Menyerah kah??


Akhirnya aku menyerah kalah dengan keadaan. Setelah berbagai jurus, beragai strategi dan berbagai cara kulakukan. Entahlah sekarang saya sudah manutlah kemana mau dibawa. Qodarulloh..

Kubuka kembali buku hitamku dengan cover mangkuk yang berisi buah-buahan

Satu waktu, sudah lama sekali
Seseorang berkata dengan wajah sendu

Alangkah beratnya.. alangkah banyak rintangan
Alangakah berbilang sandungan … alangkah rumitnya
Aku bertanya, “lalu?”
Dia menatapku dalam-dalam lalu menunduk
“apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”
“hanya karena itu kau menyerah kawan?”

Aku hanya bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti yang dialaminya

“yah.. bagaimana lagi? Tidakkah semua hadangan ini pertanda bahwa Alloh tak meridhoinya?”
Aku membersamainya menghela nafas panjang lalu bertanya,
“andai Muhammad, Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berpikir sebagaimana engkau menalar,
kan adakah islam dimuka bumi?”

“maksudmu akhi?” ia terbelalak
“ya, andai Muhammad berpikir bahwa banyak kesulitan berarti tak diridhoi Alloh, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?”

Ada banyak titik sepertimu saat ini, saat Muhammad bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar.

Mungkin saat dalam rukuknya ia dijerat di bagian leher
Mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta
Mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu
Mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun dan tukang sihir
Mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib
Mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa didepan mata
Atau saat paman terkasih dan istri tersayang berpulang,
Atau justru saat dunia ditawarkan padanya; tahta, harta, wanita..”

“JIka Muhammad berpikir sebagaimana engkau menalar tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?”

Tapi Muhammad tahu, kawan
Ridho Alloh tak terletak pada sulit atau mudahnya
Berat atau ringannya, bahagia atau deritanya
Senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya”

“Ridho Alloh terletak pada apakah kita menaati Nya dalam menghadapi semua itu.
Apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan laranganNya dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan”

“Maka selama disitu engkau berjalan. Bersemangatlah kawan..”

Salim A Fillah

Heemmh (DeepSigh)

Mungkin berhenti sejenak untuk mengumpulkan kekuatan kembali..

5 thoughts on “Menyerah kah??

  1. Dirimu i nyapo tho? Pulang ke halaman masa kecil og malah seperti itu, jangan lebay ah, jalan yg sulit belom tentu Alloh tdk ridho, justru itu adalah ujian untuk kita berproses, agar kita bisa berkata Alloh sayang dan ridho padaku

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s