Syukron Jazakumulloh Khairan Katsiran


Ternyata sudah 2 bulan lebih dia mendengarkan ceracauku. Yang mengharu biru, gilak tak ketulungan, ilmu yang bermanfaat tentang blog, pesan penuh makna, bahkan sampai pada cita-cita. Hahaaa.. kasian dia, harus menjadi pendengar setiaku. Tapi berkatnya saya sadar akan suatu hal yang lebih indah dari dunia saya yang dulu. Entahlah, seperti mendapatkan muara sungai dalam panasnya gurun pasir yang memanas.

Saya lebih tua darinya, tetapi dari cara berfikirnya seperti 5 tahun diatasku. Cara memandang hidupnya yang ku soroti, sisi yang lain saya bahkan tak terlalu tau cukup banyak. Padahal dari kalanganku saya juga dinilai lebih dewasa dari umurku, dalam cara pandang hidup juga. Namun dari sisi lain, saya tetaplah dalam usiaku. Kadang masih kekanakan, alay, dan gitu deeh!:mrgreen:

Semoga segala urusannya dipermudah karena dia juga telah memudahkan urusanku untuk yang satu itu. Ah, tetap saja saya ingin menyampaikan Syukron jazakumulloh khairan katsiron, kalimat yang lebih indah daripada kata “terimakasih” karena didalam kalimat itu terkandung doa “Semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan balasan yang terbaik”

Dari Usamah bin Zaid r.a bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

Artinya “Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan “jazaakallahu khaeron (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi).

Bagiku, terlepas dari semua itu adalah suatu kenikmatan yang tak ternilai harganya, entah apapun penilaiannya. Ah, andai dia tau tentang rasanya. Dan untuk selanjutnya? Semoga Istiqomah itu bukan hanya sebagai teori saja, tetapi bisa menjadikanku lebih bisa mengambil hikmah-hikmah yang tercecer dalam ku melangkah kedepan. Semoga saya tetap menjadi wanita kuat sesuai dengan prasangkanya terhadapku.

Dalam tenggat waktu saya juga sering bertanya “Kok bisa ya saya dipertemukan dengannya?” Ah, biarlah Allah yang mengatur semuanya. Jadi ingat pesan dalam background flashdisk saya yang tertulis

Ali bin Abi Thalib pernah berkata : “Ketika kesempitan sudah sampai pada puncaknya, maka saat itulah datang kelapangan. Dan ketika musibah itu menyempitkan tenggorokan maka saat itulah datang kemudahan”

Sekali lagi Syukron jazakumulloh khairan katsiron untuknya..

Klaten, 11 Desember 2012 mid day