Marah padaku


Sore kemarin aku membuat marah saudaraku. Semua pesan singkat dariku ndak dibalasnya. Bahkan PM nya juga tidak dibalas. Hmmm, sedih rasanya.

Sudah beberapa hari yang lalu rumahnya ndak nyala. Seperti tidak ada kehidupan. Tapi aku tau, dia ada dirumah. “Ingin menyendiri”, katanya padaku. Tapi dasarnya aku yang jahil, sering saja ku ganggu dia dengan pertanyaan alay, kadang bercerita tentang kekonyolanku hari ini. Alhamdulillah dia bisa tertawa. Dia sudah sembuh pikirku. Tidak enak sekali rasanya jika dia ‘tidak sehat’ seperti itu.  Siapa yang kuajak bercerita?

Dia orangnya setipe denganku. Seorang pendengar setia, sama ‘gila’nya, dia juga tertutup sepertiku. Namun dia lebih parah, aku saja bisa bercerita tentang pengalaman burukku, eh dia sama sekali ndak mau cerita. Sepertinya tertutup rapat sekali. Aku tak boleh masuk. Padahal aku punya daya tarik tersendiri terkait menjadi ‘tempat sampah’ itu. Setiap orang yang berhadapan denganku sepertinya langsung saja mengungkapkan semua masalahnya padaku tanpa kuminta. Sekali lagi, tanpa kuminta dan tanpa ku bertanya lho. Namun untuk kali ini dia yang berhasil melakukan trik itu padaku. Hahaaaa. Aneh.😆

Tadi pagi kulayangkan pesan singkat padanya “Jadi teringat tentang hadist yang dihafalin anak-anak TK, bunyinya seperti ini “La taghdob walakal jannah” jangan kau marah bagimu syurga. Afwan ya..”. Dan taukah yang terjadi?? Tidak terjadi apa-apa saudara!! Pesan singkatku itu tak dibalasnya.😥 . Sampai-sampai tadi malam saya bermimpi pesan singkat yang kulayangkan kemarinsore dibalas dan kita kembali ceria lagi seperti sebelumnya. Ternyata Cuma mimpi..😥

Apa saya antarkan masakan kerumahnya ya?? Etapiiii dia lebih mahir memasak dariku. Kan Harga diri!!. Eh bukannya dia juga sudah tau yak, kalau dia lebih mahir memasak? Memang harga diriku sudah habis, heheee. Semua kelakuan konyolku. Dia juga sudah tau. Dan tak kaget lagi.:mrgreen:

Hmmm, hariku jadi sepi tanpanya. Teman ‘ngronde’ku sudah pergi jauh di ujung barat Indonesia, burung pelindungku dua-duanya sudah bersuami, dan sekarang penyembuhku marah padaku. Sedih….

Aku harus gimana temans??😦

Klaten, 16 Oktober 2012

42 thoughts on “Marah padaku

  1. di keluarga ku juga sering begitu,,
    suka saling mendiamkan kalo lagi marahan,
    namun minimal keesokannya sudah tegor suruh ini, suruh itu lagi..

    mungkin ya mbak,,
    sesorang itu butuh waktu untuk dirinya sendiri.
    kalo hatinya sudah sreeekk lagi,,
    dia bakalan seperti biasa lagi kok,,

    (jadi kepancing curhat😉 )

  2. Diberikan batas dulu saja Mba Ulfa. Siapa tahu memang ingin menyendiri. Hehehe..
    Setelah dua hari didatengin bawa masakan makanan kesukaannya. InsyaAllah bakal ceria lagi kok.😀
    Yang penting optimis dan positif aja. Berbaik sangka. Tidak perlu berpikiran macem-macem..😀

  3. Coba diingatkan baik-baik padanya dg kalimat yg selembut-lembutnya nan kreatif akan sebuah hadist bahwa mendiamkan seseorang lebih dari 3 hari aja tidak boleh apa lagi sampe memutuskan silaturahmi. Semoga temanmu mendapatkan hidayah-Nya. aamiin.

    • aamiin…
      Alhamdulillah ada yang ngingetin..
      makasih pak iwan..😀
      Saya juga sudah merajuk nih pak, ndak mempan. hehee

      • Alternatif lain:
        kalo punya FB pasang status hadist tsb, semoga temanmu membacanya, meski tidak nge-like apalagi memberikan komentar.

        Alternatif lainnya lagi:
        coba cari hari apa yg menurut dia istimewa dalam waktu dekat ini, kemudian ucapkan “Selamat” kepadanya tentang hari itu. Nanti kalo gak ada yg istimewa, minimal pada Hari Kamis kirim sms: “Kick Andy malam ini keren banget yah. Nonton yuk”

        Hari Jum’at bisa kirim sms: “Happy Jum’ah Mubarokah”

        Hari Sabtu sms: “Thanks God It’s Saturday. May Allah bless you. Have a nice weekend with your family”

        Hari Minggu sms: “yipeee… saatnya ngegowes”

        Isi sms bisa apa ajah dah. Intinya gak perlu merajuk sangat*, kalem aja, gak perlu singgung soal hubungan. … ntar lama-lama cair kok🙂

        *sebab ada lho, sebuah kondisi si B akan semakin puas bila si B merajuk. Coba hindari itu. Make you happy by yourself.

      • *sebab ada lho, sebuah kondisi si B akan semakin puas bila si B merajuk. Coba hindari itu. Make you happy by yourself.

        Ralat:
        *sebab ada lho, sebuah kondisi si B akan semakin puas bila si A merajuk. Coba hindari itu. Make you happy by yourself.

      • Heheeee.. ..
        Mungkin lagi butuh waktu saja pak dianya. ..
        Sebenarnya saya juga kurang tau kenapa saya didiamkan😀
        Hanya menebak-nebak saja. Dan bisa jadi evaluasi buat saya juga. Tentang asal muasal penyebabnya..
        matur nuwun pak iwaan..🙂

      • Sepertinya memang demikian, dia butuh waktu dan ketenangan. Untuk itu kalo sms (cukup sehari sekali), gak perlu singgung soal hubungan… sampai menjadi cair kembali. Yang penting tunjukkan sikap positif.

  4. He… he… he… Emang, marah-marah nggak enak, gitu pula saat kena marah. Orang bilang: api jangan dibalas dengan api, tapi siramlah dengan air. Kalau itu sudah dan tetap nggak mampu mengubah, ya serahin saja pada Yang Maha Mengubah…

  5. mungkin emang butuh waktu sendiri itu saudaranya… semoga lekas kembali ceria, bersuka cita dan membahana seperti sedia kala (apa coba bahasanya..)😛

    • heheeeh, bersuka cita ceria membahana. Hebad beud ituuh bahasanya..😀
      Ikut bantuin bilang jugak yaah.. Ulfah janji ndak nakal lagii deeh. Kalo aku yang bilang pasti dia gak nggagas..😦

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s