Kriteria Idaman???


Kriteria Idaman???

Weitss, lagi-lagi pertanyaan yang sama itu selalu muncul. Kapan kapan dan kapan??. Beeeuuh.  memang sulid sepertinya ketika sedang di masa di usia galaw. Hihiiiih. Kalau ditanya kapan saya malah bingung menjawabnya, karena yang ditanya tak lebih tau dari yang bertanya.

Kemudian timbul persepsi aneh-aneh dari banyak pihak dengan anggapan “Kriteriamu terlalu tinggi sih”. Hahaaa, memang hebat beud mereka yang bisa membaca batin saya, padahal saya sendiri juga tidak tau kenapa, heheeeh😀

Kalau kriteria secara umum yang jelas ya beda kelamin, (I’m normal)😀, dan diikuti rentetan lainnya yang pokok. Nah mungkn yang agak njlimet itu yang khusus-khusus. Hati memang gak bisa bohong khan? Eiits, tapi hati yang mana dulu nih yang musti dipercaya?? Kalau percaya kata hati yang sering maxiat ma Alloh, berabe jugak atuh neng. Berdasarkan pengalaman sesepuh, dalam menentukan pilihannya itu yang paling baik ketika sedang dekat dengan Nya. (Siaaap kakaaak :D)

Laki-laki boleh memilih, dan wanita bisa menolak. Laki-laki mungkin tidak takut untuk mengungkapkan, tapi yang ditakutinya adalah mendengar jawabannya. Musti siap apapun jawaban yang keluar bruder. Kalo diterima ya Alhamdulillah dan segera capcus dilanjutkan follow up nya, kalo di tolak ucapkan “Allahu Akbar”, dan janganlah bersedih, berarti dia bukan jodohmu. Segera saja mencari sasaran panah lain yang kiranya bisa berkata “Yes, I do” kepadamu.

Jadi teringat kisah “Mencintai sang pejantan Ali” di buku salim A Filllah guys. Disitu diceritakan perjuangan Seorang Ali bin Abi Thalib yang tak punya apa-apa untuk mendapatkan Fatimah binti Rosululloh. Dia tau dan faham saingannya sangatlah berat. Abu Bakar as shidiq yang ibadahnya luar biasa, ustman bin affan dan umar bi khatab pun hanya dijawab dengan jawaban penolakan halus secara tidak langsung oleh Rosululloh. Bukannya menyangsikan keshalihan beliau-beliau, tetapi memang bukan jodohnya saja.

Saat itu keadaan Ali dilanda tekanan batin yang luar biasa minder dengan kehebatan sahabat terdekat Rosululloh. Bahkan Sahabat-sahabat terdekat Rosululloh saja tertolak, lalu apa yang diharapkan Rosululloh untuk menjadi pendamping Fatimah?? Apa sebenarnya Kriteria dari Rosululloh untuk pendamping putrinya?? Masih belum mendapatkan jawaban dari pertanyaanya, eh malah dapat dorongan dari teman-temannya. “Mungkin Rosululloh sedang menantimu wahai kawan”

Dengan perasaan tak percaya diri Ali pun memberanikan diri untuk maju. Dan pulang dengan kebingungan mengartikan makna jawaban dari perkataan Rosululloh karena mendapatkan jawaban “Ahlan wa sahlan”. Ahlan saja sudah mendapatkan ucapan selamat datang, apalagi “Ahlan Wa Sahlan” pastinya Rosululloh menantinya dengan sangat senang.

Dengan bermodalkan mahar baju besi yang digunakan perang, maka Ali pun menikahi Fatimah binti Rosululloh. Dan Ketika Cinta Bertahmid “Alhamdulillah”. Whhoooaaa, so sweet kan?😀

Hemhhh, kalau dibilang pilih-pilih sih ya saya tidak sepakat, karena kalau hati ndak bisa dipaksakan juga kan? Semua urusan itu akan lancar ketika memang jodohnya. Emm, kalau ditanya alasannya mungkin tidak bisa dilogika. Bukan karena fisikly, karena cantik dan cakep itu memang relative (Jelek itu mutlak, itu kalimat nakal nya artis, heheeeh). Dan sebuah kemantapan hati bahwa memang benar-benar sosok dia yang ditunggu itu ‘sesuatu’ bangets😀

Mungkin sekarang yang ditunggu baru menyiapkan administrasi dengan Nya, persyaratan demi persyaratan yang musti dipenuhinya, baik lahir maupun batin. Hemmm, memang sesuatu itu akan indah dimasanya. Tugas ku bukan mensegerakannya, tetapi ikhtiar untuk menjadi sosok yang kita idamkan, jangan lupa pasangan kita adalah cerminan kita. Jika kita baik, maka dapat baik jugak..

Jadi ketika ditanya “Kapan nikah?” jawab saja “Aaamiiin, doanya saja ya..”,

jika ada pertanyaan lagi “Kapan nikah?” “Dibantu doa ya” (dengan senyum tulus)

Masih ditanya “Kapan nikah?” jawab saja “Kapan-kapan” (masih dengan senyum tulus)

Eh, masih ditanya “ Kapan nikah” , (karena sudah kesel, jawab saja) “Besog” lalu kabuuuuuuuur😀😀😀

Klaten, 29 Mei 2012

22 thoughts on “Kriteria Idaman???

  1. “Mungkin sekarang yang ditunggu baru menyiapkan administrasi dengan Nya, persyaratan demi persyaratan yang musti dipenuhinya, baik lahir maupun batin”….i like it

    yang menunggu juga harus menyiapkan diri menjadi sosok yang baik di mata Allah…. (menurut buku yg aku baca)….jadi impas baik ketemu baik..hehehe😀

  2. Jadi ketika ditanya “Kapan nikah?” jawab saja “Aaamiiin, doanya saja ya..”,

    jika ada pertanyaan lagi “Kapan nikah?” “Dibantu doa ya” (dengan senyum tulus)

    Masih ditanya “Kapan nikah?” jawab saja “Kapan-kapan” (masih dengan senyum tulus)

    Eh, masih ditanya “ Kapan nikah” , (karena sudah kesel, jawab saja) “Besog” lalu kabuuuuuuuur 😀😀😀

    #Hahahahah:mrgreen:

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s