Bulshit


Bulshit

Omong kosong

Kau mengaku, kau hanya mencintai-Nya saja, nyatanya kau masih mempunyai tandingan-tandingan selain-Nya

Kau mengaku kau akan setia sampai maut menjemput, tiap hari kau lafadzkan “Allahumma amitna fii husnil khatimah”, nyatanya kau masih saja berfikiran bagaimana mengkhianati-Nya tanpa sepengetahuan-Nya

Kau mengaku kau mau jadi insan yang terbaik dengan menggigit erat Al Qur’an dan Sunnah dengan gigi geraham, nyatanya masih saja kau hidup kelimpungan seperti orang linglung karena kecolongan dengan bentuk pengkhianatan lain terhadap Tuhan Mu.

Kau mengaku kau mencintai Rosululloh, nyatanya kau tak menjadikannya sebagai khudwah sejati,cukup puas hanya dengan menuliskannya “Rosululloh adalah uswatun khasanahku” di ‘about me’ di jejaring social tanpa meresapi makna khudwah tersebut. Menjadikannya sebagai patokan dalam bertindak, menjadikan Rosululloh sebagai rujukan lewat shiroh yang memukau.

Kau mengaku kau cinta Al Qur’an, membawanya kemanapun kau pergi, nyatanya tiap hari membaca selembar pun tak kau lakukan. Lebih memilih membaca novel picisan romantis murahan dari pada meluangkan waktu untuk membaca surat cinta-Nya, memahami makna yang terkandung dengan mentadaburinya.

Kau mengaku kau sayang saudaramu, nyatanya kau hanya berkata dalam hati “sungguh kasihan si fulanah” ketika saudaramu menghadapi musibah tanpa melanjutkan dengan “What can I do for u?”, dan mencoba mencari solusi bersama, amal jama’i.

Kau mengaku beriman dengan pakaian takwamu, nyatanya kau masih saja bertingkah seperti orang jahiliyah. Bertindak semaunya sendiri, menuruti nafsu liar yang mengelilingimu. Lalu hanya yang tampak di luar saja yang membedakanmu dengan orang jahiliyah (bodoh), tetapi hati masih saja sama dengan orang jahiliyah, yang jika dilanjutkan kelakuannya juga seperti mereka.

Kau mengaku ingin menjadikan syetan sebagai musuh yang nyata bagimu, nyatanya syetan itu terlihat akrab sekali denganmu di setiap aktifitasmu.

Kau mengaku neraka adalah seburuk-buruknya tempat bagimu, nyatanya masih saja kau menikmati jalan yang menuju neraka tersebut dengan berkata pada hatimu “Aaah, surga masih jauh cuy”

Kau mengaku surga adalah sebaik-baiknya tujuan, seindah-indahnya tempat dan cita-cita tertinggi mu, nyatanya kelakuanmu sama sekali tak menunjukkan bahwa kau layak untuk mendapatkan kunci syurga tersebut, bahkan tak layak mencium baunya.

Cukup-cukup Ya Rabb, aku sudah cukup hina dina dengan kelakuanku, hanya belas kasihan-Mu saja yang bisa menutupi aib-aib ku di dunia ini…

Ampuni…

Ampuni…

Ampuni hamba Ya Rabb..

 

 

 

4 thoughts on “Bulshit

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s