Membersamai peneduhku


Aku pun juga merindui hujan
Entahlah, rasanya seperti nyaman sekali ketika ia datang
Karena ia mengalir
Membersihkan atap-atap yang kotor oleh debu.

Aku suka ia bukan karena ini musim penghujan,
Bahkan terkadang yang semestinya musim hujan ini ada hari yang sangat panas sekali.

Hei lihat, hari ini mendung pertanda ia akan turun
Namun, aku masih takut
Aku tidak datang bersama peneduhku,

Peneduh lain menawariku untuk membersamainya
Aku benci memilih!!
Bahkan aku berdoa, ia tak melihatku disini

Dalam diamku aku selalu berdoa, aku tidak mau dalam kondisi itu
Kau tau kenapa?
Karena aku takut tak bisa berbicara nyaman dengan peneduhku ketika berjalan dibawah rintiknya

Kupikir  peneduh yang itu dapat membersamaiku,
Ku kira juga peneduh itu yang terbaik untukku
Tapi terbaik menurut siapa?
Terbaik menurutku ataukah menurut-Nya??

Dan masih ku disini, berharap hanya satu saja yang melihat dan menghampiriku untuk berjalan beriringan

Kau tau apa yang membuatku teguh disini?
Karena ku yakin satu hal tentang janji-Nya
Bahwa peneduhku akan mengenali diriku.

Klaten, 20 Desember 2012