Lintas Harokah


Kali ini saya tertarik untuk membahas tentang pernikahan lintas harokah. Secara idealis orang menginginkan pasangan yang sesuai dengan harokah yang ia yakini. Persamaan visi dan misi akan memudahkan pasangan tersebut dalam mengarungi bahtera rumah tangganya. Tidak ada rumah tangga yang mulus bak jalan tol, suka, sedih, masalah, cemburu dan kasih sayang itu adalah sensasinya (katanya lho ya).

Suatu ketika saya pernah ditanya “Sudah siapkah ketika jodohmu berasal dari harokah lain ataukah berasal dari seorang yang amah?”. Hati sempat mak deg dengan pertanyaan yang sedikit membuat shock terapi.

Saya lupa apa jawaban saya waktu itu. Normally, saya menginginkan seseorang yang searah dan sejalur dengan visi misi yang sama, dan seorang Qawwam yang mempunyai ilmu agama lebih dari saya, karena dia pemimpin saya, yang membimbing saya, menegur secara lembut jika bersalah dan memberikan arahan yang jelas. Secara normal saya bisa menjawab seperti itu. Tapi jika pertanyaan “siapkah” yang berhubungan dengan takdir jodoh saya jika tak sesuai dengan yang saya inginkan??

Banyak pembahasan yang membahas tentang positif negatifnya pernikahan lintas harokah ini. Pada intinya jika saya simpulkan dari yang saya baca semua menginginkan yang se-harokah, lawong seharokah saja masih banyak permasalahan, apalagi jika berbeda harokah?

Jika kita kembalikan kepada tujuan, maka tujuan dari pernikahan adalah sama antara satu harokah dengan harokah lain, kulak-kulik sini

 Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”

Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (I/424, 425, 432), al-Bukhari (no. 1905, 5065, 5066), Muslim (no. 1400), at-Tirmidzi (no. 1081), an-Nasa-i (VI/56, 57), ad-Darimi

Lalu, bagaimana jika kita ditakdirkan mendapatkan yang berbeda harokah?? Toh kita tak tau takdir jodoh atas diri kita?

Kalau saya sepakat juga dengan pendapat
“ya, ana setuju yang jodoh itu ketentuan Allah.
Namun, sebagaimana yg sering kita pelajari, Allah memberi kita peluang dalam soal jodoh untuk memilih jodoh yang bagaimana kita mau…yang tinggal itu usaha kita…andai sudah sepenuh jiwa (kita rasakan) berusaha untuk mendapatkan jodoh yg soleh/hah (misalnya), namun tidak juga kita perolehi, maka kita juga kena ingat bahawa InsyaAllah Allah akan mengurniakan kita jodoh yg soleh/hah diakhirat kelak…semuanya bergantung pd keyakinan dan usaha kita dlm menjadi insan yg soleh/hah…

dalam soal berbeda harakah, itukan masih dalam kelompok pilihan. masih mampu dipilih oleh manusia. adapun, jika sama harakah, tetap saja kita tidak tahu apa itu jodoh dunia dan akhirat kita, atau sampai kapan kita akan bersama2 dengan pasangan untuk tetap memilih thariqah dakwah ini (yg sama). boleh jadi akan berlaku perubahan pd salah seorangnya…

saya cuplik disini

Jadi apapun pilihannya, siap atau tidaknya itu tergantung keyakinan kita saja. Semoga apa yang Alloh berikan pada kita sesuai yang kita harapkan, ini tentang keyakinan.

 

 

 

21 thoughts on “Lintas Harokah

  1. Dalam islam harusnya mencari persamaan, bukan perbedaan. Saya balik hadis palsunya, “Perbedaan adalah laknat, Persamaan adalah rahmat”

  2. Kalo bagi saya, menikah tu ibadah, juga pembelajaran. Bisa saja mungkin karena menikah seseorang bisa dapat menjadi baik kan? Permasalahan ketika beda harokah pun mungkin bisa jadi satu pembelajaran bagi diri masing2, berdoa saja bahwa ada jalan yang Allah berikan dari bedanya harapan kita mba e.🙂

    satu lagi, Barangsiapa di antara kalian yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, barangsiapa ia tidak mampu berpuasa maka menikahlah.
    Gitu kali ya? hehehe😀

    • Waaah, makin mantabs ini bruder Yoga. Kalo dibalik jadi gini gimana?
      Jika sudah siap ya nikah, kalo belum siaaap yaa selamat berpuasaaaa..😀😀

      Emmm, Seorang ustadzah memberikan sebuah tausyah yang pada intinya “Apapun harokah kita, luruskan niat Lillah, bukan karena jama’ah kau melakukan ini dan itu. Termasuk beribadah”
      Itu kata ustadzah lho ya, dan memang pendapat satu orang dengan orang lain itu berbeda-beda. Ada alasan kenapa seseorang itu meyakini yang ia jalani. It’s a choice.. heheee

      • Kalo ini >> “Jika sudah siap ya nikah, kalo belum siaaap yaa selamat berpuasaaaa..”, udah biasa itu mah. Sekarang jamannya yang diatas. hehehe🙂

        Nah itu dia, bener banget.
        Sekarang yang ada, umat islam itu sering banget mengagung2kan jamaahnya, gak salah memang, tapi terkadang taklid buta menyebabkan salah satu jamaah tu maunya menang sendiri, dan menganggap jamaah lain lebih rendah dari pada mereka. Banyak sekali sesama islam saling gontok-gontokan. Hal ini terkadang dimanfaatkan oleh umat lain bagaimana mempropagandakan jamaah satu dengan jamaah yang lain. Padahal saya kira jika ya memang ada salah di jamaah yang satu dengan yang lain diobrolkan dengan hati yang rendah bukankah itu lebih indah?

        wallahu ‘alam. moga perbedaan itu menjadi lebih indah, dan kita bisa lebh saling mengenal. hehehe
        *CMIIW😀

  3. pertamax diamankan..

    “pernikahan lintas harokah” <– kyaknya menarik sist, bakal jadi keluarga yg rame tuh.. bisa jadi anak-anaknya entar berbeda harokah juga, kayak yg terjadi ama keluarga teman sya..

    • Heheeee, trimakasih sudah diamankan😀
      Emm, gitu yaaa? Ada positif negatifnya jugak si, Yah memang kagak ada yang semuanya positip juga ya.. Dan jika dipikir-pikir jika bisa menyikapi perbedaan sebenarnya mereka saling melengkapi kok, tapi ya itu tabiat manusia itu inginnya menang sendiri, pendapatnyA yang paling benar..

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s