Syaik Adnan Ali Rantisi (Ramadhan kedua ku)


Ramadhan hari kedua. Hemm, satu bulan ini sepertinya ingin aktif menulis, yah walau tulisannya kurang inspiratif buat dibaca. Tapi ini bener-bener buat Diary Ramadhan saya tahun 1433 H.

Hari minggu tanggal 22 july kemarin ada kajian dari Syaikh Adnan Ali Rantisi, adik dari Abdul Azis Ar Rantisi. Siapakah beliau?? Beliau berasal dari Negara palestina. Mashid Raya Klaten menjadi saksi kedatangan beliau. Beliau menceritakan update keadaan Negara palestina. Palestina masih belum merdeka, dan palestina masih butuh bantuan dari Negara kita.Bantuan motivasi, doa, material dan apapun untuk membela Negara palestina ini.

Beliau juga menceritakan tentang kondisi keluarganya yang dianugerahi 15 anak. Anak terakhir berumur 9 tahun dan sudah hafidz. Subhanalloh… Anak palestina memang luar biasa. Ditengah kondisi yang kurang aman karena banyak peperangan, mereka malah lebih dekat dengan Al Qur’an. Agak sedikit tertampar dengan realita tersebut. Kita saja (eh, saya aja dinks) yang di Negara cukup aman tanpa peperangan fisik kalah dengan mereka anak palestina yang dekat sekali dengan Al Qur’an. Yaah, memang kita di Indonesia ini aman tak ada peperangan fisik, tapi yang membahayakan di Indonesia banyak peperangan pikiran. Ngeriiiii

Itu lah sekelumit kisah dari syaikh Adnan Ali Rantisi yang berbicara dengan bahasa Arab nya, dan kita hanya mendengarkan translet dari penerjemah. Sekali lagi ngiri lagi, pengen bisa bahasa arab. Huks… Dulu sempat les bahasa arab, eh mogok. Cuma bisa dasarnya sajah, belum sempat ikut ujiannya.😦

Sebagai penyelenggara, maka saya dan 3 teman lain tidak bisa masuk ke ruangan, hanya suara saja yang dapat kita dengar. Tapi tetep bisa mengikuti cerita dan semangat bertakbir kala itu🙂

Di sela-sela itu sebelum acara dimulai, saya berbincang dengan 3 akhwat yang membahas tentang umur. Saya diam saja dan hanya mesam-mesem mendengar mereka yang asyik membicarakan “wis wayahe nduwe suami”. Ternyata yang didoakan cuma teman saya yang hanya selisih 4 bulan lebih tua dari saya itu, sedang saya masih dicuekin. Kemudian teman saya yang didoakan mendoakan saya juga. Dan malah di sangkal sama ibu satu itu, “Mbake umur berapa, kan masih kecil, masih imut gitu kok”..

krik krik krik,…

Yang dirasani malah mesem mesem, entah bahagia karena dibilang imut atau sedih karena dibilang belum pantes nikah. hihiiiiiiii
(Tambahan yang gak penting)

25 thoughts on “Syaik Adnan Ali Rantisi (Ramadhan kedua ku)

  1. bahagia rasanya bisa berjabat tangan dengan syekh adnan ali. dalam hati, ingin sekali memeluknya. tapi disisi lain saya malu, karna indonesia baru sedikit membantu saudara-saudara kita di palestina. ump purwokerto

  2. Pas beliau selesai mengisi ceramah di Masjid Baitul Maal, panitia dan beberapa peserta nyempetin buat berfoto berdua sama beliau, dan tiba2 beliau berbicara dalam bahasa Arab, lalu penerjemah dari ACT menjelaskan artinya kurang lebih “kalo mau foto sama saya, bayar hehe”

    Terharu, di tengah kondisi Palestina yg seperti ini, beliau masih mau berbagi senyuman dgn saudara-saudara muslimnya di sini..

  3. syukran atas share nya mba…insyaallah mlm ini sy jg mau hadir di muhadhoroh bliau..d stan..pas search tntg bliau eh ktmu blog mba ini..salam kenal

  4. tgl 22 juli di jogja syeikh ngisi ceramah setelah tarowih………..
    sama juga ceritanya……
    cuma ga ada kisah seperti di paragraf terakhir, hehe…….

  5. ha? imut? hahaha..

    iya2 betul Palestina sudah tidak merdeka lagi, tertindas oleh Israel yang bahkan ingin mendirikan haekal sulaiman di atas masjidil aqsa (tidak2, tidak boleh itu) –> sayangnya hanya Iran yang “Syiah” dan Hezbollah yang juga “syiah” yang berani menantang Israel daaaaaaaaan MENANG! dimanakah kita? apa yang kita perbuat? kita, kaum “sunni” kan yang lurus itu kan? yang hanya bisa mengutuk tindakan Israel?

    nyanyi: dimanakah janji sunnah itu…

  6. imut itu berarti insyaalah mantap untuk nikah (jadi t-nya tdk ada) hehe

    kisah energik dari saudara-saudara di Palestina menggambarkan renungan untuk pribadi-pribadi yg selalu ingin dan kelak bisa terus dekat dengan pedoman hidup🙂

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s