Wes kebacut teles, nyemplung wae sekalian


“Wes kebacut teles, nyemplung wae sekalian”, artinya dalam bahasa Indonesia “Sudah terlanjur basah, sekalian saja menenggelamkan diri ”

Sudah pernah dengar kalimat ini? Kalau belum pernah, setidaknya barusan membaca kalimat ini di tulisan ini:mrgreen:. Apakah pernah kau temui kejadian semacam ini? Saya pernah.

Dalam sajian kali ini saya lebih menceritakan pada yang saya alami. Ada dua jenis kondisi yang sesuai dengan kalimat diatas. Yang satu bermakna positif, sedangkan yang satu bermakna negatif.

Kita ambil makna yang negatif dulu, dimana saya pernah dalam kondisi yang jelek ini. Waktu itu pikiran jahat saya berkata seperti ini ah, mau berbuat dosa kok nanggung sekali. Kalo mau jahat ya jahat sekalian. Toh, orang lain juga ndak bakal menilai bagaimana prosesnya, yang penting hasil akhirnya. Masalah barokahnya? Itu juga urusan saya dengan Tuhan saya (Sombong sekali saya waktu itu)” ini bukan tindakan criminal loh, asli!!:mrgreen: .

Dan pada akhirnya saya telah tersadar, Tuhanku masih sayang pada saya. Alloh telah memberikan kehangatan dan mengeringkan kondisi saya yang tadinya saya mau mencemplungkan diri. Ternyata air yang mau kucemplungkan adalah air bah. Sungguh sangat kotor, bahkan menjijikkan. Syetan telah membuat pemandangan air bah itu sungguh indah, berkilau dan wangi. Behhh, aku sendiri yang terlena akan kebodohan yang kubuat sendiri.

Makna kedua yang mengandung unsur yang positif, airnya berupa air bening yang menyegarkan, tidak berbau anyir maupun berbau busuk, bahkan seperti bau bunga aromaterapi. Begitu menyegarkan si penikmat, membuat nyaman yang dialirinya. Kau tau itu apa? Itulah jalan kebaikan. Saya pernah terjebak didalamnya, di awal sungguh tidak ikhlas melakukannya. Tetapi memang beginilah cara Allah Subhanahu wata’ala mendidiku. Mungkin bagi saya ini pemaksaan yang tak menyenangkan, tetapi pada prosesnya ternyata ini sungguh menyenangkan. Tidak semua jalan menuju situ menyenangkan memang. jalan itu penuh perjuangan yang tak semua orang bisa menikmatinya. Saya dan saudara-saudara saya yang membersamai disini. Ah, bahkan aku tak bisa menggambarkan keindahannya.

Wes kebacut teles, nyemplung wae sekalian. Yaa, saya sudah terlanjur suka dengan jalan ini. Maka tak ada jalan lain selain mencintai jalan ini dan berkontribusi banyak untuk sekitarnya.

Klaten, 19 November 2012

29 thoughts on “Wes kebacut teles, nyemplung wae sekalian

  1. Setelah kecebur, teles, terus nyemplung, kemudian berenang, diving, dan menikmati indahnya dunia bawah air…. Topp tenan

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s