Lepaskanlah, jangan kau tahan


Ada sebuah kisah yang kubaca dari group di jaringan sosial yang saya ikuti, namun saya lupa dari group yang mana,  ceritanya sangat inspiratif sekali. Tanpa mengaku-aku ini murni cerita dari saya sendiri Ijinkan saya untuk menceritakan kembali.

Ada seorang gadis kecil yang waktu itu ikut berbelanja bersama ibunya di sebuah supermarket. Ibu anak tersebut melewati sebuah toko pernak-pernik perhiasan untuk anak kecil. Sang anak merasa tertarik pada sebuah kalung mutiara yang berkilau. Kemudian diutarakan ke ibunya bahwa sang anak menginginkannya, kemudian dengan memberikan sedikit edukasi pertanggunngjawabannya sang ibu membelikan kalung itu dengan syarat memotong uang saku selama satu minggu, anak pun setuju dan akhirnya kalung itu dimuliki sang anak tersebut.

Gadis kecil itu senang sekali dengan kalung barunya, kemanapun ia pergi selalu dipakainya kecuali saat mandi dan saat tidur saja ia melepasnya.

Kemudian sang ayah mendekatinya, sambil bermain-main dengan gadis kecil nya ia bertanya kepada anaknya “nak, bagaimana kalau kalung ini ayah minta?” kemudian dijawabnya “jangan ayah, aku sangat menyukainya, kalung ini cantik dan berkilau, ayah boleh mengambil bonekaku asal jangan kalung mutiara ini ayah”. Kemudian di kesempatan kedua ayahnya meminta hal yang sama dan dijawabnya “emmm, bagaimana kalau jepit-jepitan ini yang diambil ayah, bukan kalung mutiara ini yah, aku masih sangat menyukainya”.

Kemudian di kemudian hari, ayah menemukan gadis kecilnya menangis, bukan karena kehilangan kalung mutiara yang disukainya, tapi karena kalung mutiara yang sering dipakainya itu membuat luka di lehernya, karena kalung itu hanyalah kalung imitasi. Kemudian sang ayah tersenyum dan berkata kepada gadis kecilnya itu “ ini sayang, ayah gantikan yang lebih bagus, kemarin ayah minta kalung mutiaramu dan ingin membelikan yang asli untukmu, tetapi kamu masih menahannya, jadi ayah menundanya untuk memberikannya. Karena ayah tau kalung imitasi itu akan membuatmu terluka, maka ayah ingin menukarnya dengan yang asli”.

***

Hemmm, dari kisah itu saya menyadari sesuatu, bahwasanya kita manusia itu seperti gadis kecil itu. Tak tau apa-apa, ilmunya sangat sedikit dan terkadang sok tau dengan mengaku berilmu tinggi padahal cuma setitik ilmu saja. Ketika ingin diminta oleh Alloh yang notabene lebih mengetahui apapun lebih dari kita, kita sering menahannya dengan berkata “Ya Alloh, kenapa Engkau ambil nikmat itu, kenapa Engkau memisahkan aku dengan orang yang kusayangi, kenapa Engkau tega sekali padaku ??” kenapa kenapa dan kenapa?? Kita sering menahannya dengan perasaan tidak ikhlas.. Ya terkadang bahkan sering kita  masih tidak mengerti bahwa Alloh ingin memberikan ganti yang lebih baik.

Ada perasaan tak rela dengan masih protes pada Nya “Kenapa Ya Alloh??”. Dengan ilmu kita yang memang sangat dangkal kita berakting dengan “sok taunya” bahwa nikmat yang Alloh ambil itu adalah yang terbaik untuk kita, tentunya dilihat dari kacamata kita sebagai manusia.

Hemm, sungguh sangat sulit sekali memaksakan kita untuk yakin akan keputusannya. Bahwa ada yang lebih indah, lebih orisinil, dan lebih dahsyat dari nikmat sekarang yang masih kita tahan yang mungkin membuat kita sakit, dan membuat kita terlena dengan sakitnya. Mengenang, menyesali terlalu dalam dan terus merenungkan hal yang yang tak pantas direnungkan, karena hal yang pantas direnungkan adalah ketika kita bermaksiat kepada Alloh.

Ikhlaskanlah hal yang masih kau tahan, yang masih kita tahan, dan memaksa untuk meyakinkan pada diri kita, bahwa sekarang ini apa yang kita punyai hari ini, adalah yang terbaik. Karena Alloh lebih mengetahui diri kita lebih dari kita sendiri. Sekali lagi ikhlaskanlah, yakin dan bersyukurlah. InsyaAlloh akan episode selanjutnya yang lebih indah jika kita berbuat yang pantas untuk mendapatkannya. Senantiasa berkhusnudzon pada Alloh..

Klaten, 21 Mei 2012

12 thoughts on “Lepaskanlah, jangan kau tahan

  1. Subhanallah!!! dalam sekali maknanya, tapi karna memang sudah sifat manusia yang inginnya semuanya dipunyai sehingga seringkali lupa bahwa ada kehidupan yang lebih baik dan kekal kenikmatan didalamnya…🙂

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s