Mengudara di Lautan


“Kenapa kau bisa terbang sedangkan aku tidak bisa?” ujar si burung unta kepada burung emprit yang mencicit di dahan pohon dekat si burung unta berdiri.
“ Iya, aku senang bisa melihat dunia lewat atas. Terbang diantara satu pohon dengan pohon yang lain. Bercicit untuk memanggil gerombolan kawanan untuk terbang bersama membentuk formasi yang mengesankan.” Kata si emprit kepada burung unta yang dari tadi jengkel karena perkataan si emprit.
 “Huh, menyebalkan sekali”. Sungut burung unta.
“Hey, aku pernah dengar cerita dari burung yang di daerah kutub, kalau daerah sana ada sekawanan dari kita. dia mempunyai sayap sama kayak kita, tapi dia terbang di lautan. Pinguin namanya.”
“Hey, benarkah? Berarti tak semuanya yang bersayap itu bisa terbang ya?” Serunya berbinar. “Ayo prit, kau sekali-kali turunlah kesini. Ini ada bijih makanlah dibawah bersamaku.” Lanjut burung unta menawarkan makanan untuk si emprit.

Tidak semua burung bisa terbang ke angkasa. Bukan berarti yang tidak mengudara itu tidak keren, karena bentuk kakinya pun pasti berbeda antara yang mengudara di angkasa dan yang berlari di darat. Sama halnya dengan burung penguin yang mempunyai keahlian mengudara di laut. Mungkin secara fisikly semua bentuk burung sama. Sama-sama mempunyai sayap.

Yah, memang itulah perbedaan dari suatu hal yang sama. Mengudara di angkasa, mengudara di daratan bahkan mengudara di lautan. Bentuknya sama tetapi berbeda fungsi. Tak bijak sepertinya jika kita memaksakan suatu hal yang tidak dibakatinya kepada seseorang maupun diri kita. menanggapi secara kurang bijak dengan mengotori hati. Penyakit iri.

Menyadari kelebihan serta memaksimalkannya menjadi jalan keluar kemana fokus yang harus digeluti. Tak sedikit memang beberapa yang menguasai beberapa keahlian. Namun tetapkanlah dalam benak kita “Secantik-cantiknya rumput tetangga, lebih keren rumput kita”. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain menjadi seseorang yang berguna untuk sekitar kita. Menjadi apapun kita, takaran bahagia tidak bisa disamakan dengan orang lain. Kita sendiri yang menciptakan bahagia itu sendiri.

Selidiki kelebihan kita, rasakan kelebihan kita, dan terbanglah bersamanya. The most important, just be your self…😉

Klaten, 14 November 2012

23 thoughts on “Mengudara di Lautan

  1. Perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dirisaukan karena masing-masing pasti membawa hikmah, ya kan. Yang penting mari kita berupaya agar bisa bermanfaat bagi sesama.

  2. laa tahtaqir man duunaka falikulli syai’in maziyyatun “janganlah kau merendahkan selainmu, karena setiap sesuatu itu memiliki kelebihan sendiri”

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s