Jika saja kita ‘sedikit’ Berani jujur dengan diri kita


Ikhtiar itu ibarat meraba-raba dalam kegelapan di gua. Dia membiarkan kita berjalan, meraba-raba dinding goa tersebut. Kadang tangan kita menyentuh dinding goa, sehingga laju kita kembali benar. Tetapi kadang kita membentur dinding goa tersebut, sehingga sakit itu muncul.

Dia akan membiarkan langkah kaki kita ketika kita berada di jalan yang benar, bahkan mempermudahnya sampai kita mencapainya. Tetapi Dia juga yang akan membenarkan langkah kita ketika memang bukan jalannya. Yaa, Dia Maha kuasa sedangkan kita tidak kuasa sama sekali. Semua ada jalannya, semua itu atas scenario Nya, bukan karena putaran lotere belaka.

Jika kita jujur dengan yang kita cita-citakan, maka Alloh pun akan memudahkannya. Jujur dengan cita-cita kita, jujur kepada hati kita tentang apa yang kita inginkan. Hemmm  jika saja kita mempunyai sedikit keberanian untuk jujur pada diri kita, bukan karena orang lain yang kita hormati, dan bukan karena siapapun. Ini antara diri kita dengan Sang Pembolak-balik hati ini.

Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dengan sanad shahih, An-Nasai dan lain-lain, dari Syaddad bin Al-Had bahwa ada seorang laki-laki Arab Badui datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beriman kepada apa yang dibawa oleh nabi dan mengikuti beliau. Badui tersebut berkata kepada nabi, “Aku akan berhijrah bersamamu,” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat memberikan nasihat agama kepadanya. Pada Perang Khaibar, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membagikan ghanimah kepada kaum muslimin. Nabi memberikan bagian kepada para sahabat yang membuat mereka bergembira, akan tetapi ketika pembagian sampai kepada si Badui, tiba-tiba dia menolaknya sembari berkata, “Apa ini?” Para sahabat menjawab, “Ini adalah bagian ghanimah untukmu yang berasal dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.”

Mendapatkan jawaban para sahabat, si Badui terpaksa mengambil bagian ghanimah itu tetapi kemudian dia menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sesampai di hadapan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, si Badui bertanya, “Harta apakah ini?” “Ini adalah bagian ghanimah yang aku bagi untukmu.” jawab Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kembali orang Badui itu berkata, “Bukan karena perkara ini aku mengikutimu, akan tetapi aku mengikutimu karena aku ingin agar suatu saat nanti aku terkena lemparan panah di sini –sambil menunjuk ke lehernya– sehingga aku terbunuh dan masuk jannah karenanya.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau jujur kepada Allah, maka Allah akan membenarkanmu.”

Setelah itu, kaum muslimin beristirahat sebentar, mereka kemudian  melanjutkan lagi penyerbuan terhadap musuh. Di tengah berkecamuknya peperangan, si Badui dibawa menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan keadaan terkena panah di tempat yang sesuai dengan yang dia tunjukkan sebelumnya. Melihat itu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah dia orang yang kemarin?” Para sahabat menjawab, “Benar,” Nabi bersabda, “Dia telah berbuat shiddiq kepada Allah , maka Allah berbuat shiddiq kepadanya.” Selanjutnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengkafaninya dengan baju besi milik Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mendoakannya dan di antara doa beliau adalah,

“Ya Allah, ini adalah hamba-Mu, dia keluar untuk behijrah di jalan-Mu dan terbunuh sebagai syahid. Dan aku bersaksi atas perkara itu.”

Jika saja kita mempunyai sedikit keberanian untuk jujur pada diri ini..

33 thoughts on “Jika saja kita ‘sedikit’ Berani jujur dengan diri kita

  1. diri kita sendiri, tidak pernah bohong. yang bohong itu mulut kita, karena fikiran yang tertekan oleh hal yang membuat kebenaran harus tertahan, semoga kita semua adalah orang yang dapat selalu jujur.

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s