Fashbir Sabran Jamila


Dipagi yang berteteskan embun pada daun hijau, ah sempurna! komponen itu memperlihatkan kesegarannya juga keindahan tentunya. Begitu antusias menyambut pagi. Berlatarkan rerumputan yang hijau membentang kawasan itu. Nampak bunga yang berwarna-warni bermekaran disana. Lihaat, warnanya ada merah, kuning, pink, ungu, putih dan masih banyak sekali macamnya.

Ada metamorphosis disana. Seluruh proses dari telur-ulat-kepompong-kupu semua terssaji di tiap sudutnya. Si telur tetap pada tempatnya, menempel pada daun bagian bawah. Di sudut lain ada ulat dengan lahapnya memakan daun menyisakan tangkai. Kepompong tak kalah show up di tepi kolam. Hening. Kadang bergerak-gerak oleh tarian angin. Dan eh lihat.. bukankah yang berterbangan itu kupu-kupu? Cantik sekali dengan paduan warna kontrasnya. Ada orange, biru, merah kuning dan ah banyak sekali tutulan warnanya. Bahkan warna kupu itu seramai bunga-bunga disana. Bunga yang dihinggapi untuk diambil madunya.

Pernahkah kita merasa bahwa kita seperti bermetamorphosis seperti kupu-kupu cantik itu? Walaupun secara ilmu biologi perkembangan manusia memang berbeda dengan kupu-kupu. Jelas beda! Namun bisakah kita mengambil sebuah pembelajaran dari sempurnanya kupu-kupu itu? Bisa! Karena kita punya akal. Dan jika kamu berfikir, itu kalimat yang sering kita temui dalah terjemahan Al Qur’an, bahwa kita memang harus pandai-pandai mengambil sebuah pelajaran dari semua.

Sewaktu kita SD pernahkah kita berfikiran “Enak kali ya, jadi anak SMP ” mereka sudah besar, sudah boleh maen kesana-kemari dengan alasan Les di luar. Pada akhirnya kaliamat ini terucap “Aku ingin segera menjadi anak SMP!”.

Ketika sudah SMP bergumam “Jadi Murid SMA enak sekali chuy, bisa kenalan dengan anak kuliahan, bisa study banding kemana-mana, camping di tempat yang menantang, sudah boleh membawa motor pula”. Dan pada akhirnya si anak SMP ingin menjadi anak SMA sampai seterusnya, dari SMA ingin segera kuliah, dari kuliah ingin segera bekerja, dari bekerja ingin segera menikah, dan lain-lain. Memang manusia itu memang banyak sekali maunya.

Namun, pernahkah kita menginginkan untuk kembali ke masa kecil kecil dari posisi sebagai seorang pekerja? Ya, posisi kanak-kanak memang posisi yang sangat mempesona jiwa, dimana kreativitas itu berkembang pesat tanpa batasan imaginasi. Tertawa riang tanpa beban pelajaran SD, SMP, SMA, maupun mata kuliah dari universitas. Masa kecil terkadang liar, tapi semasa saya kecil imaginasi saya sepertinya sesuai jalur, walau sering melenceng dari lajur.

Hemmm,… menikmati proses yang sedang kita alami itu jauh lebih bijak ketimbang ingin menyegerakan tahap selanjutnya. Yang melajang (ups:mrgreen: ) nikmati saja masa lajang dengan mengisi kehidupan yang penuh warna. Memang berdua itu terlihat menyenangkan, tapi untuk saat ini, sekarang ini kondisi inilah yang terbaik untuk kita. saya selalu tergila-gila dengan kalimat yang terpatri dalam surat cinta “Fashbir sabran jamila” bersabarlah dengan kesabaran yang baik.

Ah, kata itu memang indah. Semoga saja keindahan selanjutnya segera terbit setelah kalimat itu selalu menjadi alarm ketika hati tergesa-gesa ingin meloncat ke tahap berikutnya. Sebuah kalimat yang terpahat dalam suatu ayat Al Qur’an dalam surat Al Ma’arij, Silahkan dicari sendiri ya untuk ayatnya😉

Dan bersabarlah seperti kupu-kupu yang bermetamorfosis secara sempurna. Setelah keluar dari pupa, kupu-kupu akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah dan mengembang secara normal. Segera setelah sayap mengering,mengembang dan kuat, sayap akan membuka dan menutup beberapa kali dan percobaan terbang.

Sekali saja kita membantu kupu-kupu itu untuk tergesa-gesa keluar dari kepompongnya, maka sayap itu tidak akan sekuat dan sesempurna jika kupu-kupu itu berusaha keluar dengan sendirinya. Dengan sabar tentunya.🙂

Lihatlah pesona keindahan yang terpancar, indah bukan jika kita bersabar? Sekarang ini, kondisi saat ini memang yang terbaik untuk kita kawan..

by sianakdesa

by sianakdesa

Klaten, 04 Desember 2012

29 thoughts on “Fashbir Sabran Jamila

  1. jadi ingat, dulu pas kecil ingin cepat-cepat SMA, karena katanya setelah umur 17 itu dianggap dewasa, bisa naik motor (batas SIM kan umur 17 ya), boleh pacaran, . Pas SMA ya tidak seindah yang dibayangkan … *karena nggak punya motor dan pacar ha.ha.ha.

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s