Tiga tikungan tajam teruntuk mu hai wanita dan untukmu hai laki-laki


“Tahukah kamu tentang tikungan tajam yang siap menghantam dirimu hai para aktivis?”, Tanya ustad wiranto saat mengisi kajian suplemen di masjid Nurul Huda UNS, kira-kira 2-3 tahun silam. “3 tikungan itu adalah ketika kau sudah lulus, ketika kau menikah, dan ketika kau mempunyai anak”. Hal serupa juga disampaikan oleh mbak murrobiku suatu saat sebagai tadzkiroh di sela kesibukan para aktivis.

Tiga tikungan yang bisa membolak-balikkan hatimu untuk sebuah ketetapan. Bisa dikatakan masa peralihan. Karena saya mengalaminya jadi saya menggambarkan berdasarkan pengalaman saya dan dari berbagai cerita dari kerabat.

Tikungan pertama yaitu ketika lulus kuliah. Masa seperti  itu adalah masa peralihan dari kondisi kampus yang ‘kondusif’ dengan penjagaan ruhani maupun rutinitas kesibukan yang berdampak pada pikiran yang positif menuju keadaan yang sama sekali berkebalikan, sepi tanpa aktivitas ‘amanah’ setelah kelulusan, serta tidak ada aktivitas akademik. Hmmm, bisa membayangkan bukan? Rasanya seperti terjun bebas dari puncak menuju dasar. Beeeg.. hampa terasa, pusing tuing-tuing.

Kehampaan aktivitas bisa menjadi boomerang bagi diri kita. Pun masa seperti itu adalah masa-masa galau tingkat republik:mrgreen: . Menanti sang belahan jiwa yang tak kunjung datang. Ada yang menyikapi dengan lebay bin alay, pun ada juga yang menyikapinya dengan santai kayak dipantai, selow kayak di pulow. Nah yang harus dikhawatirkan adalah tentang penjagaan hati! Hati-hati dengan hati yuaaa.. [pengingatan keras juga buat saya].

Tikungan kedua yaitu setelah menikah. Pernah dengar bukan kalau semua yang kita lakukan itu hasilnya tergantung dari niatan kita di awal? Jika menikah hanya ingin menikah saja [tanpa adanya visi], ya hanya itu yang didapatkan. Masih terngiang-ngiang bukan tentang hadist arbain yang pertama?

“Dari  Amirul  Mukminin,  Umar  bin  Khatthab  radhiallahu  ‘anhu,  beliau  berkata:  Sesungguhnya seluruh amalan itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya  menuju  keridhaan  Allah  dan  rasul-Nya.  Barang  siapa  yang  berhijrah  karena  mencari dunia atau karena ingin menikahi seorang wanita, maka hijrahnya tersebut kepada apa yang dia tuju.” (HR. Bukhari no. 1, Muslim no. 155, 1907)

Luruskan niat ketika dan ketika. Bisa jadi setelah menikah kita menjadi semakin loyo tanpa aktivitas bermanfaat karena terlena dengan sang belahan jiwa. Egois dengan kesenangan pribadi, tanpa memikirkan hak dan kewajiban untuk berdakwah. Dan bisa jadi kita semakin hebat dari kondisi single karena mengartikan menikah sebagai penggabungan dua kekuatan yang telah disatukan dalam pernikahan. Hmmm, berat berat berat.

Tikungan ketiga  yaitu setelah mempunyai anak. Ada saja alasan yang kita buat untuk mangkir atau ijin dari aktivitas kebaikan dengan mengatasnamakan ‘anak’, mungkin. Hehee

Kalau yang bagian ini saya tidak mau berbicara banyak saja deh. Yah, pada intinya semuanya sepakat kalau menikah bukanlah terminal pemberhentian, tetapi bisa diistilahkan sebagai halte. Istirahat sebentar, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kekuatan yang bertambah.

Catatan penting : kalau poin kedua dan ketiga ini berdasarkan pembicaraan berat tadi pagi bersama seorang umahat (etciyeeeh yang kerasa :D) disambi dengan breakfast:mrgreen:

Ditulis dengan cintah di Klaten 24 Oktober 2012😉

50 thoughts on “Tiga tikungan tajam teruntuk mu hai wanita dan untukmu hai laki-laki

  1. Bagus tulisannya ukhti…jadi ingat 2009 silam wes pasrah bongkokan duh gusti…akankah saya menikah dengan pilihan orangtua saya?…dan ternyata memang Allah memilihkan apa yang kita butuhkan…berdoa dan teruslah berdoa jangan pernah bosan. Alhamdulillah saya juga sudah melalui 3 tikungan itu, tapi perjalanan masih panjang banyak aral melintang disana fastaqim….salam kenal dari ummu shafa…ditunggu kunjungan baliknya

    • trimakasih mbak wejangannya😀
      memang jodoh itu menurut saya adalah ketika kita berikhtiar dan semua ridho untuk menerima. Yang terpenting Alloh ridho, maka semuanya akan dipermudah. karena Pena sudah terangkat dan lembaran tulisan sudah kering

  2. Salam kenal, Sepertinya meski tikungannya tiga yang tajam, tetap ada tikungan melengkung, ada putar balik, ada turunan, ada tanjakan, ada jalan berliku ada jalan yang lempeng dan lurus. Komplit.Seringkali orang waspada ketika tikungan tajam tapi sembrono di turunan yang lurus dan lempeng…

  3. Baiklah, kendalikan dg baik di setiap tikungan, kurangi kecepatan. Setelah melewatinya pacu kendaraan secara bertahap.

    Menurutku masih ada satu tikungan lagi yg kebanyakan orang lalai mempersiapkannya ketika masih diberi umur panjang.

      • Tikungan ke empat dinamakan Tikungan Empat Puluh

        Life begin at forty.

        Bagi yg tidak mempersiapkan diri maka itu adalah masa permulaan masuk area kerawanan / kecemasan. Segala akibat akan mulai muncul di usai tsb atas pola-pola yg kita lakukan 10 tahun sebelum itu.
        Mari mempersiapkan diri dengan menjaga pola hidup yg sehat (makan, istirahat, olahraga, bekerja), pola ibadah (amal), pola investasi, pola sosial (keluarga & masyarakat), dll.

        Mau forty bahagia & damai… atau forty penuh kecemasan, itu adalah pilihan atas pola-pola kita 10 tahun sebelumnya.

      • Subhanalloh.. keren yak kalo hidup penuh rencana dan visi misi..😀

        Tentang visi & misi… Allah SWT sudah memberikan petunjuk dalam QS Al Hasyr: 18. Itulah sebenarnya yg menjadi landasan konsep PDCA (Plan-Do-Check-Action).

  4. Meluruskan niat yang mulai keluar jalur ya mbak Ulpa..terima kasih sudah mengingatkan..karena aku juga dalam masa penantian jodoh..caaeeelllaahh, jodohkuuuu maunya kuu dirimuuu *eh, kok malah nyanyi??* hehehe..insyaAllah hati-hati banget jaga hati because it’s fragile mbak Ulpaaa…hihiiii…

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s