Words for me


 

Kecewa??,
Ya siapa suruh berharap kepada selain-Nya. Sudah tau di awal Alloh tidak akan ridho, masih saja dilanjutkan. Rasakan akibatnya.

Marah??
Untuk apa marah. Kau sendiri yang berbuat, kenapa menyalahkan orang lain? Karena banyak sekali alasan agar kau tidak melakukannya, nyatanya kau membuat sambutan hangat, bahkan kau menuangkan minyak diatas api. Membuatnya semakin berkobar, tak ada upaya untuk menyiramnya dengan air. Setelah kau sadar telah terbakar, baru ribut cari air. Segelas air kau tuang, cukup mematikan api, tapi masih berbekas menjadi arang dan asap yang mengepul tentunya.

Menyesal??
Itu sudah selayaknya atas kelakuanmu yang kelewatan. Tanpa dipikir dengan otak yang sehat, dan hati yang dekat dengan-Nya. Namun, larut dalam penyesalan juga tidak akan berguna bagi hatimu. Cukup deklarasikan dalam hatimu “Aku tidak akan mengulanginya lagi”

Menyedihkan??
Ya, itu keadaanmu kalau kau tidak segera bangkit dan kembali pada orbit yang benar. Kau akan menyedihkan jika tak menemukan alternatiif lain. Segera cari jalan keluar dan tersenyumlah, dengan syukur yang tak terkira dan ucapkan pada Tuhan mu “Alhamdulillah Ya Rabb, atas nikmat-Mu yang telah memberiku pelajaran berharga ini”

Melupakan??
Tak usah kau lupakan, hanya akan membuang energimu saja. Yang ada bukan lupa, tetapi malah mengingatnya saja. Jangan kau pikirkan, bukankah kau ahli dalam bidang ‘cuek’. Anggap saja sepotong episode yang lalu itu adalah lorong gelap yang mau tak mau harus kau lewati untuk menggapai dunia cemerlangmu, dan berkatalah dengan mesra pada diri “Hidupku indah, saudaraku”

Anugerah ataukah musibah??
Yaa, jika pertanyaan itu kau tanyakan pada dirimu sendiri maka kau tidak akan bisa menjawab kecuali “Aku tidak tau ini anugerah ataukah musibah, tapi yang ku tau aku akan berbaik sangka pada Tuhanku yang aku sembah, Alloh Illahi Rabbi sang pembolak-balik hati”

Terpuruk??
Aaah, jangan kau lebay dengan kedaan. Itu hanya riak ombak kecil, janganlah kau bergulung-gulung seperti terkena tsunami saja. Jika memang itu usapan tsunami tak juga harus terpuruk, toh hidup matimu juga sudah tertulis di Lauhl Mahfudz,ingat bahagia itu adalah pilihan

Dan terakhir, bangkitlah kau. Janganlah terus menyesali secara berlebihan apa yang kau perbuat. Katakanlah “HasybiAllah, cukuplah Alloh bagiku”

 

 

 

 

11 thoughts on “Words for me

    • Yeeaaaap..
      hihihiiiiiii, menyesalnya dikit saja biar ada evaluasi. Menjaga hati dengan hati-hati, semoga kelak mendapatkan seorang yang menjaga hati nya dengan hati-hati pula😀

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s