Cedera yang kupelihara


Semalam kau bercengkerama denganku melalui celluler, alat canggih di jaman ini. Mendekatkan yang jauh. Tak sungguh jauh memang, karena tak sampai menyebrang pulau, tak juga sampai 3 jam perjalanan jika menggunakan sepeda motor. Tapi statusmu sekarang yang membuat ku cukup berat mengatakannya ‘kau bukan milikku lagi’.

Dalam percakapan itu kau terlihat sangat bahagia sekali, dan tentulah aku juga bahagia dengan bahagiamu saudaraku. Hanya beberapa menit, tapi agaknya sudah menerangkan kabarmu sekarang ini. Kau bahagian, ya bahagia dengan orang terdekat yang sekarang selalu ada untukmu.

Air mata itu menetes lagi, bukan bukan karena iri akan kebahagiannmu, tapi ini air mata haru dan bahagia.  

“Bayangkan”, katamu “aku sekarang berdua bersama seseorang yang sebelumnya tak kukenal, tak pernah aku berbincang-bincang dengannya sebelumnya. Dan sekarang ini dia mengetahuiku dari ujung kepala dan ujung kaki. Apa kau bisa merasakannya?”, tanyanya padaku dengan nada yang tergesa-gesa penuh kegembiraan. Aku hanya bisa menjawab dengan anggukan yang tak diketahuinya karena suaraku sudah tercekat aliran hangat yang mengalir di pipi.

Subhanalloh, semoga barokah menyertaimu saudaraku. Sekarang kau ‘penyembuhku’ sudah menemukan pemiliknya. Tentunya ku juga harus bahagia. Saatnya aku melanjutkan perjuangan dan mulai mengurahi harapan kepadamu sebagai ‘penyembuhku’.

Ya, kau adalah penyembuhku selama ini. Kau tak tau bagaimana kondisiku saat kau menyertaiku, seakan terbang dengan normalnya tapi ketika ku bersamamu, ku menyembunyikan cederaku. Ketika kau bercerita tentang cita-citamu yang tinggi itu, itu lah yang menjadi penyembuhku.

Berkali-kali kau bercerita tentang itu, barokah barokah barokah!!!. Itulah penyembuhku yang membuat cideraku semakin mengecil. Usaha yang sering ku jatuh bangun untuk membuatnya semakin kecil.

Perginya dirimu semakin menguatkanku dan berkata pada diriku “Aku harus Bisa!!!”. Dan sekarang cideraku sudah semakin mengecil, karena sumbernya sudah ku sterilkan. Ahhh  …aku mau kondisi ini, aku ingin stabil seperti ini.

Barokah barokah barokah, sungguh indah. Dan semoga ku bisa mencapainya..