Renungan Bujangwati [Belum Lapuk]


Sepi sendiri dimalam ini
Lagi-lagi suara jangkrik berderik setia menemani
Tiba-tiba terdengar suara riuh dari kejauhan
Petasan yang membuat pemandangan indah jika diliat dari bawah
Satu persatu  meledak menebar keindahan warna diatas langit hitamnya
Aku masih menikmati pemandangan itu bersama…, eh tentu saja sendirian
Ah, ingin sekali menjadi ‘pemainnya‘ suatu saat, etapiiii

Auk ah laap

“Mungkin yang kau tunggu sedang berjuang dengan mata kuliahnya fah, doakan saja semoga segera lulus”, ucapmu padaku satu tahun yang lalu dengan nada yang lembut tentunya. Ah, kau memang tak hanya bersuara lembut, hatimu juga lembut viy.

“Yaah, viiy, tega bener kau viy. Berarti aku masih harus nunggu lama yah?” Jawabku sambil tertawa renyah. Yang ditanya juga ndak lebih tau daripada yang bertanya dan disambut gelak tawa kami di warung kesukaan kami ‘mbah joyo’ belakang kampus.

Hemmm, viiy viiy..

Aku masih disini sekarang viy, entah apa yang kutunggu. Sembari memantaskan diri kali yah. Meyakinkan diri sendiri bahwa Dia akan memberikanku kesempatan untuk menjadi pemain itu. Eh bukan hanya aku sendiri yang kutenangkan hatinya viy tetapi ada yang lebih harus kutenangkan hatinya. Ibuku viy. Tentunya kaupun juga sama.

Hemmm, biarlah waktu yang akan menjawab. Aku tau kau viy, kau adalah wanita hebat yang menjaga hatimu dengan hebat pula. Aku juga ingin melakukan hal serupa denganmu viy. Menjaga hatiku untuk seorang yang berhak kelak.

Penantian yang panjang atas terkabulnya sebuah doa kadang membuat kita curiga dan berprasangka buruk pada Allah. Tetaplah bersabar karena Allah pasti mendengar setiap pinta kita. Hanya saja, bisa jadi Dia ingin melihat seberapa kuat kita merapat dalam munajat dan seberapa besar kita bersabar untuk terus berproses dalam sebuah perjuangan. “Fashbir shobron jamiila” maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik

Terimakasih untuk tausyah jum’at semangat yang selalu kau kirimkan untukku Noverita Rizky. Ah memang kalian terlalu special dan selalu special untukku ‘Ranjau’. Special dedicated for you all :

Selly Rahmawati, hunny ku yang sudah bertemu dengan pemilik tulang rusuknya. Aku  merindumu hunNy. Hanya saja kau selalu membuatku cemburu dengan suamimu😦

Vivin Fitriasari, saudariku seperjuangan yang keren luar biyasah. Suaramu seksi sekali say. Aku tau, kau selalu merinduku, karena aku pun juga begitu. Rindu untuk selalu menguyel-uyel pipi mu dan memencet-mencet idungmu:mrgreen:

Anita sari, kakak pertama yang sering memberiku petuah, menyirami hati gersang dengan kata-kata bijakmu. Etciyeeeeeh #Aseeek. Hai seorang koleris yang asyik. Aku juga merindumu kakak pertama. Hati-hati di kota sana yah? Semoga kaupun segera bertemu dengan pangeranmu😉

Noverita Risky atau si kiki yang sering memberikan semangat, walau  ku tahu sebenarnya kau juga ingin disemangati oleh saudara-saudaramu yang nakal ini karena sekarang sangat jarang sekali smsan. Semangat kiki.. muaks..

Dian Arshinta, ini nih yang paling nggemesin. Gimana kabarmu sayang di negeri bambu? Aku sangat menikmati ketika kita berbincang tentang tjintah denganmu say. hihiiiii,  Kecil-kecil tapi kau sangat bijak sekali.

Hamsih hamasah yang sudah berpengalaman banyak tentang tjintah, hahaaaa. Kagak-kagak say just kidding. Dulu aku hanya bisa melihatmu dari luar, seorang aktivis yang begitu ruar biyasah sekali, dan aku bisa melihatmu lebih dekat..😀

Farida sastra, hahaay saya. Gimana kabarmu ibu Negara?? Lama sekali kita tak berjumpa. Sampai-sampai sekarang aku tak tau updetan terakhirmu kau dimana. Yang jelas, kau sangat baik sekali dalam  hafalan. Subhanalloh dah😉

Dan terakhir Avifah  Musalimah yang sangat lembut. Pokmen aku merindumu viiy.. muaks, banyak kata yang tak bisa terwakilkan untukmu viiy Etciyeeeh.. muaks deeh😉

Teruntuk saudara ‘Ranjau’ ku yang kucintai karena Allah, pada dasarnya kita semua sepakat bukan kalau kita berazam untuk menanti dengan sholihah? Kita sendiri yang mengetahui keadaan kita sendiri, saat ini dan episode yang telah lampau. Semangat perbaikan yang membuat kita bertahan sampai sekarang ini dengan keadaan yang lebih baik dari yang sudah-sudah. Semoga istiqomah selalu yuaa..

Klaten 10 dhulhijah

32 thoughts on “Renungan Bujangwati [Belum Lapuk]

  1. aamiin.
    oelll….tulisanmu membawaku ke Ranjau kita dulu…. wah jd keinget jaman muda.. oell, semoga kau menjadi orang pertama diantara kita yang bertemu dengan pangeran impian. dan ta akan bahagia untukmu saudariku…

  2. ulfah…:)

    Semoga tiap tetes “kerinduan”mu selalu terhimpun dalam doa penuh cinta, karena…
    Ketika tak kau temukan di dunia, mungkin muara rindu itu adalah surga yang mulia..😉

  3. subhanallah…:)

    Ulfah…
    Semoga tiap tetes “kerinduan”mu selalu terhimpun dalam doa penuh cinta, karena….
    ketika tak kau temukan di dunia, mungkin muara rindu itu adalah surga yang mulia…;)

  4. subhanallah mba, percayalah, setiap penantian itu ibadah, sekarang Allah sedang sibuk mengemasnya begitu spesial untuk mbak ulfah, insyaallah🙂
    semoga kita (saya dan mba) lekas menemukannya ya, sy saja yang masih kuliah suka merasa malu dengan pertanyaan ibu sy hehehe

  5. aku dulu tuk menenangkan ortu ttg ini,ul hanya bilang klo di dunia blm dijodohkan kelak klo kita masuk surga dapat jodoh dg nada santai saja. he he wajar saja ortu khawtir sebab lihat anak gadisnya tak pernah ada teman spesial dlm hari harinya.

    moga cepet dapat sang pangeran ul, tetap semangat mengisi hari

  6. aih! bikin kangen masa kuliah, apalagi pas jungkir balik bertahan ngadepin mata kuliah dan organisasi kampus…. Momen yang bener-bener tak terlupakan dan bareng2 temen-temen yang mengesankan

      • bakalan jadi cerita yang panjaaaang; dulu masa kuliah sering banget cerita di blog lama, dan semuanya menyenangkan kecuali pas skripsi😛

      • mungkin tipsnya:: anggap penantian itu sebagai ladang ibadah. Doa dan ikhtiar mencari jodoh, bahkan kesabaran, insyaALLAH memiliki nilai pahala di sisi Allah, asalkan dilakukan dengan jalan yang diridhoinya🙂 sedangkan hasilnya [baca: suami] anggap sebagai bonus/hadiah dari segala ikhtiar kita. wallahu’alam

  7. subhanallah…….miss you tooo…..mmg menenangkan org lain itu seakan2 juga menenangkan diri sendiri^_^pertanyaan orang tua selalu muncul…apalagi skrg sudah berstatus non mahasiswa alhamdulillah Alloh sdh menempatkan disuatu tmpat yg sangat baik…hem…tp kita harus kuat, harus semangat…….Alloh sudah menentukan smuanya…kitapun sudah mencintainya sebelum ada ketetapan itu…tapi sabarlah ini Alloh sedang memproses semuanya…..untuk menuju suatu tempat yang indah…pasti jalan yg dilalui berliku, naik turun, banyak gronjalan dsb…..hem tp ketika kita sudah smp puncak akan bergumam dan seraya menjerit subhanallah Allohhu Akbar Alhamdulillah…..begitupun kita insya Alloh akan Happy ending full Barokah^_^ Amin….lov u ulfah…miss you….^_^

    • huhuuuu…
      jadi terharu beneran aku viiy😥
      hemmmm, saling mendoakan yah viiy..
      “Ketika kita sudah smp puncak akan bergumam dan seraya menjerit subhanallah Allohhu Akbar Alhamdulillah”
      Berasa pengen naek meja dan bilang gitu.. hihiiiii

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s