Karena Ku Tau Alloh Bersamaku


Innalloha Ma’ana

Sedamai bayi dalam pelukan sang ibu. Begitu damai, begitu pasrah dari gangguan luar. Seakan sang ibu adalah pelindung baginya sang bayi yang tak bisa berbuat banyak.

Pasrah sepenuhnya terhadap apa yang akan menimpanya, itu tentang akidah. Kepercayaan penuh kita pada Alloh yang membuat hati kita menjadi tenang. Tentang sebuah keyakinan, bahwa Alloh selalu membersamai kita. Alloh itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Bahwa sebesar apapun masalah yang kita hadapi, ternyata kita tak sendiri. Alloh selalu membersamai kita.

Sepasrah Nabi Ibrahim ketika mendapat perintah untuk menyembelih putra terkasihnya Ismail. Yang jika bukan karena iman, tak akan ada kisah teladan tentang keimanan beliau yang luar biasa.

Sepasrah Siti Hajar yang kala itu ditinggal suaminya nabi Ibrahim di tengah gurun, bertanya kenapa dan ketika nabi Ibrahim tak bisa menjawabnya, sang istripun ridho dengan berucap “Jika ini karena Alloh, sungguh saya ridho”.

Sepasrah dan seyakin Abu Bakar As Shidiq ketika berada di gua Hiro yang jikalau pasukan kafir menundukkan sedikit saja penglihatannya, maka Abu Bakar beserta Rasululloh yang berada di dalam gua tersebut dihabisi oleh pasukan kafir.

Seyakin Rasululloh ketika pedang tajam itu dihunuskan ke tubuh Rasululloh, maka Rasululloh secara reflek berkata “Alloh yang akan menolongku”, ketika sang pembawa pedang itu bertanya “siapa yang akan menolongmu, sedangkan disini hanya ada kau dan aku”.

Tugas kita disini adalah melakukan apa yang kita mampu, jikalau sebuah permasalahn itu adalah suatu yang mustahil kita selesaikan dengan logika kita, maka tugas kita adalah pasrah. Biarkan Alloh yang akan menyelesaikannya.

“Dirikanlah Sholat dan Tunaikanlah Zakat”, Begitu yang tertulis dalam AlQur’an. Seakan memberikan jawaban atas kegundahan hati atas permasalahan yang ada. Mengambil wudhu dan mengerjakan sholat sebagai istirahat kita. Istirahat dalam berfikir permasalahan dunia. Dan tak lupa tentang kewajiban berzakat yang selalu diikutkan setelah kata Sholat. Yang bisa kita lakukan adalah semampu kita, selebihnya kita memasrahkan kepadaNya.

Namun, kebanyakan ketika kita mempunyai masalah, bukan Sang pemilik Hati yang kita ajak konsultasi yang pertama kali. Sahabat, teman dekat, atau siapapun yang merasa nyaman untuk mengungkapkan kekesalan kita selalu mengalahkan Nya. Bukan teman, sahabat, dan orang terdekat yang menyelesaikan masalah kita. Namun Dia yang menyelesaikan masalah kita melalui saudara terkasih kita, tapi kita sering lupa.🙂

Pun bukan Sang pemilik Tubuh ini yang kita cari ketika kita sakit, bergantung pada obat-obatan yang diracik oleh sang ahli obat atas rujukan dokter. Ya, mereka juga manusia. Dokter dan obat adalah perantara kita untuk berikhtiar dalam penyembuhannya. Dan kadang kita lupa, yang menyembuhkan itu sejatinya adalah Dia, bukan dokter.🙂

6 thoughts on “Karena Ku Tau Alloh Bersamaku

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s