah itu artinya berhenti. Ingat lampu merah itu tanda berhtenti bukan menambah kecepatan. All red masih maksa melaju, maka sempritan bersambut dan menghentikan lajumu secara paksa. Oh pak polisi, ampun pak..
  8. Dan untuk selanjutnya berdoalah sebelum berkendara. Selalu berdzikir ketika di jalan, jangan menggunakan telepon saat berkendara, mengangkat telepon hape saja sudah sangat mencelakaanan apalagi mengangkat telepon rumah, sungguh sangat merepotkan😀
  9. Terakhir, selamat berkendara, hati-hati selaluuuu. Ingat, orang di rumah menanti kehadiran kita, dengan tertib lalu lintas, maka akan menyelamatkan anda dan keluarga anda dari kecelakaan. Selamat berkendara :D….

7 thoughts on “Berkendara di jalan Yuuuh..

  1. kalo di jalan sih kebanyakan org pada ego, pengen menang sendiri, pengen enak sendiri, orag laen bodo amat…
    cuma sebagian kecil saja yg memikirkan org laen..
    hmm.. pengalaman pribadi tuh..
    hehehe… jd maluuu…

  2. waduh, kalau ngerem tanpa mengurangi gas beresiko ngepot/drift (rem belakang saja) atau njungkel bahkan (rem depan saja). tetep… berdoa dulu apapun kondisinya🙂

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s