Sang Pengendara


 

Tiiiin tiiin tiiiiin….
tengok spion, busyeeet mobil avanza melesat sangat kenceng beud di saat lampu merah sudah makcling satu detik berubah warna dari kuning. Tak hanya itu, ada mobil satu lagi yang meniru adegan berbahaya ini.

Dari lampu merah sebelumnya si sup (si supir maksud aye) sudah anarkis menggasak-gasak melanggar marka perbatasan lajur. Saya yang bedugal dalam bersepeda yang kala itu cukup mempunyai sopan santun dalam berkendara masih malu jika melanggar lampu merah. Hla ini?? Sudah pake mobil, ugal-ugalan di dalam kota.

Cukup membuat kaget bin buyuten mendengar bunyi klakson yang tertuju kepada saya, karena dengan kecepatan yang lumayan, dan setelah mendekati lampu merah yang mulai menguning saya mengurangi kecepatan dan sebelum benar-benar berhenti mendapat serangan yang seharusnya si sup itu berhenti. Sudah ngebut gak nggenah di lampu merah berikutnya juga tertahan bareng dengan saya. Jadi gunanyangebut di tengah kota apa sup??

Memang benar, kalau mau melihat ketaatan seorang warga di suatu negara, liat seberapa banyak orang yang mematuhi tata tertib lalu lintas. Bukan karena takut tertilang, tapi memaksakan diri untuk tertib demi keselamatan bersama itu jauh lebih penting.

Heheee, maaf kali ini agak mere-mere gitu jadinya.
Jadi teringat dengan tausyah seorang ustad di masa kuliah dulu tentang sopan santun kita kepada bumi Alloh. Bumi yang kita tempati bersama, yang tiap hari kita injek-injek juga penting untuk kita hormati sob. Kalau ustad itu memberikan contoh, setiap mau berkendara beliau berdoa untuk meminta izin Sang Pemilik Jagad agar bisa melintasinya.

Terus ada lagi tentang menaati lampu merah, yap kalau disitu tidak ada polisi yang berjaga, lebih sering melanggar atau berhenti?? Bagaimana kalau kita ubah mind set kita tentang ketakutan kita pada polisi. Polisi juga manusia, dia juga hamba dari Alloh yang sama jadi jangan takut karena dia. Bagaimana kalau kita bertemu di lampu merah yang ada di bayangan kita bukan rompi ijo pupus yang mencolok, tapi tulisan Alloh diatas lampu merah tersebut??
Kalau dia pak polisi tak meliat tingkah nakal kita, ada yang lebih tau. Yang mengawasi kita. Kedahsyatannya melebihi cctv yang dipasang di lampu merah.
Hemmm, memang tidak bisa dipaksakan. Harus ada kesadaran diri yang tinggi untuk membangun itu semua.
Hati-hati di jalan ya semuanyaa…😀

Pasca di arungan JalanRayaNanPadatTapiTakSepadatJalanJakarta

2 thoughts on “Sang Pengendara

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s