Kuliner Masjid (Ramadhan keempat ku)


Desiran angin malam menyibak jilbab crem kausku, membuat sebuah kelebatan yang mengibas tubuh oleh permainan angin. Revo silver membawaku ke rumah Nya. Merasakan atmosfer yang berbeda dari biasanya yang hanya  ku tempuh dengan kaki. Kira-kira membutuhkan waktu lima belas menit kita sampai ke sana. Alhamdulillah karena rumah saya bukan termasuk pelosok, jadi kita tidak melewati sawah yang mbulak😀

Sholat tarawih di hari keempat ramadhanku memang lain. Bersama babe, lil bruder en my sistah kita berangkat ke masjid Raya Klaten.

Suara adzan baru terdengar ketika kita sampai disana. Indah sekali suara adzannnya, merdu dan syahdu.

Para Jama’ah  disambut oleh beberapa burung “prenjak” yang gemericik riang terbang diatas lampu gantung besar berwarna merah yang ditempatkan tepat di tengah, pusat masjid. Satu persatu jama’ah memasuki dan menempatkan diri masing-masing. Para ibu masih dengan sajadah besarnya, fenomena yang hampir sama di kebanyakan jama’ah masjid lainnya.

Tak begitu banyak jama’ah yang memenuhi masjid yang lumayan besar itu. 5 shaf untuk jama’ah laki-laki dan 3 shaf untuk jama’ah wanita. Ya, memang panjangnya sih panjang sekali. Mungkin sekitar 50 meter kali ya.

Bacaan sang imam perlahan, khusyuk dan tak tergesa-gesa. Surat yang digunakan tak terlalu panjang dan tak terlalu pendek, yah sedang lah.

Setelah sholat isya, sang khotib maju di mimbar untuk kultum. Materi yang disampaikan selama kurang lebih 10 menit itu cukp padat, singkat dan tak bertele-tele. Tentang cirri-ciri orang muttaqien. Berikut ini yang sempat saya ukir dengan tinta diatas kertas putih #Hayyah😀

Ciri-ciri orang Muttaqin :

1. Bergabung dengan orang-orang yang sholeh.
Dalam artian mempunyai prinsip dalam bergaul, ketika membaur dengan yang lain tetap mempunyai filter, tetapi tetap mempunyai komunitas yang bisa mengingatkannya ketika khilaf.

2. Jika mendapat musibah dalam hal keduaniwan maka bersabar

3. Jika mendapat musibah dalam hal agama, maka bersedihlah.
Example : ketika ada halangan untuk berbuat kebaikan, moment bersedekah misalnya, maka dia menyesal karena telah melewatkannya, dan segera mencari peluang lainnya.

4. Tidak segera memenuhi perutnya karena khawatir makanan yang masuk berasal dari sumber yang non halal.
Dengan bahasa saya sendiri yang saya tangkap, yaitu berhati-hati dengan makanan yang non halal sumber dan asalnya.

5. Memandang orang lain bersih dari dosa dan memandang diri ini penuh dengan limangan dosa.

Demikian tausyah yang disampaikan oleh sang khatib. Pengingatan yang ditujukan untuk para jama’ah.
Semoga bermanfaat🙂

11 thoughts on “Kuliner Masjid (Ramadhan keempat ku)

  1. bikin terus diary-nya sis… dulu Harun Yahya (mungkin juga sekarang) tiap hari bikin artikel saat bulan ramadhan.. sapa tau bisa jadi penulis terkenal kayak Harun Yahya😀

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s