Pemain Figuran Yang Beruntung


Ya, dulu saya pernah sekali, eh bukan banyak kali saya membatin tentang seseorang. Seorang yang hanya kuungkapkan lewat hati kecil saya. Tak pernah seorangpun tau. Saya sering membatin tentang orang-orang yang pernah kutemui.

“Orang itu keren sekali” kata saya dalam hati, “Aduhai betapa bahagianya jikalau saya bisa menjadi saudara terdekatnya, menjadi bagian yang mewarnai kehidupannya”, lanjutku masih dalam hati yang paling dalam, tak terdengar, tak terlihat. “Ah, siapa gua??” lanjutku sambil lalu.

Banyak sekali alasan kenapa mereka menjadi “orang keren” bagiku, entah karena kepintarannya, keasyikannya dalam bergaul, kecantikannya, kebaikan hatinya, ketulusannya, kelembutannya, kekonyolannya, keseriusannya, keCoolannya atau bahkan tanpa alasan apapun, aneh khan?? Entahlah mereka terlihat keren bagiku.

Saya tidak mendekatinya hanya karena alasan duniawi itu. Dan tentunya saya juga tau diri siapa saya, toh saya hanya seorang pemain figuran, ndak penting.

Tapi Alloh Maha Tau, Alloh Maha Dekat, Ia tau apa-apa yang ada di hati manusia. Manusia bisa dibohongi dengan perkataan ‘tidak’, tapi Alloh tau bahwa ‘ya, saya igin menjadi saudara terdekatnya’. Seiring berjalannya waktu saya sering dipertemukan dengan mereka. Alloh mendekatkan kita dengan kejadian yang hanya bisa diskenario oleh Nya saja. Tak hanya satu, dua, tapi banyak ‘orang keren’ yang akhirnya mereka bisa memungut saya pemain figuran ini menjadi saudaranya.

Pertemuan-pertemuan kecil menjadi besar dan Intens yang membuat riak chemistry diantara kita. “Ya saya adalah seorang pemain figuran yang beruntung”, kataku. ‘Orang Keren’ yang dulu ku hanya bisa memandangnya dari jauh, sekarang ku bisa dekat dengannya. Mungkin jauh secara jarak, tetapi sangat dekat di hati.

Bukankah itu makna sesungguhnya yang disebut ukhuwah?? Ukhuwah itu yang mendekatkan hati-hati diantara ribuan mil jarak yang memisahkan. Sampai sekarang saya masih merasa bahwa saya adalah orang yang beruntung memiliki mereka ‘orang-orang keren’. Menjadi yang terdekat, menjadi yang banyak mendengar, menjadi yang banyak berinteraksi menjadi yang banyak berkeluh kesah, menjadi yang banyak bisa membantu, dan apapun untuk mereka.

Satu hal yang belum kutanyakan pada mereka, mereka beruntung ndak ya? Mengingat setiap orang yang menjadi terdekatku selalu ketularan ‘Erorr’ nya. Yang dulu seorang yang kalem menjadi konyol, yang dulu seorang yang diem menjadi agak ‘Lebay’, yang dulunya saklek menjadi agak nyleneh. Hahaaa, ada-ada saja tanggapan mereka terhadapku setelah bergaul dengan saya. Itu yang membuat mereka merinduku katanya. (hahaaa, PD Dahsyat…). Tapi ku tetap bahagia karena saya peran figuran yang beruntung itu.

12 thoughts on “Pemain Figuran Yang Beruntung

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s