Hati Yang Terluka


Sore hari yang penuh kedamaian. Masih dua jam sampai mentari itu menghilang dari pandangan. Sekilas terpikirkan untuk silaturahim ke seorang sahabat, dan Alhamdulillah ku bisa mengunjunginya.

Hati yang terluka. Itu adalah kalimat yang bisa kusimpulkan setelah sang ibuk itu bercerita panjang lebar kepadaku. Yang ingin kutemui semula bukan sang ibuk, melainkan sahabat saya. Tetapi sang ibu itu ingin sekali meluapkan isi hatinya kepadaku. Masalah itu sudah satu bulan yang lalu, beliau mengngirimkan sms kepadaku hanya untuk mencurahkannya, dan ternyata sampai sekarang masih membekas.

Hati ibu siapa yang tak terluka ketika hati anaknya dilukai oleh seorang lelaki? Ibu siapa yang tak ikut sakit ketika sang anak ditanya tentang kabar lelakinya yang menghilang beberapa bulan tanpa ada kabar apapun? Yang sering ke rumah dan dari kedua pihak itu saling mengetahui maksud kedatangannya.

Namun apa daya, ternyata Alloh berkehendak lain. Hati sang ibu telah sakit oleh perkataanya sebulan yang lalu. Tak Cuma hati ibu yang sakit, tetapi hati anaknya lebih sakit akibat ulahnya.

Ekspresinya selalu berkaca-kaca ketika menceritakan itu, mencoba mereview semua perkataan dan kata ucapan maaf yang dikirimkan dari sang lelaki ke ponsel sang ibu.

Kusalurkan semangatku lewat tepukan lembut ke tubuh sang ibu dan berkata “InsyaAlloh si fulan dapat yang lebih baik dari dia buk, lebih sholih, lebih bertanggung jawab dan lebih apapun dari dia” kataku dengan penuh semangat mencoba mengusir kesedihan yang merundung.

“Doakan saja bu, karena Tulang rusuk takkan tertukar” lanjutku mantab, “ Dan doakan saya juga buk”, dengan tangan mengepal ke depan tanda semangat berkobar tak mau kalah😀

Karena masalah itu mendewasakan kita. Walaupun akibatnya adalah trauma psikis dan luka yang menganga, maka kedepan kita akan lebih berhati-hati menjaga hati kita. Karena keesokan harinya kan ada seseorang yang menutup luka dan menguburnya dalam-dalam.

20 thoughts on “Hati Yang Terluka

  1. Maka tanyalah kepada Tuhanmu di mana Dia menyimpan tulang rusukmu agar terhindar dari perkiraan2 dan perbuatan2 yang dilarang syariah.. dan mintalah agar Dia menjaganya sampai kamu menemukannya.. Dia Maha Tahu dan tidak ada satupun manusia yang tahu sampai Dia menunjukkannya..

    kalo mbak ulfahuswatunhasanah sebagai perempuan juga, musti bertanya “aku ini tulang rusuknya siapa?” agar tidak terjebak oleh rayuan laki -laki (seperti tokoh cerita di atas)..😀

    • Bagus2, saya sukah comentnya. Itu cerita dari mana?
      “dan mintalah agar Dia menjaganya sampai kamu menemukannya” like this..:mrgreen:
      Hahaaaa, tapi juga gak terus bertanya seperti itu dunks di jalanan. kikikikikkkkk😆 , jadi kebayang jika kulakukan itu di jalanan, segera diangkut ke RS dekat rumah saya nanti alias RSJ..😀😀

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s