Kuliner Masjid ke 2 di Maskam UGM


Sebenarnya ini sudah hari minggu yang lalu. Sekedar berbagi cerita tak masalah kan? Hehee

Sehabis acara “Sehari bersama Al Qur’an” di mushola Apung UGM yang tempatnya di pasca sarjana dan magister UGM, entah kenapa saya memilih Maskam sebagai tempat tarawih. Pengen di sana sajah😀

Sebelum berbagi cerita apa saja yang terjadi di Maskam UGM dan perjalanan pulang, saya mereview kegiatan di mushola apung terlebih dahulu.

Acara Sehari bersama Al Qur’an yang diadakan oleh anak Himpas UGM di buat konsepan dengan sasaran untuk umum, mungkin karena publikasi kurang maksimal alhasil hanya beberapa saja yang murni umum termasuk saya. Peserta lainnya adalah panitia dan anak S2 UGM.

Acara dimulai jam 9 kurang dengan sajian pembukaan pada umumnya, setelah itu ada tasmi’ dari anak-anak TPA. Yang hafalan anak kelas 6 SD sedangkan kakak-kakaknya membaca Alqur’an Juz 28. Hadeee, tertampar kaaan??

Acara selanjutnya penyampaian materi sampai siang dan dilanjutkan cerdas cermat setelah istirahat sholat dhuhur. Acara cerdas cermat ini menarik juga, sambil belajar kita bermain. Walaupun hanya bisa masuk 5 besar di babak penyisihan kita cukup bahagia, jadi penggembira disana. Heheee.

Permainan itu pun berujung pertarungan 3 kelompok, 1 kelompok akhwat dan 2 kelompok ikhwan. Di permainan itu saya terpana dan terpukau oleh kecerdasan salah satu peserta. Ketika dibacakan soal yang diminta untuk mengartikan ayat maupun hadist, peserta tersebut langsung menjawabnya dengan benar dan lancar. Ajiiiib. Tidak Cuma itu saja, dalam mengenali ayat  Al Qur’an ketika diminta untuk meneruskan ayat dan menjawab nama suratnya, sang peserta langsung menhajarnya tanpa ampun. Sampai-sampai sang mc yang membacakan soal bertasbih “Subhanalloh” terus, eh saya jugak dinks😀 . Kalau MC nya mungkin masih bisa terkendali, tapi kalau saya sampai melongo dan hampir mengeces saking kagum sambil mbatin “Kok ada ya, orang sehebat dia, saking dekatnya dengan Al Qur’an pertanyaan apapun langsung dihajarnya” ckckckc #Ngiri.com

Setelah acara di mushola apung selesai dan dilanjutkan buka bersama, Kita “Double Oll” saya dan mbak ol alias mbak ulik langsung capcus ke maskam UGM. Setelah parkir dan berwudhu ria kita langsung ke lantai dua bergabung bersama jama’ah wanita lainnya. Sesampainya disana, tanpa disengaja dan itu asli skenario dari Alloh ternyata kita berdampingan dengan mbaknya yang pinter tadi, mbak Dona namanya, beliau asli Padang, merantau sampai ke jogja untuk belajar. Subhanalloh, akhirnya yang tadi hanya bisa kupandang dan ku kagumi dari jauh ternyata malam itu dia di sampingku. Senangnyaaaa😀

Sholat isya dimulai, sang imam membaca dengan bacaan tartil dan perlahan. Barisan jama’ah wanita pun sangat rapi, suasana tidak begitu bising oleh anak-anak. Pokoknya siip dah..

Seusai sholat isya ada kultum oleh Achmad Wibowo Wijayanto. Sepuluh menit berlalu, kultumnya menarik. Pengemasannya berat namun disampaikan dengan renyah oleh sang khatib, tak lupa dibumbui dengan guyonan yang menggelitik. Setelah 15 menit kemudian, saya baru sadar ternyata sang khatib adalah ustad Wijayanto yang mempunyai expresi yang datar itu. Subhanalloh, barusan saya liat beliau di tipi, eh minggu kemaren dapat bertemu langsung di Maskam, tepatnya mendengar secara langsung sih, karena saya tidak bisa melihat beliau.

Dalam ceramahnya itu sebenarnya banyak sekali yang disampaikan, tapi saya mencuplikkan sedikit saja tentang sholat tahajud.

“Telah dicontohkan Rosul kepada kita tentang sholat Tahajud, kalau di waktu ramadhan, sholat tarawih itu adalah sholat tahajud yang diajukan, tetapi lebih baik lagi kalau di sepertiga malam saat bulan ramadhan juga melaksanakan sholat tahajud. “

“Sholat tahajud itu”, kata ustad wijayanto “Lebih baik dilakukan berdua bersama suami atau istri. Jika suami yang bangun duluan maka istri juga dibangunkan. Jika tak segera bangun, bisa di perciki air di wajahnya. Nah begitu pun dengan istri, jika istri bangun duluan maka jadi tugas istri untuk membangunkan sang suami, jika tak bangun juga bisa diguyurkan air di seluruh badan” (jamaah tertawa) #GudIdea😆

“Iya, hal ini diperbolehkan, ada hadistnya dan shohih pula. Dan kali ini Muhammadiyah dan NU sepakat dalam hal ini, tidak ada perbedaan pendapat. Tidak seperti perbedaan hari pertama puasa dan lebaran tahun ini” lanjut ustad wijayanto yang membuat ramai jama’ah.😆😆😆

Heheee, ada-ada saja ustad ini. Membuat jama’ah terkekeh-kekeh, tapi jama’ah tetap bisa mengambil pelajarannya. Waktu 30 menit tak terasa waktu itu, dan waktu sudah menunjukkan pukul 20.20, itu belum sholat tarawih.

Setelah sholat tarawih selesai tanpa mengikuti shalat witir kita langsung berpamitan pada mbak donna untuk pulang ke klaten karena takut kemaleman. Dan pukul 20.30 kita keluar dari maskam.

Perjalanan pulang UGM – rumah biasanya ditempuh selama 45 menit dengan kecepatan maximal 80km/jam. Setelah sampai Amplaz ada kejadian yang tak terduga, ada kecelakaan. Kecelakaan mobil dan motor itu tepat di depan kita. Kasusnya mobil itu tak sabar dengan kendaraan di depannya, karena gemez, mobil ngepot ke kanan. Karena tidak jeli, mobil langsung menyenggol motor yang disampingnya dengan keras. Motor matic sampai ke pambatas jalan dan pengendara motor tersebut pingsan seketika.

Hmmm, akibat ulah mobil tersebut kita berdua tremor alias bergetar karena ketakutan. Setidaknya itu mengingatkan kita untuk tetap hati-hati dan tetap waspada, bisa jadi yang salah bukan kita tetapi kita yang jadi korban. Malam itu kecepatan menurun drastis menjadi 50 km/jam, dan sampai rumah pukul 21.30. satu jam perjalanan dari yang biasanya hanya 45 menit.

Alhamdulillah sampai juga dirumah dengan selamat…

26 thoughts on “Kuliner Masjid ke 2 di Maskam UGM

  1. dan waktu sudah menunjukkan pukul 20.20, itu belum sholat tarawih. Setelah sholat tarawih selesai tanpa mengikuti shalat witir kita langsung berpamitan pada mbak donna untuk pulang ke klaten karena takut kemaleman. Dan pukul 20.30 kita keluar dari maskam.

    saia sedikit bingung ul..? jadi tarawihnya cuma 10menit yh..express banget..;-)

    45 menit dengan kecepatan maximal 80km/jam

    jadi kalo dengan rumus kecepatan v = s / t , maka didapat jaraknya (s) berapa hayoo..?

    **iseng-iseng**

    #kabuuuurrr

    • gak kok, tarawehnya lumayan lama kok. asli. saya agak lupa mulenya ceramah. soalnya gak ada jam di maskam.
      sampe disindir diminta cari sponsorship.wkwkwk
      keknya jam 20.10 deh.. yang jelas jam 20.30 kita cabut..

      dengan kecepatan 80 dan waktunya 45 menit maka dapetnya 60 km ik. 80 x 0.75 = 60 km..

      padahal jaraknya sekitar 35 ik.. hayo pie ikih?

      • haaa…tarawehnya lama yh..? salam buat imamnya…;-)

        dapet jarak 60km, tapi realnya 35km..
        saia ajah yang 55km dapet 2jam kurang, berarti kamu ngebut banget yaah…;-P

        #tancaaap-gass

      • waaah, ndak bisa nyampaikan salam ke imam nya. tak jawab saja ‘alaykumussalam, heheeee

        kalo rumah UNS itu biasanya 1 jam, jaraknya kayaknya hampir 40 km.

        gak ngebut ah, biasaa. :p

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s